Beranda blog Halaman 2

BPBD Blitar Ingatkan Masyarakat Untuk Meminimalisir Dampak Bencana

Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ahmad Cholik

BERITABLITAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar mengeluarkan imbauan peringatan dini guna mengantisipasi risiko bencana alam di daerahnya. Hal ini dilakukan untuk menghadapi puncak musim penghujan

Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ahmad Cholik mengatakan, peringatan dini tersebut ditujukan kepada masyarakat yang tinggal di sejumlah kawasan rawan bencana alam banjir dan tanah longsor.

“Kalau dari kami personel siap dan terus standby. Kemudian persiapan lain-lain kami siapkan termasuk untuk keadaan darurat. Kami juga berkali-kali mengingatkan dan meminta kesiapan masyarakat agar terus waspada,” kata Ahmad Cholik, Rabu (17/2/2021).

Lebih lanjut Cholik menandaskan, masyarakat harus peka dengan kondisi alam. Misalnya saja cuaca panas lalu tiba-tiba mendung tebal, yang harus diwaspadai adalah hujan lebat disertai angin.

“Karena sering ada kondisi seperti cuaca panas kemudian tiba-tiba mendung tebal. Untyuk itu kami himbau yang punya pohon ukuranya besar dan berpotensi roboh jika terkena angin, agar dipangkas untuk meminimalisir dampak bencana,” tandasnya.

Cholik menagaskan, selain potensi hujan angin, warga yang tinggal di lereng- perbukitan, di pinggir sungai, agar lebih waspada.

“Terutama pada saat di wilayah mereka hujan turun dengan intensitas tinggi dan berlangsung lama. Mereka diminta untuk mengungsi sementara ke lokasi yang relatif aman,” tegasnya.

Cholik menambahkan, antisipasi ini penting untuk menghindari dampak korban jiwa dari potensi bencana tanah longsor maupun banjir.

“Yang rawan seperti longsor harus bisa waspada sendiri. Harus tahu  jalur evakuasi, tahu apa yang  harus diselamatkan dulu. Kami berharap masyarakat tahu mereka berada dimana apakah rumah saya potensi bencana atau tidak. Jadi potensi jatuhnya korban jiwa bisa kita minimalisir,” imbuhnya.

Cholik juga menghimbau, agar keluarga yang memiliki anak kecil untuk memastikan tidak bermain di  luar rumah saat sedang hujan. Hal ini setelah adanya beberapa kali kasus anak-anak yang hanyut di saluran air saat sedang hujan .

“Untuk keluarga kejadian yang kemaren ada anak yang hanyut di saluran air harus dijadikan pelajaran kalau pengawasn dari orang tua penting.  Apakah anaknya bermain di luar rumah atau tidak.  Ini pengalaman  memilukan tapi bisa jadi pelajaran. Jangan sampai terulang lagi. Karena ini sudah beberapa kali terjadi,” pungkas Kepala BPBD Kabupaten Blitar. (Fajar AT).

Diduga Budidaya Klanceng Macet, Kakek Di Blitar Nekat Gantung Diri

Kakek YSM (80), warga dusun Krajan Desa Bacem Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar ditemukan meninggal dunia dengan posisi menggantung

BERITABLITAR.COM – Kakek YSM (80), warga dusun Krajan Desa Bacem Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar ditemukan meninggal dunia dengan posisi menggantung, Rabu (17/2/2021) pagi. Diduga korban nekat gantung diri, lantaran usaha budidaya Klanceng nya macet hingga merugi.

Kasubag Humas Polres Blitar AKP Imam Subechi mengatakan, kejadian tersebut berawal ketika saksi Angga sekitar  pukul  05.30 WIB hendak membuang sampah di pekarangan disamping rumahnya. Saat mendekati tempat pembuangan sampah, saksi melihat korban dalam posisi tergantung di pohon mangga dengan menggunakan alat berupa seutas tampar plastik warna biru.

“Saksi yang mengetahui korban sudah meninggal, kemudian memanggil warga untuk meminta bantuan,” kata Imam Subechi, Rabu (17/2/2021).

