BLITAR, beritablitar.com - Klub sepak bola Putra Sang Fajar (PSF) FC secara resmi diperkenalkan dan menetapkan markas utama di Stadion Soepriadi, Kota Blitar, Kamis (5‑11‑2026). Klub anyar ini akan mengikuti kompetisi Liga 3 musim ini, dengan target jangka panjang menembus promosi ke Liga 2 serta mengusung nilai‑nilai perjuangan Proklamator Ir. Soekarno.
Pembentukan PSF FC merupakan kelanjutan dari rangkaian ajang Soekarno Cup yang telah digelar selama tiga tahun berturut‑turut di Bali, Jakarta, dan Jawa Timur. Berdasarkan hasil evaluasi dari penyelenggaraan turnamen tersebut, para penggagas sepakat membentuk klub yang dikelola secara profesional dengan fokus utama pengembangan sepak bola akar rumput daerah.
Direktur PSF FC, Ronny Talapessy mengatakan, kehadiran klub ini bertujuan membangun fondasi sepak bola yang tumbuh dari lingkungan masyarakat setempat, bukan hanya mengejar hasil pertandingan semata.
“Kami ingin sepak bola datang dari kampung dan tumbuh secara murni. Klub ini harus punya nilai, bukan hanya sekadar bermain bola,” kata Ronny.
Dalam acara perkenalan tersebut, pihak manajemen juga memamerkan tiga varian jersey tim untuk keperluan pertandingan musim depan. Jersey berwarna merah digunakan untuk pertandingan kandang (home), hitam untuk pertandingan tandang (away), dan abu‑abu untuk jersey ketiga tim. Hasil penjualan jersey tersebut nantinya akan disumbangkan untuk program pelestarian hutan bekerja sama dengan komunitas Jagahutan.id.
PSF FC menyusun strategi pemain dengan menggabungkan talenta muda berbakat asal Blitar dan sekitarnya bersama pemain senior yang sudah memiliki pengalaman kompetisi nasional. Desain logo klub mengambil bentuk pintu makam Bung Karno sebagai pengingat semangat perjuangan, gotong‑royong, dan persatuan yang diusung sang Proklamator.
Ronny menegaskan, pendirian klub tidak berkaitan dengan kepentingan partai politik apa pun.
“Kami hanya ingin berkontribusi bagi kemajuan sepak bola daerah dan nasional, tanpa ada kepentingan lain di baliknya,” tegasnya.
Selain persiapan teknis pertandingan, PSF FC juga menggelar kegiatan sosial sepak bola berupa klinik pelatihan yang diikuti oleh 350 anak dari Sekolah Sepak Bola se‑Blitar Raya. PSF FC juga menyerahkan 175 buah bola sepak untuk 35 SSB di Blitar Raya guna mendukung pengembangan bakat usia dini.
Kepedulian klub juga merambah ke bidang lingkungan hidup. Bersama komunitas Jaga Hutan, PSF FC mengajak anak‑anak pencinta sepak bola di bawah usia 12 tahun untuk peduli terhadap kelestarian alam melalui gerakan penanaman pohon.
“Dan perlu diketahui bahwa nanti hasil penjualan jersey klub akan kita donasikan untuk menjaga hutan bersama Jagahutan.id,” pungkas Ronny.
Posisi pelatih kepala dipercayakan kepada Agus Sugeng Riyanto, pelatih kelahiran Purbalingga pemegang lisensi AFC Pro Diploma yang telah berpengalaman menangani Bhayangkara FC (Liga 1) dan Persekat Tegal (Liga 2).
Agus Sugeng mengungkapkan alasan kesediaannya bergabung dengan PSF FC setelah melihat keseriusan manajemen dalam membina sepak bola usia muda secara berkelanjutan.
“Bangsa Indonesia membutuhkan sepak bola yang sehat. Melihat komitmen beliau menyelenggarakan event usia muda secara berkelanjutan, tidak ada alasan bagi saya untuk menolak menjadi pelatih kepala,” ujar Agus.
Demi menghadapi persaingan ketat Liga 3, PSF FC menerapkan strategi gabungan antara talenta muda berbakat dan pemain senior berpengalaman, termasuk sejumlah pemain asli asal Blitar.
“Untuk pemain ada pemain muda dan ada pemain senior yang sarat pengalaman,” jelas Agus.
Ia menambahkan, target utama tim adalah menembus babak kejuaraan Liga 3 untuk mendapatkan tiket promosi ke Liga 2.
Manajemen PSF FC berharap kehadiran klub baru ini dapat menjadi kebanggaan baru bagi masyarakat Blitar, sekaligus berkontribusi nyata bagi dunia sepak bola nasional dan pelestarian lingkungan sekitar. (jr)