Beranda blog

Covid-19 Terus Meningkat, Sekolah Tatap Muka di Blitar Ditunda Sampai Waktu Yang Belum Ditentukan

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar, Budi Kusumarjaka

BERITABLITAR.COM – Sekolah tatap muka di Kabupaten Blitar yang rencananya diberlakukan pada awal tahun 2021 urung dilakukan. Menyusul Kabupaten Blitar ditetapkan sebagai salah satu daerah di Jawa Timur yang harus menerapkan Pelaksanaan  Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Dinas Pendidikan Daerah Kabupaten Blitar, Budi Kusumarjaka mengatakan, awalnya memang direncanakan akan melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada awal Januari 2021 ini. Namun karena kondisi perkembangan Covid-19 di Jawa Timur saat ini sedang mengalami tren peningkatan, ditambah lagi Kabupate Blitar masuk pada 11 wilayah yang di sebut Gubernur sebagai wilayah yang harus menerapkan PPKM, rencana PTM di Kabupaten Blitar harus ditunda

“Sebelum diberlakukannya PPKM di Kabupaten Blitar, kami telah merencanakan untuk melakukan PTM sesuai dengan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri tentang sekolah tatap muka tahun 2021,” kata Budi Kusumarjaka, Kamis (14/1/2021).

Lebih lanjut Budi menyampaikan, semua proses pembelajaran kini masih harus dilakukan secara online atau daring sampai PPKM selesai 25 Januari mendatang.

“Ini sesuai dengan surat edaran (SE) Bupati Blitar nomor 31/05/409.06/2021 tentang PPKM untuk pengendalian penyebaran Covid-19,” jelasnya.

Budi menambahkan, kendati demikian setelah selesainya PPKM pada 25 Januari mendatang, pihaknya masih akan melakukan evaluasi guna mempertimbangkan apakah penerapan PTM sudah aman dilakukan atau belum.

“Setelah tanggal 25 Januari nanti, akan kami lakukan evaluasi, sekaligus mempertimbangkan apakah kondisi Covid-19 di Blitar sudah menurun atau belum. Baru akan kami putuskan apakah larangan PTM terkait akan kami cabut atau masih harus di perpanjang lagi,” imbuhnya.

Budi mengaku, bahwa sebelum pemberlakuan PPKM di Blitar sudah ada beberapa sekolah yang mengusulkan proposal kepada Dinas Pendidikan untuk mendapatkan ijin agar dapat menjalankan pembelajaran tatap muka mulai awal tahun 2021.

“Karena pertimbangan perkembangan kondisi Covid-19, kami menolak dan tidak mengijinkan satu sekolahpun untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka,” pungkasnya. (Fajar AT)

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemkot Blitar Siapkan Rumah Isolasi Alternatif

Rumah isolasi alternatif ini akan ditempatkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Kota Blitar di jalan Ciliwung, Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar

BERITABLITAR.COM – Hingga saat ini, setiap harinya pasien Covid-19 di Kota Blitar terus bertambah. Untuk antisipasi terkait perkembangan Covid-19 yang sulit diprediksi ini, Pemerintah Kota Blitar sudah mulai ancang-ancang menyiapkan rumah isolasi alternatif.

Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo mengatakan, perkembangan Covid-19 tidak bisa diprediksi. Untuk itu Pemkot Blitar terus melakukan langkah-langlah antisipasi. Salah satunya menyiapkan rumah isolasi alternatif. Mengingat kapasitas di rumah isolasi yang telah di siapkan sebelumnya sudah mulai penuh dan kami khawatir tidak lagi dapat menampung pasien Covid-19.

“Kami berencana menyiapkan rumah isolasi alternatif. Rencananya akan ditempatkan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 3 Kota Blitar di jalan Ciliwung, Kelurahan Tanggung, Kecamatan Kepanjen Kidul, Kota Blitar,” kata Hakim Sisworo, Kamis (14/1/2021).