Lebih lanjut Imam menyampaikan, selanjutnya keluarga korban melaporkan kejadian tersebut ke perangkat Desa Bacem, kemudian diteruskan ke Polsek Lodoyo Timur.  Korban dievakuasi dan dilakukan pemeriksaan secara medis oleh petugas Puskesmas.

“Tidak ditemukan tanda tanda penganiayaan dan murni karena bunuh diri dan kemudian dilakukan pengambilan sidik jari dari tim Inafis Polres Blitar,” tandasnya.

Imam subechi menambahkan, yang melatar belakangi korban nekat gantung diri, diduga karena uangnya habis untuk modal ternak klanceng.

“Diduga uang korban habis, karena belum sempat memanen madu, dan budidaya klancengnya macet,” pungkasnya. (Fajar AT).

Antisipasi Banjir, Komisi III DPRD Kota Blitar Tinjau Kondisi Daerah Terdampak Banjir

Komisi III DPRD Kota Blitar tinjauan lokasi yang terdampak banjir

BERITABLITAR.COM – Komisi III DPRD Kota Blitar melakukan tinjauan lapangan ke lokasi yang terdampak banjir, Rabu (17/2/2021). Sejumlah drainase, irigasi dan saluran pengairan lainnya disurvey kondisinya. Komisi IIII meminta Pemkot Blitar segera membuat masterplan terkait penataan saluran air untuk mengatasi masalah banjir. Karena masterplan yang sekarang masterplan merupakan lama.

Tinjaun ke sejumlah titik terdampak banjir tersebut, selain Komisi III DPRD Kota Blitar, juga diikuti Kepala Inspektorat, Kepala Bapeda, Kepala Dinas PUPR, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar, Camat Kepanjenkidul, dan Camat Sukorejo.

Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto usai mengecek sejumlah saluran air yang terdampak banjir mengatakan, hasil survei yang dilakukan dua hari berturut-turut mulai dari Selasa 16 Februari sampai Rabu 17 Februari ini diketahui, jika  hampir semua infrastruktur drainase, irigasi dan pengairan di Kota Blitar memerlukan normalisasi. Sekaligus pembenahan terhadap kondisi yang rusak akibat hujan deras.

“Kami temukan konstruksinya rata-rata tahun 1980 an. Konstruksinya batu bata dan kira-kira tidak pakai semen,” kata Totok Sugiarto, Rabu (17/2/2021).

Lebih lanjut Totok menandaskan, permasalahan banjir dan luapan air yang belakangan sering terjadi di Kota Blitar saat musim penghujan, menjadi isu strategis pembangunan yang menjadi urgen untuk ditangani.  Setelah dilakukan survei baru diketahui mana saja yang mendesak untuk segera dilakukan perbaikan untuk meminimalisir banjir dan luapan air di musim penghujan.

“Dua dilema di Kota Blitar, yaitu saat musim hujan terjadi banjir dan luapan air dimana-mana.  Saat kemarau terjadi kekeringan. Kita minta ini jadi isu strategis dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD),” tandasnya.

Totok menambahkan, Komisi III mengusulkan ke pimpinan agar mendesak Wali Kota Blitar untuk melakukan kerjasama dengan Kabupaten Blitar.  Karena posisi Kota Blitar berada di tengah-tengah  Kabupaten Blitar. 

“Penanganan banjir dan kekeringan juga harus terencana dan terintegrasi. Bisa saja air dari kabupaten kemudian mengalir ke Kota Blitar sehingga jadi luapan. Untuk itu perlu kerja sama dengan kabupaten dalam penanganan masalah banjir di kota,” imbuhnya.

Politikus PKB ini menegaskan, Komisi III juga meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Blitar agar mempunyai standar pelaksanaan pemeliharaan normalisasi saluran air, baik drainase dan irigasi. Sehingga dasar penganggaran pemeliharaan saluran baik irigasi maupun drainase tidak lagi didasarkan ketersediaan anggaran atau mumpung ada anggaran.

“Kami meminta Pemkot Blitar segera membuat masterplan terkait penataan saluran air untuk mengatasi masalah banjir. Karena masterplan yang sekarang adalah masterplan lama. Perlu segera dibuat masterplan baru yang menyesuaikan kondisi sekarang,” pungkasnya.

