Beranda blog Halaman 3

PWI Blitar Raya Bagi Masker Sambil Kampanyekan Donor Plasma Konvalesen

PWI Blitar Raya menggelar aksi bagi masker sambil mengkampanyekan donor plasma konvalesen di perempatan Lovi Kota Blitar

BERITABLITAR.COM – Memperingati Hari Pers Nasional ke-72, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Blitar Raya menggelar aksi bagi masker sambil mengkampanyekan donor plasma konvalesen di perempatan Lovi Kota Blitar, Selasa (9/2/2021).

Plasma konvalesen merupakan plasma darah yang diambil dari pasien yang terdiagnosa Covid-19. Dimana pasien tersebut sudah 14 hari dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19. Kemudian plasma ini ditransfusikan kepada pasien Covid-19, sebagai salah satu upaya pemberian terapi imun pasif dengan segera.

Ketua PWI Blitar Raya, Irfan Anshori mengatakan, di tengah masa pandemi Covid-19 ini, PWI Blitar Raya mengajak penyintas Covid-19 untuk memberikan donor plasma konvalesen guna membantu pasien Covid-19.

“Kami merasa kampanye soal hal ini masih kurang. Untuk itu dalam peringatan HPN ke-72 ini, selain bagi-bagi masker, kami juga mengedukasi kepada masyarakat bahwa para penyintas ini juga punya peran penting dalam membantu penyembuhan pasien Covid-19,” kata Irfan Anshori, Selasa (9/2/2021).

Lebih lanjut Irfan menyampaikan, pada momen HPN ini, pers diharapkan mampu membantu peran pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Dengan memberikan informasi dan edukasi soal pencegahan penularan Covid-19.

“Kami berharap kedepan pers diharapkan mampu menjadi corong pemerintah dalam mengatasi pandemi dengan mengedukasi masyarakat. Sehingga dapat menekan penularan Covid-19 di daerahnya masing-masing,” jelasnya.

Aksi bagi masker dan kampanye donor plasma konvalesen tersebut, juga diikuti anggota Polres Blitar Kota. Mereka  mendatangi para jurnalis dan ikut berbaur untuk melakukan aksi bagi masker dan kampanye donor plasma konvalesen. (Fajar AT)

Pelaksanaan PPKM Mikro, Seluruh Desa dan Kelurahan Di Blitar Bakal Ada Kampung Tangguh

Rapat Koordinasi Penanganan Covid -19, Senin (8/2/2021) di Pendopo Sasana Adhi Praja Pemkab Blitar Kanigoro

BERITABLITAR.COM – Di Kabupaten Blitar angka kematian akibat Covid-19 masih tinggi dibanding di tingkat provensi. Selain itu angka kesebuhan masih dibawah propinsi, bahkan rumah sakit pun masih terbatas dan huniannya masih 70 persen yang siap. Kondisi tersebut sebagai dasar untuk melaksanakan PPKM Mikro di Kabupaten Blitar yang sesuai dengan Instruksi Mendagri nomor 3 Tahun 2021.

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela dalam Rapat Koordinasi Penanganan Covid -19, Senin (8/2/2021) di Pendopo Sasana Adhi Praja Pemkab Blitar Kanigoro mengatakan, kampung tangguh berbasis Mikro ini merupakan setrategi pengamanan covid-19. Dimana sebelumnya sudah memeiliki kampung Tangguh, akan tetapi saat ini bisa dikatakan mati suri, dan belum semua ada kampung tangguh.

“Dalam kampung tangguh tersebut harus disiapkan dalam jaringan pelaksana antara lain, kesiapan kampung tangguh, posko, SDM dan sarana prasarana dan sistemnya,” kata AKBP Leonard M Sinambela.

Lebih lanjut Leonard menjelaskan, dalam PPKM Mikro  yang akan diselenggarakan pada tanggal 9 Februari hingga 22 Februari 2021 mendatang yang harus diperhatikan adalah,  membetuk posko di tingkat desa untuk menangani covid 19 . Di dalam Posko harus ada lima entitas yaitu Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, tokoh pemuda, masyarakat pemuda, penyuluh PKK, tenaga kesehatan dan pendaping. Dalam kampung tangguh sebagai Ketua kepala desa dan wakil tokoh masyarakat.

