BLITAR, beritablitar.com - Menghadapi prediksi cuaca ekstrem jelang musim hujan periode 2026‑2027, Polres Blitar Kota menggelar Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Hidrometeorologi di halaman PIPP Jalan Dr. Moh. Hatta, Kelurahan Sentul, Kecamatan Kepanjenkidul, Kota Blitar, Rabu (4/11/2026). Kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi kekuatan lintas lembaga guna memaksimalkan kesiapan antisipasi dan penanganan bencana alam.
Acara apel dipimpin langsung Kapolres Blitar Kota AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K., dan dihadiri oleh sejumlah pimpinan strategis daerah. Di antaranya adalah Kasdim 0808 Blitar Mayor Inf Imam Suyoso, S.Ag., Kabakesbangpol Kota Blitar Toto Robandiyo, S.Sos., M.Si., Kalaksa BPBD Kota Blitar Agus Suherli, S.H., Wakapolresta Kompol Subiantana, S.H., beserta para Pejabat Utama (PJU) jajaran Polres Blitar Kota.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan oleh Kapolres Blitar Kota, disampaikan catatan data bencana sepanjang tahun 2026 di wilayah Jawa Timur. Sepanjang tahun itu tercatat sebanyak 672 kejadian bencana alam, yang menimbulkan 28 korban meninggal dunia, 55 orang luka‑luka, serta kerugian material yang mencapai Rp7,552 miliar.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim hujan tahun 2026‑2027 akan datang lebih lambat dari biasanya, namun berpotensi memicu anomali cuaca ekstrem seperti hujan deras berdurasi panjang, banjir, dan tanah longsor di berbagai wilayah Jawa Timur termasuk Kota Blitar. Atas kondisi tersebut, seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan kewaspadaan sejak dini.
Kapolda Jawa Timur dalam amanatnya juga memerintahkan seluruh jajaran dan mitra terkait untuk segera melaksanakan pemetaan terperinci wilayah‑wilayah rawan bencana, memperkuat jalur koordinasi dan komunikasi antar‑instansi, serta membentuk posko kesiapsiagaan terpadu. Seluruh personel diharapkan selalu berada dalam kondisi fisik prima dan dilengkapi alat pelindung diri (APD) yang memadai guna menjamin keselamatan saat bertugas di lapangan.
Setelah rangkaian apel selesai, sejumlah pimpinan instansi melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana tanggap bencana yang telah disiapkan untuk mendukung penanganan darurat di lapangan.
Kasdim 0808 Blitar Mayor Inf Imam Suyoso, S.Ag., menyampaikan, peran strategis sinergi antar‑lembaga dalam menghadapi ancaman bencana.
“Apel gelar pasukan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana secara menyeluruh. Kami berharap melalui sinergitas yang erat antara TNI, Polri, BPBD, pemerintah daerah, dan unsur terkait lainnya, seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan, mengoptimalkan langkah antisipasi, serta melakukan penanganan secara terpadu guna meminimalisir dampak bencana terhadap masyarakat di Kota Blitar,” kata Mayor Inf Imam Suyoso.
Lebih lanjut, Kasdim menegaskan, pihaknya akan terus mendukung program‑program kesiapsiagaan bencana daerah, mulai dari sosialisasi kepada warga di wilayah rawan hingga kesiapan pasukan pendukung yang dapat dikerahkan kapan saja jika diperlukan.
"Dengan kerja sama yang terjalin erat, diharapkan masyarakat Kota Blitar dapat lebih tenang dan terlindungi saat menghadapi risiko cuaca ekstrem selama musim hujan mendatang," pungkasnya. (jr)