BLITAR, beritablitar.com - Menyambut datangnya musim hujan yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, Polres Blitar Kota menggelar apel kesiapan tanggap darurat bencana tahun 2026 di halaman PIPP Kota Blitar, Rabu (4/11/2026).
Apel ini dipimpin langsung Kapolres Blitar Kota, AKBP Kalfaris Triwijaya Lalo, S.I.K., M.I.K., untuk memastikan kesiapan seluruh unsur gabungan menghadapi cuaca ekstrem.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolres Blitar Kota Kompol Subiyantana, S.H., M.H., Kasdim 0808 Blitar Mayor Inf. Imam Suyoso, S.Ag., perwakilan Walikota Blitar, perwakilan Danyon TP Blitar, Kepala BPBD Kota Blitar, perwakilan PT PLN (Persero) UPJ Blitar, kepala OPD terkait, pejabat utama Polres Blitar Kota, serta para Kapolsek jajaran Polres Blitar Kota.
Secara keseluruhan apel diikuti oleh 300 personel gabungan yang terbagi dalam peleton‑peleton dari berbagai instansi. Unsur yang terlibat antara lain jajaran Polres Blitar Kota, Kodim 0808 Blitar, Yon TP 533/SBP, Satpol PP, Dishub, Damkar, BPBD Kota dan Kabupaten Blitar, Dinkes, DLH Kota dan Kabupaten Blitar, PT PLN, serta kelompok relawan dari Rapi‑Orari, Senkom, Saka Bhayangkara, Pramuka, dan relawan tanggap bencana.
Dalam amanat Kapolda Jawa Timur yang dibacakan Kapolres Blitar Kota, disampaikan catatan bahwa sepanjang tahun 2026 telah tercatat 672 kejadian bencana alam di wilayah Jawa Timur. Kejadian itu menimbulkan 28 korban meninggal dunia, 55 orang luka‑luka, serta kerugian material mencapai Rp7,552 miliar.
Berdasarkan prediksi BMKG, musim hujan 2026‑2027 diperkirakan datang lebih lambat namun berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Jawa Timur, termasuk Kota Blitar. Atas hal itu, seluruh pemangku kepentingan diminta meningkatkan kesiapsiagaan sejak dini.
“Kita harus melakukan pemetaan bersama pemangku kepentingan terhadap wilayah‑wilayah berisiko tinggi terkena bencana alam, agar langkah antisipasi dapat disiapkan sejak awal,” ujar amanat Kapolda Jawa Timur.
Kapolda juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi antar‑instansi dan membentuk posko kesiapsiagaan, sehingga setiap laporan terkait potensi bencana dapat ditindaklanjuti dengan cepat dan tepat. Selain itu, seluruh personel wajib memastikan kondisi fisik prima serta kelengkapan alat pelindung diri (APD), mengingat keselamatan petugas sama pentingnya dengan keselamatan masyarakat yang dilayani.
“Seluruh personel diharapkan melaksanakan tugas kemanusiaan dengan tulus dan ikhlas, menjadikan pengabdian sebagai ladang ibadah, serta senantiasa hadir memberikan pertolongan, perlindungan, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjut Kapolda Jatim.
Setelah rangkaian apel selesai, Kapolres Blitar Kota beserta tamu undangan melakukan pengecekan langsung terhadap kesiapan personel, sarana, dan prasarana tanggap darurat bencana yang telah disiapkan guna menghadapi potensi cuaca ekstrem selama musim hujan mendatang. (jr)