“Konsep PPKM ini Muspika tugasnya melakukan supervisi kepada seluruh desa melalui operasi gabungan/sinergitas agar apabila ada permasalhan di level bawah segera bisa diatasi,” tandasnya

Sementara Bupati Blitar, Rijanto menyampikan, dalam pelaksanaan PPKM Mikro, nantinya seluruh desa atau keluarahan harus ada Kampung Tangguh.

“Jika kemarin hanya ada beberapa Kampung Tangguh, maka untuk saat ini harus membentuk Kampung Tangguh di seluruh desa atau kelurahan,” kata Rijanto.

Lebih menyampaikan,

Terkait konsep kampung Tangguh, lanjut Rijanto, berpedoman kepada SE Bupati, SE Mendagri, dan SK Gubernur terkait PPKM.

“Untuk pak camat segera membentuk Posko ditingkat Kecamatan, mensupervisi dan membentuk posko ditingkat desa/keluarahan. Dan terkait pendanaan di 220 desa, harus segera sudah membentuk Satgas Desa. Adapun sistem pelaporan nantinya dari bawah ke atas. Yaitu desa harus membuat laporan ke Kecamatan, kecamatan membuat laporan ke tingkat Kabupaten, dan seterusnya.” jelas Rijanto.

Bupati Blitar menambahkan, untuk peresmian Kampung Tangguh dan PPKM mikro rencananya akan dilaksanakan di Kelurahan Satrean, Rabu (10/2/2021) mendatang. Peresmian tersebut akan dilakukan secara virtual, dan diikuti seluruh desan dan kelurahan se Kabupaten Blitar.

“Setelah peresmian, forpimda akan turun ke kelompok kelompok yang akan sempling cek di lapangan, Yang paling penting nantinya agar disiapkan untuk personil, data dan tempatnya,” tandas Rijanto. (Fajar AT)

Selama Pandemi, Dispensasi Nikah di Blitar Meningkat 3 Kali Lipat

Kantor Pengadilan Agama Blitar

BERITABLITAR.COM  – Selama masa pandemi Covid-19, pengajuan dispensasi menikah di Pengadilan Agama Blitar naik tiga kali lipat. Kenaikan tersebut terhitung setahun selama 2020.

Tahun 2020  Pengadilan Agama Blitar menerima permohonan dispensasi menikah sebanyak 636 perkara. Jumlah tersebut mengalami peningkatan, jika dibandingkan dengan tahun 2019 yang hanya ada 245 perkara.

Di tahun 2020 ini Pengadilan Agama Blita memutus 654 perkara, yang terdiri 626 permohonan di tahun 2020 dan 28 tunggakan permohonan di tahun 2019. Sementara di tahun 2021 ini, masih memiliki 10 permohonan dispensasi menikah yang belum diselesaikan di tahun 2020.

Panitera muda hukum Pengadilan Agama Blitar, Nurkholis Ahwan mengatakan, kenaikan permohonan dispensasi nikah ini bukan karena hamil di luar nikah.

“Kasus kehamilan di luar pernikahan di Blitar jumlahnya tidak sampai 20 persen,” kata Nurkholis Ahwan, Senin (8/2/2021).

Lebih lanjut Nurkholis menjelaskan, alasan utama pengajuan dispensasi nikah adalah karena adanya revisi Undang-undang Perkawinan dari yang semula batas usia 16 tahun untuk calon istri dan 19 tahun untuk calon suami. Kini keduanya harus sama-sama berusia 19 tahun.

“Alasan utamanya karena adanya revisi Undang-undang Perkawinan. Kalau dulu calon istri 16 tahun dan calon suami 19 tahun. Tapi sekarang menurut UU 16 tahun 2019, calon suami dan istri menjadi 19 tahun. Kemudian karena adanya pembatasan usia itu kadang orang tua khawatir karena anaknya sudah menjalin hubungan sehingga mereka mengajukan dispensasi,” paparnya.

Nurkholis menambahkan, jika pasangan yang menikah usianya kurang dari 19 tahun, maka diwajibkan menyertakan alasan dan bukti pendukung yang kuat. 