Dari hasil survei ada sejumlah titik yang memerlukan penanganan sesegera mungkin. Diantaranya normalisasi aliran sungai di Kembangan-Tanjungsari-Pakunden dan aliran sungai di Tanggung-Bendo-Dawuhan-Dimoro. Kemudian, aliran sungai di Jatimalang-Dam Sentul-Cari-Plered-Meduran-Mentaraman-Sumberbentis-Karangsari-Tlumpu-Rembang. Kemudian aliran sungai di Jatimalang sampai Rembang, ini salah satunya menyebabkan banjir di kawasan Jalan Mastrip dan Jalan Merdeka.

Terakhir, aliran sungai Gedog yang terdiri aliran sungai Gedog I-Plered- Gebang-Karanglo. Kemudian aliran sungai Gedog II-Brendil-Sananwetan- Karanglo menyatu dengan aliran sungai Gedog I ke Karangtengah-Klampok. Kemudian, aliran sungai Gedog III-Ngegong- Ngrebo-Sananwetan/Kuningan.  (Fajar AT)

Dalam Sehari 6 Pasien Covid-19 di Kota Blitar Meninggal Dunia

Pemakaman salah satu pasien Covid-19 di Kota Blitar

BERITABLITAR.COM – Pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Blitar yang meninggal dunia terus bertambah. Satgas Covid-19 Kota Blitar mencatat, pada 14 Februari kemarin ada 6 pasien Covid-19 meninggal dalam sehari.

Ketua Harian Satgas Covid-19 Kota Blitar Didik Djumianto mengatakan, 6 pasien Covid-19 meninggal dalam sehari diantaranya, 2 warga Kelurahan Tanggung. Masing-masing wanita berusia 37 tahun dan 54 tahun. Kemudian 1 orang warga Karangsari laki-laki berusia 28 tahun. Lalu warga Kelurahan Kepanjenlor laki-laki berusia 63 tahun. Warga Kelurahan Sananwetan perempuan berusia 60 tahun dan warga Kelurahan Sentul perempuan berusia 28 tahun.

“Minggu 14 Februari kemarin, dalam sehari ada pasien terkonfirmasi positif meninggal dunia sebanyak enam orang ,” kata Didik Djumianto, Senin (15/2/2021).

Lebih lanjut Didik menjelaskan, hingga Minggu (14/2/2021) ini, total warga Kota  Blitar yang meninggal dunia akibat Covid-19 mencapai 84 orang. Sedangkan jumlah tambahan kasus baru pada hari yang sama mencapai 39 kasus.

“Untuk kasus baru ada tambahan 39. Sehingga total jumlah komulatif  kasus di Kota Blitar ada 1.816 kasus,” jelasnya.

Didik mnambahkan, untuk memutus penularan Covid-19, Kota Blitar juga menerapkan Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro. Ada dua titik yang memberlakukan PPKM skala mikro,yaitu satu RT yang berada di Kelurahan/Kecamatan Sukorejo. Kemurian yang kedua di Perumahan Wisma Indah yang berlokasi di Kelurahan Kepanjenlor Kecamatan Kepanjenkidul.

“Kedua titik tersebut masih berstatus zona merah dan zona orange penyebaran Covid-19. Penerapan PPKM mikro di dua titik tersebut dilakukan sesuai protap yang telah ditetapkan. Utamanya soal mobilitas warganya saat keluar masuk lingkungan,” pungkasnya. (Fajar AT)

Diharapkan Mahasiswa Blitar Berperan Aktif Pada Posko Penanganan Covid 19 Di Tingkat Desa

Pengurus HMI Blitar bersama Kapolres Blitar saat silaturrahmi di Mapolres Blitar

BERITABLITAR.COM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Blitar Raya mengunjungi Kapolres Blitar, Senin (15/2/2021) di Mapolres Blitar. Dalam silaturahmi ini, Ketua HMI beserta pengurus menyampaikan rencana kegiatan HMI Blitar yang akan dilaksanakan pada bulan ini.

Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Blitar Raya, Wempi Apriyanto mengatakan, HMI Blitar Raya akan melaksanakan kegiatan Laporan pertanggungjawaban semester I. Rencananya akan dilaksanakan di Kantor Bapemas kota Blitar, Minggu 21 Februari 2021 mendatang.

