BLITAR, beritablitar.com - Komando Distrik Militer (Kodim) 0808/Blitar terus mengoptimalkan program ketahanan pangan nasional melalui pengembangan kawasan pertanian terpadu seluas sekitar 1,5 hektar di Desa Dandong, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Kawasan percontohan yang dikelola Kompi Produksi Kodim ini mengintegrasikan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan untuk mendorong ketersediaan pangan wilayah.
Pengembangan lahan percontohan tersebut telah menunjukkan hasil nyata, salah satunya panen raya komoditas semangka yang mencapai lebih dari 10 ton. Selain semangka, di lahan itu juga ditanami komoditas hortikultura dan palawija lain berupa cabai serta pepaya.
Di sisi lain, program pertanian terpadu juga mengembangkan budidaya perikanan dengan sistem kolam bioflok untuk ikan lele dan nila, serta pemeliharaan ternak kambing dan sapi guna melengkapi ekosistem produksi pangan. Seluruh pengelolaan kawasan dilaksanakan langsung oleh prajurit TNI dengan pembagian tugas yang terstruktur.
Komandan Kompi Produksi Kodim 0808/Blitar, Kapten Kav Suyanto menjelaskan, program ini menjadi wujud dukungan TNI terhadap upaya pemerintah mewujudkan ketahanan pangan di tingkat desa.
“Kami mengelola lahan percontohan dengan sistem pertanian terpadu yang menggabungkan pertanian, perikanan, dan peternakan. Harapannya, hasil yang didapat bisa menjadi contoh bagi masyarakat sekitar untuk mengembangkan potensi lahan di wilayah masing‑masing,” jelas Kapten Kav Suyanto, Jumat (23/10).
Pembagian tugas harian bagi prajurit telah diatur secara jelas. Tim pertanian bertugas merawat tanaman dan membersihkan rumput liar, tim peternakan menyiapkan pakan ternak, sedangkan tim perikanan rutin merawat dan memantau kondisi kolam budidaya ikan.
Kodim 0808/Blitar menyatakan akan terus melakukan pemantauan dan pengembangan terhadap kawasan percontohan tersebut. Ke depannya, pola pertanian terpadu ini diharapkan dapat disebarluaskan ke wilayah lain di Kabupaten Blitar guna mendukung ketahanan pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan. (jr)