“Permohonan dispensasi nikah ini akan dikabulkan oleh Pengadilan Agama Blitar setelah dipertimbangkan antara manfaat dan mudharatnya,” pungkas Panitera muda hukum Pengadilan Agama Blitar. (Fajat AT)

Pria Asal Sanankulon Blitar Tewas di Sungai, Akibat Tersengat Alat Setrum Ikan

Petugas menunjukan alat setrum ikan yang menewaskan Sunari, warga dusun Balong Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar

BERITABLITAR.COM – Sunari (40), ditemukan meninggal dunia di aliran sungai perbatasan Desa Ngaglik Kecamatan Srengat dengan Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar. Warga dusun Balong Desa Bendosari Kecamatan Sanankulon Kabupaten Blitar ini meninggal akibat tersengat listrik dari alat setrum  yang digunakan saat sedang menyetrum ikan di sungai.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setyawan melalui Kasubag Humas Polres Blitar Kota, Iptu Ahmad Rochan mengatakan, sebelum kejadian korban berangkat sendirian mencari ikan di sungai sekitar pukul 11.00 WIB dengan menggunakan alat setrum ikan yang menggunakan sebuah accu 2 buah kapasitas12 Amper. Adapun lokasi korban mencari ikan di sepanjang sungai yang berbatasan antara Desa Nendosari Kecamatan Sanankulon dengan Desa Ngaglik Kecamatan Srengat.

“Kejadian tersebut dilaporkan pada Minggu (7/2/2020) sekitar pukul 18.00 WIB,” kata Iptu Ahmad Rochan, Senin (8/2/2021).

Lebih lanjut Rochan menyampaikan, namun sekitar pukul 16.00 WIB  korban  yang seharusnya sudah pulang untuk masuk kerja tak kunjung pulang.  Selanjutnya kakak kandung korban berusaha mencari korban di aliran sungai. Saat ditemukan, korban dalam keadaan sudah tidak bernyawa. Selanjut dengan dibantu warga sekitar jenazah korban dibawa pulang.

“Kakak korban menemukan korban terbaring dengan posisi tangan memegangi dada sedangkan alat setrum ikan korban masih berada di punggung korban,” jelasnya.

Rochan menambahkan, hasil pengecekan di TKP dan pemeriksaan terhadap tubuh korban, tidak ditemukan tanda kekerasan. Pada telapak tangan korban sebelah kanan terdapat lecet akibat luka alat setrum dan terdapat luka lecet pada paha sebelah kanan bagian dalam.

“Atas kejadian tersebut, keluarga korban menerima bahwa korban benar meninggal akibat tersetrum alat pencari ikan yang dipakai korban sendiri,” pungkasnya. (Fajar AT)

Pengendara Tidak Pakai Masker Lagsung Diswab Antigen

Petugas melakukan swab antigen bagi pengendara yang tidak menggunakan masker

BERITABLITAR.COM – Polres Blitar terus memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatannya selama masa pandemi Covid-19. Salah satunya melakukan operasi yustisi dengan membagikan masker dan melakukan tes swab antigen bagi pelanggar protokol kesehatan, Sabtu (6/2/2021).

Puluhan pengendara yang melintas di depan Kantor Pemkab Blitar di Kecamatan Kanigoro dihentikan petugas kepolisian lantaran kedapatan tidak memakai masker saat berkendara. Mereka langsung digiring ke tenda yang telah disiapkan untuk dites swab antigen. Dalam kegiatan tersebut dari 96 pengendara yang dites swab, semuanya dinyatakan reaktif.

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, kegiatan ini bertutujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatannya selama masa pandemi Covid-19. Selain itu juga untuk mendukung  PPKM agar hasilnya lebih maksimal.

“Kami memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak takut melakukan swab tes untuk mengetahui apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak. Rata-rata yang dites baru pertama melakukan swab tes padahal pandemi sudah setahun. Kami ingin masyarakat mengetahui pentingnya memeriksakan kondisi kesehatannya. Sebelum terlambat dan berakibat fatal,” kata AKBP Leonard M Sinambela, Sabtu (6/2/20221).