“Kami mengundang bapak Kapolres Blitar untuk bisa menyampaikan wawasan kepada audiens dalam acara tersebut,” kata Wempi Apriyanto, Senin (15/2/2021).

Lebih lanjut Wempi menyampaikan, dalam hal penanganan Covid-19, khususnya pada bidang ekonomi, khsusunya usaha mikro di Blitar untuk tetap bisa berkembang dan tersedia fasilitas online, HMI Blitar Raya juga sudah membuat media social atau aplikasi untuk digunakan sebagai metode perdaganganan.

“Kami telah membuat media social atau aplikasi untuk digunakan sebagai metode perdaganganan, agar usaha mikro bisa tetap berjalan,” jelasnya.

Sementara Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, mahasiswa Blitar Raya diharapkan dapat berperan aktiv dalam penanganan pengendalian covid-19 yang saat ini masih masiv dan terus bertambah.

Kami berharap teman teman mahasiswa dapat ikut serta berperan dalam kegiatan pelaksanaan PPKM Berbasis Mikro. Seperti pembuatan dan berperan aktiv pada posko penanganan covid-19 di tingkat desa,” kata AKBP Leonard M Sinambela.

Leonard menambahkan, wacana Polres Blitar saat ini adalah bagaimana memecah persoalan tentangan, bagaimana meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan prokes di masyarakat dengan metode penelitian/researh ilmiah.

“Karena semua hal sudah kita lakukan mulai dari sosialisasi, bagi masker, operasi yustisi. Namun efektifitasnya masih belum maksimal untuk menekan penyebaran covid 19. Karena saat ini kita hanya berorientasi pada angka angka,” paparnya.

Lebih lanjut Leonard mengingatkan, bahwa covid-19 berpengaruh kepada semua aspek kehidupan di masyarakat mulai dari ekonomi hingga aspek sosial. Untuk itu perlu disosialisasikan juga terkait dengan 5 M (memakai masker, menjaga jarak aman ketika berbicara dengan orang lain, mencuci tangan menggunakan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi kegiatan mobilitas).

“Karena dengan identifikasi yang tepat, diharapkan penanganan juga tepat. Untuk itu, kami menginginkan temen-temen mahasiswa bisa melakukan penelitian terhadap perubahan perilaku perilaku masyarakat terkait pelaksanaan protokol kesehatan. Baik secara kualitatif ataupun kwantitatif sebagai projek untuk peningkatan prokes di masyarakat,” pungkas Kapolres Blitar. (Fajar AT)

Polisi Datangkan Psikiater Untuk Periksa Kejiwaan Pelaku Pembacokan 3 Wanita di Blitar

Pelaku aksi penganiayaan terhadap tiga orang perempuan di Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok, menjalani pemeriksaan di Mapolres Blitar Kota

BERITABLITAR.COM – Pemeriksaan terhadap RW (16), pelaku aksi penganiayaan terhadap tiga orang perempuan di Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok terus dilakukan. Rencananya, Satreskrim Polres Blitar Kota akan mendatangkan psikiater untuk memastikan kondisi kejiwaan pelaku yang juga warga Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok tersebut.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan, penyidik Satreskrim Polres Blitar melibatkan psikiater untuk mengetahui kondisi kejiawaan pelaku, karena keterangan pelaku selalu berubah-ubah. Hal ini dilakukan untuk mengukap motif dan alasan pelaku melakukan aksi penganiayaan.

“Saat diamankan dan di mintai keterangan oleh petugas, pelaku ini seperti tidak memiliki rasa bersalah. Pelaku juga tidak menyesal dengan perbuatanya. Sehingga muncul kecurigaan adanya gangguan kejiwaan sehingga perlu pemeriksaan lebih lanjut melibatkan psikiater,” kata AKBP Yudhi Hery Setiawan, Senin (15/2/2021).

Lebih lanjut Yudhi menyampaikan, selain itu saat dimintai keterangan pelaku juga mengaku, setelah membacok tiga korban, pelaku berencana membunuh kedua orang tuanya.

