Ringkasan Berita :
- Iran tegas: Selat Hormuz tak akan dibuka sampai AS penuhi syarat ketat.
- Syarat: hentikan ancaman, cabut sanksi, tarik pasukan, bayar kompensasi.
- Jalur ini sangat vital bagi perdagangan minyak dunia, ketegangan masih tinggi.
TEHERAN, beritablitar.com - Kabar penting datang dari Timur Tengah. Iran menegaskan dengan tegas bahwa Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat utama.
Hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohammad Bagher Zolghadr.
"Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai AS memperbaiki sikapnya dan berhenti mengancam Republik Islam," ujarnya seperti dikutip Press TV.
Bukan hanya berhenti mengancam, Iran juga menuntut AS untuk menghentikan segala operasi militer terhadap Iran dan sekutunya, mencabut sanksi serta blokade laut, menarik pasukan AS dari wilayah sekitar, serta membayar kompensasi atas kerugian yang terjadi.
Pernyataan ini muncul setelah sebelumnya Presiden AS Donald Trump menyebut telah membatalkan rencana serangan karena adanya upaya perundingan damai yang mencakup pembukaan Selat Hormuz.
Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan, Iran dan Oman sudah sepakat soal rincian rute pelayaran, namun belum ada kepastian kapan jalur itu dibuka sepenuhnya.
Perlu diketahui, Selat Hormuz adalah jalur sangat vital yang dilewati sekitar seperlima perdagangan minyak dunia. Gangguan di sini berpotensi mengganggu pasokan energi dan perekonomian global.
Sumber: Antara News