Lebih lanjut Leonard menjelaskan, dipilihnya Kecamatan Kanigoro karena berdasarkan data epidemologi, Kanigoro masuk sebagai zona hitam penyebaran Covid-19. Berdasarkan data epidemologi Kanigoro adalah kecamatan dengan jumlah kasus paling tinggi di Kabupaten Blitar.

“Untuk melakukan kegiatan ini, kami ingin bekerja secara mikro dimana titiknya kita datangi sehingga hasil yang diharapkan bisa kita capai yaitu menekan angka penularan Covid-19,” pungkas Kapolres Blitar. (Fajar AT)

Petugas BPBD Blitar Lakukan Penyisiran di Aliran Sungai, Balita Hilang Belum Ketemu

Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama petugas kepolisian dan TNI masih melakukan penyisiran

BERITABLITAR.COM – Pasca hilangnya Muhammad Muharrom Musaidi (3), balita warga Desa Manyar Sidorukun Kabupaten Gresik, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama petugas kepolisian dan TNI masih melakukan penyisiran. Penyisiran dilakukan di sepanjang parit yang mengarah ke sungai Lekso, bahkan di sungai Lekso Kecamatan Wlingi. Ini dilakukan untuk mencari keberadaan balita yang dilaporkan hilang di Desa Semen, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Rabu (3/1/2021) kemarin.

Anggota Pusdalops BPBD Kabupaten Blitar Lukman Rubai mengatakan, operasi penyisiran ini melibatkan 60 personil gabungan. Pencarian dibagi menjadi empat tim.  Satu tim melakukan pencarian di aliran sungai. Sementara tiga tim lainnya melakukan penyisiran di tepi sungai.

“Kami melalukan penyisiran ke arah sungai Lekso karena saluran air Desa Semen mengarah ke sungai Lekso,” kata Lukman Rubai, Kamis (4/1/2021).

Sebelumnya diberitakan, Muhammad Muharrom Musaidi (3), warga Desa Manyar Sidorukun Kabupaten Gresik, dilaporkan hilang di dusun Semen Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Diduga hilangnya anak pasangan Kasturi (33) dan Enik (30) ini, hanyut terseret arus parit irigasi depan rumah temannya Dusun Semen Desa Semen Kecamatan Gandusari Blitar.

Menurut Kasubag Humas Polres Blitar, AKP Imam Subechi, sebelum kejadian orang tua korban berkunjung ke rumah temannya di dusun Semen Desa Semen Kecamatan Gandusari Blitar. Selanjutnya saat hujan deras sekitar pukul 16.00 Wib, korban bersama kakaknya bermain di depan halaman rumah dekat parit irigasi dengan kondisi arus parit sangat deras. Saat korban sedang bermain kedua orang tua sedang berada di dalam rumah.

Saat kakak korban masuk kedalam rumah minta mandi, selang waktu 2 menit kakak korban keluar kembali ke halaman rumah. Namun melihat adiknya tidak ada di halaman rumah, selanjutnya melaporkan kepada kedua orang tuannya.

Mendapat laporan tersebut, kedua orang tua korban dengan dibantu warga sekitar langsung mencari disekitar halaman rumah dan sekitar rumah. Namun korban tidak ditemukan. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Gandusari.

Anggota Polsek Gandusari bersama relawan dan petugas BPBD menyisir di sekitar lokasi saluran irigasi. Namun upaya pencarian sempat dihentikan karena kondisi cuaca hujan deras dan minimnya penerangan.

Berdasarkan keterangan para saksi diduga kuat korban terseret arus air saluran irigasi depan rumah yang saat itu kondisi arus deras volume debit air penuh karena hujan deras. Arus air di parit tersebut merupakan parit saluran irigasi dengan lebar 70 centimeter dengan kedalaman 1meter. Dan jarak 100 meter arah Selatan parit irigasi menyambung ke sungai Parang dengan lebar sungai 5 meter kedalaman 2 meter dan menyambung ke sungai Lekso yang menghubung ke Kecamatan Wlingi. (Fajar AT)

Balita di Blitar Diduga Terseret Arus Parit, Belum Ditemukan

Petugas menyisir di sekitar lokasi saluran irigasi

BERITABLITAR.COM – Muhammad Muharrom Musaidi (3), warga Desa Manyar Sidorukun Kabupaten Gresik, dilaporkan hilang di dusun Semen Desa Semen Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Diduga hilangnya anak pasangan Kasturi (33) dan Enik (30) ini, hanyut terseret arus parit irigasi depan rumah temannya Dusun Semen Desa Semen Kecamatan Gandusari Blitar.

