BLITAR, beritablitar.com - Di tengah upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, jajaran TNI Angkatan Darat terus melakukan pendampingan langsung kepada para petani di wilayah binaan. Salah satunya dilakukan Babinsa Kelurahan Sananwetan Koramil 0808/20 Sananwetan, Serka Anton Ady, yang turun ke lahan pertanian untuk membantu pemupukan tanaman jagung, Kamis (29/10/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan milik Sukis, anggota Kelompok Tani Rahayu yang berlokasi di Kelurahan Sananwetan, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar. Kehadiran Babinsa di tengah petani merupakan wujud sinergi antara TNI dan masyarakat untuk menjaga ketersediaan komoditas pangan daerah.
Serka Anton Ady menyampaikan, pendampingan pertanian ini merupakan tugas rutin guna memberikan motivasi sekaligus bimbingan teknis kepada para petani.
“Pemupukan yang tepat waktu dan teratur sangat penting guna menunjang tumbuh kembang tanaman jagung agar menghasilkan bulir yang berkualitas dan melimpah,” kata Serka Anton Ady.
Lebih lanjut Anton menjelaskan, selain bantuan tenaga, kehadiran Babinsa juga bertujuan untuk mendengarkan kendala‑kendala yang dihadapi petani di lapangan, sehingga program pendampingan dapat disesuaikan dengan kebutuhan mereka.
“Kami selalu berusaha hadir di saat petani membutuhkan, bukan hanya saat ada kegiatan besar saja,” jelasnya.
Sukis, pemilik lahan sekaligus anggota Kelompok Tani Rahayu, menyambut baik bantuan dan kepedulian yang diberikan pihak Koramil. Ia mengakui bahwa pekerjaan pemupukan membutuhkan tenaga cukup besar, sehingga dukungan ini sangat berarti baginya.
“Saya sangat berterima kasih atas bantuan dan bimbingan yang diberikan. Hal ini sangat meringankan beban kerja kami sekaligus menambah wawasan tentang cara merawat tanaman jagung dengan benar,” ujar Sukis.
Kolaborasi antara Babinsa dan kelompok tani bukan hanya berfokus pada pekerjaan fisik semata, melainkan juga membangun hubungan kebersamaan yang erat antara aparat wilayah dan masyarakat. Pihak Koramil berharap semangat gotong‑royong ini dapat menular ke warga lain di sekitar wilayah Sananwetan.
Dari sisi yang lebih luas, sinergi tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil panen jagung di wilayah Kota Blitar. Jika hasil panen petani meningkat, hal ini secara langsung mendukung kesejahteraan ekonomi keluarga petani itu sendiri.
Peningkatan produksi pangan di tingkat daerah juga menjadi fondasi penting dalam mendukung program ketahanan pangan nasional yang tengah dijalankan pemerintah. Pihak Koramil Sananwetan menyatakan akan terus menjadwalkan pendampingan serupa di lahan‑lahan petani lain di wilayah binaannya. (jr)