“Saat kami periksa pelaku juga sempat berkata, setelah membacok tiga korban, rencananya pelaku akan membunuh kedua orang tuanya.  Ini lah yang sampai saat ini belum di ketahui motif dari pelaku,” jelasnya

Yudhi menambahkan, selama menjalani pemeriksaan pelaku didampingi kuasa hokum, karena pelaku tergolong masih di bawah umur.

“Jadi kami masih menunggu hasil dari pemeriksaan medis dan kejiawaan dari pada pelaku. Perkembangan lebih lanjut akan segera kami sampaikan,” pungkas Kapolres Bliar Kota.

Diberitakan sebelumnya RW, menganiaya tiga orang perempuan pada Sabtu (13/2/2021) lalu. Penganiayaan dilakukan di rumah salah satu korban di Desa Sumberasri Kecamatan Nglegok.

Ketiga korban tersebut masih saudara pelaku sendiri, diantaranya Agustina Widya Rahmawati (25), warga Desa Sumber Asri Kecamatan Nglegok, Saskia Bunga Valentine (12) warga Desa Karang Bendo Kecamatan Ponggok dan Listyana Kholifatul janah (16) warga Desa Srengat Kecamatan Srengat.

Kejadian tersebut berawal saat RW berada di kandang ayam belakang rumah. Selanjutnya pelaku masuk ke dalam rumah memanggil korban Saskia. Namun korban Saskia tidak mengindahkan permintaan tolong pelaku karena sedang bermain game. Kemudian korban Saskia meminta korban Listyana untuk menemui pelaku.  Saat dihampiri oleh Listyana pelaku langsung melakukan penganiayaan hingga korban Listyana tersungkur ke tanah.

Selanjutnya pelaku mendatangi kembali korban yang masih berusia 12 tahun itu ke dalam rumah. Dia menyampaikan kalau saudaranya terpeleset di belakang rumah. Saat korban Saskia berjalan ke belakang untuk melihat kondisi korban Listyana, pelaku langsung melakukan penganiayaan yang sama.

Korban yang masih berusia 12 tahun itupun kemudian lari sambil berteriak minta tolong. Teriakannya membuat korban ketiga Agustina yang berada di dalam kamar keluar. Saat ditanya apa yang terjadi, pelaku lagi-lagi menyerang Agustina. Korban ketiga ini kemudian lari keluar rumah untuk meminta tolong kepada tetangga. Selanjutnya warga melaporkan Kejadian tersebut ke pihak Kepolisian.

Akhirnya pelaku menyerahkan diri kepada petugas kepolisian yang datang ke lokasi. Pelaku diduga mengalami gangguan kejiwaan hingga melakukan aksi penganiayaan terhadap ketiga korban. Dari tangan pelaku berhasil diamankan dua buah sabit dan satu buah parang. (Fajar AT)

Forkopimda Blitar Terima Vaksin  Kedua

BERITABLITAR.COM – Vaksin Sinovac ke dua telah diberikan kepada Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Sabtu (13/2/2021) pagi.

Bupati Blitar Rijanto, Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela, Kepala Kejaksaan Negeri Blitar Bangkit Sormin, dan Ketua PKK Kabupaten Blitar serta perwakilan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar turut mengikuti vaksinasi tahab ketua ini.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela usai divaksin mengatakan, dengan telah dilaksanakannya vaksinasi ke dua ini, membuktikan bahwa vaksin Sinovac ini aman. Untuk itu masyarakat diminta agar tidak takut divaksin karena sudah terbukti aman.

“Ini sudah pemberian dosis kedua. Sehingga dapat dipastikan aman. Untuk itu kami mengajak seluruh lapisan masyarakat ikut berpartisipasi mensukseskan program vaksinasi dengan cara mengikuti jadwal pencanangan penyuntikan yang sudah ditentukan oleh pihak medis di setiap wilayah,” kata AKBP Leonard M Sinambela, Sabtu (13/2/2021).

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, meskipun sudah dilakukan vaksin, namun masyarakat harus tetap menjaga protokol kesehatan dengan ketat. Sehingga manfaat vaksin bisa mencegah penularan Covid-19.

“Meski sudah divaksinita, kita harus tetap melaksanakan prokes. Yaitu dengan menerapkan 5 M (memakai masker,  menjaga jarak aman ketika berbicara dengan orang lain, mencuci tangan menggunakan sabun, menghindari kerumunan dan membatasi kegiatan mobilitas,” tandasnya.

