BLITAR, beritablitar.com - Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Blitar untuk masa jabatan 2026‑2030 resmi dikukuhkan dan dilantik.

Acara pelantikan ini menandai dimulainya program kerja baru yang berpusat pada peningkatan prestasi olahraga daerah, terutama persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027.

Ketua Umum KONI Jawa Timur, Drs. Muhammad Nabil, M.Si mengatakan, tren pencapaian olahraga Kota Blitar terus mengalami peningkatan. Untuk mendukung hal tersebut, KONI Jatim membuka ruang konsultasi seluas‑luasnya bagi pengurus kota guna melakukan pemetaan cabang olahraga unggulan dan menyempurnakan akurasi prediksi perolehan medali.

“Tren prestasi Kota Blitar harus naik. Kami memberikan pola: silakan berkunjung dan berdiskusi dengan KONI Jatim terkait pemetaan serta akurasi perolehan medali. Tentukan cabang olahraga (cabor) atau nomor unggulan. Definisi unggulan di sini bukan sekadar besar atau banyak, melainkan yang nyata berprestasi,” kata Muhammad Nabil.

Nabil menyampaikan, dua cabang olahraga di Kota Blitar yang dinilai memiliki potensi besar hingga ke ajang internasional, yaitu panjat tebing dan panahan.

Nabil menandaskan, cabang ‑ cabang yang terhubung dengan Olimpiade, Asian Games, maupun Sea Games harus segera disiapkan secara matang sejak sekarang.

“Harus segera dibentuk tim skuat Porprov 2027 dengan sistem rekrutmen yang objektif, sportif, dan proporsional. Cabor‑cabor unggulan wajib disupport semaksimal mungkin melalui seleksi, tes ulang, serta mekanisme promosi‑degradasi,” tandasnya.

Nabil juga menegaskan, pentingnya kehadiran pengurus KONI di lapangan untuk berinteraksi langsung dengan pengurus cabang olahraga.

Ia juga mengingatkan agar alokasi dana hibah tidak hanya dibagikan secara merata, melainkan diprioritaskan bagi cabang yang menunjukkan kemajuan prestasi nyata. KONI diminta mempererat komunikasi langsung dengan pengurus cabang di lapangan untuk memantau pelaksanaan program.

Sementara itu, Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba mengatakan, kesiapan jajarannya untuk bekerja ekstra keras meskipun proses pelantikan pengurus baru sempat mengalami keterlambatan.

“Alhamdulillah pelantikan pengurus KONI Kota Blitar periode 2026‑2030 berjalan lancar. Meskipun sempat ada keterlambatan proses, kita siap bekerja keras dan ‘berlari kencang’ untuk menyusun persiapan prestasi di depan mata, terdekat adalah Porprov,” kata Elim Tyu Samba.

Lebih lanjut Elim menjelaskan, pihaknya telah memulai pemetaan terhadap cabang‑cabang olahraga yang berpotensi menghasilkan medali. Pengurus juga telah menyampaikan kebijakan baru kepada seluruh pengurus cabang bahwa dukungan dari Pemerintah Kota dan KONI akan diberikan berdasarkan pencapaian prestasi masing‑masing cabang.

“Kami sudah sampaikan ke cabor‑cabor bahwa support dari Pemkot dan KONI berbasis prestasi. Kami juga tengah fokus pada persiapan Pusat Pelatihan Kota (Puslatkot),” jelasnya.

Terkait alokasi anggaran hibah daerah, Elim mengungkapkan, Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPDH) telah ditandatangani. Total alokasi hibah tahunan sebesar Rp2,8 miliar, di mana sekitar Rp300 juta sudah dicairkan pada periode kepengurusan sebelumnya. Sisa anggaran sebesar Rp2,4 miliar akan dicairkan secara bertahap untuk mendukung operasional harian dan program pembinaan atlet.

Dalam hal tata kelola kelembagaan, termasuk penentuan lokasi sekretariat baru dan pengaturan penggunaan dana hibah, Elim menegaskan bahwa pihaknya akan selalu mengedepankan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Blitar.

“Yang terpenting adalah bersambung dan berkolaborasi antara Pemkot, KONI, dan seluruh elemen masyarakat demi kemajuan olahraga di Kota Blitar,” pungkas Elim.

Selain persiapan Porprov 2027, pengurus KONI periode ini juga merencanakan penguatan pembinaan atlet usia dini. Program tersebut bertujuan untuk membangun fondasi prestasi jangka panjang agar Kota Blitar tetap mampu bersaing di ajang olahraga tingkat provinsi hingga nasional. (jr)