Kasubag Humas Polres Blitar, AKP Imam Subechi mengatakan, sebelum kejadian orang tua korban berkunjung ke rumah temannya di dusun Semen Desa Semen Kecamatan Gandusari Blitar. Selanjutnya saat hujan deras sekitar pukul 16.00 Wib, korban bersama kakaknya bermain di depan halaman rumah dekat parit irigasi dengan kondisi arus parit sangat deras. Saat korban sedang bermain kedua orang tua sedang berada di dalam rumah.

“Saat kakak korban masuk kedalam rumah minta mandi, selang waktu 2 menit kakak korban keluar kembali ke halaman rumah. Namun melihat adiknya tidak ada di halaman rumah, selanjutnya melaporkan kepada kedua orang tuannya,” kata AKP Imam Subechi, Kamis (4/2/2021).

 Lebih lanjut Imam menyampaikan, mendapat laporan tersebut kedua orang tua korban dengan dibantu warga sekitar langsung mencari disekitar halaman rumah dan sekitar rumah. Namun korban tidak ditemukan. Selanjutnya kejadian tersebut dilaporkan ke Polsek Gandusari.

Imama menandaskan, selanjutnya anggota Polsek Gandusari bersama relawan dan petugas BPBD menyisir di sekitar lokasi saluran irigasi. Namun upaya pencarian sempat dihentikan karena kondisi cuaca hujan deras dan minimnya penerangan.

“Berdasarkan keterangan para saksi diduga kuat korban terseret arus air saluran irigasi depan rumah yang saat itu kondisi arus deras volume debit air penuh karena hujan deras,” tandas Imam.

Imam menambahkan, arus air di parit tersebut merupakan parit saluran irigasi dengan lebar 70 centimeter dengan kedalaman 1meter. Dan jarak 100 meter arah Selatan parit irigasi menyambung ke sungai Parang dengan lebar sungai 5 meter kedalaman 2 meter dan menyambung ke sungai Lekso yang menghubung ke Kecamatan Wlingi.

“Hingga saat ini upaya pencarian masih terus dilakukan,” pungkasnya. (Fajar AT)

Siswi SMP di Blitar Disetubuhi Oknum Guru Saat Studi Tour

BR (36), seorang oknum guru SMP di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar yang menyetubuhi muridnya sendiri, menjalani pemeriksaan di Unit PPA Satreskrim Polres Blitar

BERITABLITAR.COM – Akhirnya pelarian BR (36), seorang oknum guru SMP di Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar terhenti, lantaran BR berhasil diamankan Satreskrim Polres Blitar. Sebelumnya BR sempat kabur usai dilaporkan menyetubuhi muridnya sendiri. Saat ini BR langsung menjalani serangkaian pemeriksaan di Mapolres Blitar. Berdasarkan hasil pemeriksaan didukung sejumlah barang bukti, BR ditetapkan sebagai tersangka.

Kasatreskrim Polres Blitar, AKP Dony Kristian Bara’langi mengatakan, dalam pemeriksaan BR mengakui telah menyetubuhi korban sebanyak 10 kali. Bahkan tersangka pernah nekat melampiaskan nafsu bejatnya kepada korban saat sedang melaksanakan studi tour ke Bali.

“Tersangka mengakui ada sepuluh TKP. Sepuluh TKP tersebut ada yang di hotel di wilayah Kota Blitar dan Kabupaten Blitar, juga di Bali saat melaksanakan Studi tour,” kata Dony Kristian Bara’langi, Kamis (4/2/2021).

Lebih lanjut Dony menyampaikan, selain memeriksa tersangka, penyidik telah meminta keterangan 14 orang saksi. Sejumlah barang bukti juga telah didapatkan, termasuk hasil visum et repertum terhadap korban.