Sementara juru bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Blitar, Krisna Yekti menjelaskan, saat ini sudah dimulai pemberian vaksin dosis kedua. Selain Forkopimda di waktu yang sama juga diberikan vaksin dosis kedua kepada tenaga kesehatan. Sama seperti pemberian vaksin dosis pertama, dosis kedua diberikan di masing – masing fasilitas pelayanan kesehatan. Termasuk di sejumlah Puskesmas maupun Rumah Sakit.

“Untuk dosis pertama kita sudah mencapai 85,2 persen. Dan untuk dosis kedua ini sudah mulai kami berikan di masing-masing fasilitas pelayanan kesehatan,” jelas Krisna.

Lebih lanjut Krisna menyampaikan, tidak ada  kendala dalam pemberian vaksin. Namun karena adanya gangguan server saat mengunggah data nakes yang telah selesai mendapat vaksin. Sehingga capaian vaksinasi masih mencapai 85,2 persen.

“Sebenarnya semua nakes sudah kami daftarkan untuk mendapat vaksin, termasuk nakes di dokter praktik maupun klinik – klinik juga sudah diusahakan. Tetapi kalau pun belum mendapat jadwal kemungkinan akan diikutkan pada tahap berikutnya nanti,” tandasnya

Krisna menambahkan, sesuai data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar, jumlah nakes yang mendapatkan vaksin baik untuk dosis pertama maupun dosis kedua adalah  2.854 nakes. Sedangkan untuk nakes yang tidak bisa divaksin berjumlah 100 orang.

“Tidak semua nakes bisa divaksin, karena nakes tersebutdengan komorbid atau penyakit penyerta, penyintas Covid-19, hingga hamil dan menyusui tidak dapat disuntik vaksin,” pungkasnya. (Fajar AT)

Gelar Balap Liar, Ratusan Pemuda dan 87 Motor Diamankan Polisi

BERITABLITAR.COM – Petugas Satlantas Polres Blitar berhasil mengamankan 87 kendaraan roda dua (R2), dan ratusan pemuda. Ini dilakukan saat menggelar razia balap liar di Jalan Umum Krakal Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar, Kamis (11/2/2021) dinihari.

Kasatlantas Polres Blitar, AKP Rudi Purwanto mengatakan, dalam razia ini, selain 87 kendaraan roda dua, turut digiring ke Mapolres Blitar 150 pemuda yang berada di lokasi saat digelarnya razia. Razia digelar menanggapi banyaknya aduan terkait maraknya balap liar di wilayah setempat. 

“Dalam razia balap liar ini, kami berhasil mengamankan  87 kendaraan roda dua. Selain itu juga 150 orang kami bawa ke Mapolres Blitar untuk didata dan dimintai keterangan serta dilakukan pembinaan,” kata Rudi Purwanto, Kamis (11/2/2021).

Lebih lanjut Rudi menyampaikan, 87 kendaraan bermotor yang disita  polisi baru bisa diambil setelah para pemilik membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi aksinya lagi.

“Untuk kendaraan yang tidak dilengkapi dokumen atau surat – surat akan dikenai sanksi tilang, Sementara bagi 150 pemuda yang ikut diamankan baru diperbolehkan pulang apabila dijemput oleh orang tuanya masing-masing,” jelasnya.

Rudi menambahkan, balap liar ini bisa memicu kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa, baik dari para pembalap maupun penonton. Selain itu mereka juga menciptakan kerumunan yang bisa menyebabkan penularan Covid-19.

“Kami berharap, mereka tidak mengulangi lagi kegiatan yang bersifat negatif seperti ini. Karena balap liar ini selain meresahkan juga membahayakan,” pungkas Kasat Lantas Polres Blitar. (Fajar AT)

248 Kampung Tangguh Semeru Di Tiap Desa/ Kelurahan, Dukung PPKM Mikro

Forkopimda Kabupaten Blitar melounching pembentukan kampung tangguh di setiap desa dan kelurahan

BERITABLITAR.COM – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro hingga ke tingkat RT resmi berlaku sejak 9 Februari hingga 22 Februari 2021 mendatang. Menindaklanjuti PPKM Mikro tersebut, Pemerintah Kabupaten Blitar membentuk 248 kampung Tangguh yang berada di tiap desa/kelurahan se Kabupaten Blitar.