“Sudah 14 saksi kami mintai keterangan. Bukti-bukti berupa buku tamu dan rekaman CCTV hotel serta visum et repertum terhadap korban juga telah kami dapatkan. Kami akan gelar perkara dan perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” tegasnya.

Dony menambahkan, aksi persetubuhan ini pertama kali dilaporkan oleh orang tua korban yang mendapat informasi dari teman-teman sekolah korban.

“Dari informasi tersebut, orang tua korban kemudian melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Satreskrim Polres Blitar,” pungkas Kasat Reskrim Polres Blitar. (Fajar AT)

Polres Blitar Bagikan 2000 Masker, Disiplinkan Protokol Kesehatan

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela membagikan masker kepada masyarakat di lingkungan pasar

BERITABLITAR.COM – Guna mengingatkan kembali pentingnya disiplin protokol kesehatan, Polres Blitar membagikan 2.000 masker di pusat-pusat keramaian di Kabupaten Blitar. Diantaranya di alon-alon dan pasar Sutojayan serta pasar Wlingi, Selasa (2/2/2021).

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, kegiatan pembagian masker ini dilakukan, mengingat angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar masih tinggi. Sementara kedisiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan semakin menurun. Khususnya dalam menggunakan alat pelindung diri paling dasar yaitu menggunaakan masker.

“Karena masyarakat sudah mulai jenuh sehingga kedisiplinan mulai kendor. Yang pada akhirnya penurunan kedisiplinan ini berdampak pada kenaikan kasus Covid-19. Untuk itu kita ingin mengingatkan kembali, kedisiplinan protokol kesehatan kepada masyarakat. Utamanya dalam menggunakan masker,” AKBP LeonardM Sinambela, Selasa (2/2/2021).

Lebih lanjut Leonard menjelaskan, pembagian masker kali ini dilakukan berbeda. Dimana anggota Polres Blitar membagikan masker sambil memberi edukasi terkait cara pemakaian dan waktu pemakaian.

“Membagikan masker sekarang bukan hanya dibagikan tapi kita juga beru edukasi. Bagaimana memakainya dan harus sering diganti. Areal publik dan tempat lain yang berpotensi adanya keramaian masyarakat menjadi prioritas,” pungkas Kapolres Blitar. (Fajar AT)

Kamar Binaan Lapas Kelas II B Blitar Disidak Petugas

Petugas Lapas Kelas II B Blitar menggeledah kamar warga binaan

BERITABLITAR.COM – Petugas Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Blitar melakukan sidak kamar warga binaan, Senin (1/2/2021) malam. Ini dilakukan untuk mengantisipasi gangguan keamanan. Pelaksanaan sidak dilakukan dengan mengedepankan sisi kemanusiaan serta menerapkan protokol kesehatan.

Dalam sidak tersebut, petugas menggeledah seluruh kamar warga binaan pemasyarakatan untuk memastikan Lapas bersih dari narkoba, senjata tajam, alat komunikasi serta barang terlarang lainnya.

Kepala keamanan Lapas Kelas II B Blitar, Bambang Setiawan mengatakan, kegiatan dilakukan dengan tujuan untuk pencegahan, pemberantasan, dan penyalahgunaan peredaran gelap narkoba (P4GN) di dalam Lapas.

“Sidak ini difokuskan pada blok khusus kasus narkoba. Kegiatan penggeledahan juga berdasarkan perintah Dirjenpas terkait deteksi dini dan pemberantasan narkoba di dalam Lapas,” kata Bambang Setiawan, Selasa (2/2/2021).

Lebih lanjut Bambang menyampaikan, kegiatan seperti ini akan dilaksanakan secara rutin dan ditingkatkan intensitasnya.

“Hasil penggeledahan sidak tersebut antara lain, kartu remi, gunting, pemotong kuku, gelas kaca dan pecahan cermin,” jelasnya.

Bambang mengimbau kepada para warga binaan untuk tidak  mencoba melakukan tindakan yang dilarang atau melanggar aturan Lapas. (Fajar AT)

Berita Terpopuler

Cuaca Hari Ini

Blitar, ID
overcast clouds
27.8 ° C
27.8 °
27.8 °
73 %
2.5kmh
90 %
Ming
29 °
Sen
30 °
Sel
31 °
Rab
31 °
Kam
31 °