Pemberlakuan PPKM skala mikro ini, sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) No. 03 Tahun 2021 tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Dimana tindakan pengendalian penyebaran Covid-19 saat ini, kini sampai ke tingkat RT berdasarkan empat zona yaitu zona hijau, kuning, oranye, dan merah.

Bupati Blitar, Rijanto usai lounching Desa/Kelurahan Tangguh di Kelurahan Satreyan, Kecamatan Kanigoro mengatakan, sesuai Instsruksi Mendagri (Inmendagri) No. 3 tahun 2021 tentang PPKM tentang PPKM Berbasis Mikro dan Pembentukan Posko Penanganan Covid-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 pada 9-22 Februari 2021, Pemkab Blitar dan Forkopimda Kabupaten Blitar membentuk 248 kampung tangguh di tiap desa/kelurahan.

“Kalau sebelumnya hanya ada 75 kampung tangguh, pada PPKM Mikro ini di seluruh desa/kelurahan harus membentuk kampung Tangguh. Jadi sekarang ada 248 Kampung tangguh,” kata Rijanto, Rabu (10/2/2021).

Lebih lanjut Rijanto menyampaikan, keberadaan Kampung Tangguh di tiap desa/kelurahan, diharapkan bisa menekan penyebaran Covid-19.

“Melalui tindakan yang cepat dan tepat sampai tingkat RT, termasuk dengan adanya RT yang masuk zona merah, karena positif Covid-19 lebih dari 10 dalam seminggu, diharapkan bisa menekan penyebaran Covid-19,” jelas Rijanto.

Sementara Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela menuturkan, sejalan dengan diberlakukannya PPKM mikro, dilakukan pula upaya revitalisasi kampung tangguh di Kabupaten Blitar yang sempat mati suri. Revitalisasi kampung tangguh dilakukan secara daring dari Kelurahan Satrean Kecamatan Kanigoro, dan diikuti 248 desa dan kelurahan secara virtual.

“Pelaksanaan PPKM mikro dibuat struktur tugas yang dikepalai kepala posko yaitu kepala desa dan wakilnya tokoh agama dan, tokoh masyarakat. Didalam kampung tangguh ada 4 bidang yaitu pencegahan, penanganan, sosialisasi dan bantuan penanganan Covid-19. Seluruh bidang diisi Bhabinkamtibmas, Babinsa, tokoh masyarakat, karang taruna, PKK relawan dan tenaga kesehatan,” jelas Leonard M Sinambela.

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, Satgas Covid-19 dan Kampung Tangguh sudah melakukan pendataan, untuk penentuan zonasi tingkat RT. Respon PPKM Mikro ini ada 3 yaitu respon 3T (Tracing, Testing dan Treatment), karantina, kemudian respon 3M sehingga sosialisasi dan edukasi bisa berjalan.

“Pada zona orange dan merah di RT ada pembatasan aktifitas masyarakat seperti kegiatan ibadah dan jam keluar masuk RT dibatasi sampai jam 20.00 WIB,” tandasnya.

Di tempat yang sama juru bicara Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti menyampaikan, sesuai data Satgas Covid-19, hanya ada satu RT yang memberlakukan PPKM skala mikr,o karena masuk sebagai zona merah. RT tersebut berada di Kecamatan Selopuro. Sedangkan RT di desa-desa lainnya rata-rata berstatus zona kuning.

“Kalau dilihat dari tingkat RT kondisinya semua zona kuning. Jika ada yang merah itupun karena ada pondok pesantren. Jadi bukan warga lingkungan setempat yang terpapar Covid-19. Sebenarnya di Kabupaten Blitar tidak masuk dalam PPKM mikro. Namun tetap kami berlakukan sesuai dengan aturan pemberlakuan PPKM mikro,” papar Krisna Yekti.

Lebih lanjut Krisna menyampaikan, penyebaran Covid-19 di Kabupaten Blitar jika di mapping menyebar di semua wilayah. Sehingga walaupun secara zona tingkat kecamatan semua merah, namun jika dilihat kembali per RT di masing-masing desa tidak ada satupun RT yang memenuhi kriteria untuk masuk ke dalam PPKM mikro.

“Namun demikian, apapun zonanya kita tetap mengikuti aturan PPKM mikro artinya seluruh desa harus membentuk satgas penanganan Covid-19 semua desa harus ikut dalam desa tangguh. Untuk menjalankan PPKM mikro,” pungkasya.

Krisna menambahkan, PPKM skala mikro sendiri adalah pembatasan yang dilakukan dengan pemantauan zona risiko Covid-19 hingga tingkat RT. Kriterianya, zona hijau ketika tidak ada kasus aktif di tingkat RT. Zona kuning bila terdapat 1 rumah hingga 5 rumah dengan kasus positif Covid-19 selama 7 hari terakhir. Kemudian zona oranye bila terdapat 6 rumah hingga 10 rumah dengan kasus konfirmasi positif dalam 7 hari terakhir. Sedangkan zona merah diterapkan bila ada 10 rumah dengan kasus positif.

“Bila sudah berada di zona merah, maka diwajibkan untuk menutup tempat umum,  melarang kerumunan lebih dari 3 orang, membatasi akses maksimal pukul 20.00, serta meniadakan kegiatan sosial masyaraka,” pungkasnya. (Fajar AT)

Polres Blitar Gandeng Wartawan Blitar Raya Ajak Masyarakat Tes Cepat Antigen

Petugas melakukan tes swab antigen kepada salah satu wartawan Blitar Raya

BERITABLITAR.COM – Dalam memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-72, Polres Blitar bersama wartawan mengajak masyarakat untuk mengikuti tes cepat swab antigen. Kegiatan tersebut dilakanakan di pertigaan jembatan Kademangan, Selasa (9/2/2021).

Nampak pengendara yang sedang melintas dari arah Tulungagung menuju Blitar dihentikan secara acak untuk diberi masker, kemudian diarahkan ke tenda yang telah disediakan untuk dilakukan tes swab antigen. Dari 35 pengguna jalan yang melakukan tes swab antigen, diketahui 1 orang positif. Selanjutnya 1 orang yang positif langsung dibawa ke RSUD Mardi Waluyo untuk melakukan tes swab PCR.

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, tes cepat antigen ini merupakan yang kedua kalinya digelar Polres Blitar. Sebelumnya Polres Blitar menggelar tes swab antigen ini pada Sabtu 6 Februari 2020 lalu, di Kecamatan Kanigoro yang berstatus zona hitam penularan Covid-19 di Kabupaten Blitar. Sementara tes kedua digelar di pertigaan jembatan Kademangan yang merupakan jalur utama penghubung Kabupaten Blitar dengan Kabupaten Tulungagung.

“Dalam rangka memperingati HPN di tengah pandemi Covid-19, kami bersama teman-teman wartawan melakukan kegiatan yang sifatnya mengedukasi masyarakat. Kami membagikan masker sekaligus melakukan tes cepat antigen bagi para pengendara yang melintas,” kata AKBP Leonard M Sinambela.

Lebih lanjut Leonard menjelaskan, kegiatan tes cepat antigen ini dilakukan agar masyarakat paham bahwa kegiatan pemeriksaan dibutuhkan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara personal.

“Kita memberikan edukasi, bahwa kecepatan mendeteksi terhadap diri secara personal itu penting,” ujarnya.

Sementara Ketua PWI Blitar Raya, Irfan Anshori mengatakan, pada momen HPN ini, pers diharapkan mampu membantu peran pemerintah dalam mengatasi pandemi Covid-19. Dengan memberikan informasi dan edukasi soal pencegahan penularan Covid-19.

“Kami berharap kedepan pers diharapkan mampu menjadi corong pemerintah dalam mengatasi pandemi dengan mengedukasi masyarakat. Sehingga dapat menekan penularan Covid-19 di daerahnya masing-masing,” jelasnya. (Fajar AT)

Berita Terpopuler

Cuaca Hari Ini

Blitar, ID
overcast clouds
27.8 ° C
27.8 °
27.8 °
73 %
2.5kmh
90 %
Ming
29 °
Sen
30 °
Sel
31 °
Rab
31 °
Kam
31 °