Hakim mengaku, saat ini Kota Blitar hanya memiliki satu rumah isolasi yaitu, asrama Poltekes Kota Blitar di jalan dr. Soetomo, Kecamatan Sananwetan.

“Rumah isolalsi di Poltekes saat ini memiliki kapasitas sebanyak 122 pasien,” jelasnya.

Lebih lanjut Hakim menyampaikan, sedangkan rumah sakit rujukan RSUD Mardi Waluyo, saat ini sudah tidak lagi bisa menampung pasien Covid-19, karena telah mencapai jumlah maksimum.

“Agar pasien Covid-19  bisa mendapatkan perawatan secara baik, kami juga siapkan dua rumah sakit darurat, yaitu di Puskesmas Kepanjen Kidul dan Asrama dosen Poltekes Kota Blitar,” pungkas Sekretaris Satgas Covid-19 Kota Blitar. (Fajar AT)

Bapak dan Anak di Blitar Kerjasama Jadi Maling Motor

AN alias Choiri (40) dan anak kandungnya RM (16), pelaku pencurian 8 kendaraan roda 2 berbagai merk

BERITABLITAR.COM – AN alias Choiri (40), warga Desa Karangrejo, Kecamatan Garum Kabupaten Blitar dan anak kandungnya RM (16), diamankan Satreskrim Polres Blitar. Keduanya diamankan polisi karena bekerjasama melakukan aksi pencurian kendaraan roda 2. Bukannya memberi contoh yang baik kepada anaknya, justru Choiri mengajak anaknya untuk melakukan aksi kriminal.

Barang bukti 8 kendaraan roda 2 berbagai merk hasil pencurian AN alias Choiri (40) dan anak kandungnya RM (16).

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, pelaku melancarkan aksinya sejak November 2020 lalu. Aksi pencurian yang dilakukan kedua pelaku di 8 lokasi (TKP). Dalam melakukan aksinya mereka membagi tugas. Dimana AN melakukan aksi pencurian, sedangkan anaknya RM mengawasi sekitar lokasi.

“Keduanya melancarkan aksinya dengan sasaran area persawahan dan rumah kosong,” kata Leonard M Sinambela, Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, keduanya berhasil diamankan setelah polisi menerima laporan dari warga yang menjadi korban. Menindaklanjuti laporan tersebut kemudian Unit Resmob Satreskrim Polres Blitar melakukan serangkaian penyelidikan.

“Petugas berhasil mengamankan pelaku di dusun Bendilmalang Desa Mronjo Kecamatan Selopuro,” jelasnya.

Leonard menambahkan, setelah mengamankan keduanya, petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan pelaku penadahan dari barang hasil curian atas nama HTN (42) , warga Desa Ngadipuro Kecamatan Wonotirto.

“Dari tangan pelaku petugas berhasil mengamankan barang bukti 8 kendaraan roda 2 berbagai merk. Barang bukti tersebut kini diamankan di Mapolres Blitar,” pungkas Kapolres Blitar.

Akibat perbuatannya kedua pelaku bapak anak ini, dijerat dengan pasal 363  KUH Pidana dengan ancaman hukuman paling lama 9 tahun. Sementara penadah HTN dijerat dengan pasal

480 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. (Fajar AT)

Berdalih Bisa Sembuhkan Penyakit, Satu Keluarga Disetubuhi Dukun Cabul

Nur Huda (43), warga Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar, pelaku persetubuhan terhadap lima orang wanita yang masih satu keluarga

BERITABLITAR.COM – Satreskrim Polres Blitar mengamankan Nur Huda (43), warga Desa Plosorejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Dia dilaporkan karena melakukan aksi persetubuhan terhadap lima orang wanita yang masih satu keluarga.

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, awal mulanya pada tahun 2017 korban datang ke rumah pelaku untuk melakukan pengobatan alternatif sakit miom. Selanjutnya pelaku meminta korban untuk membuka baju, dan kemudian dipijat lalu disetubuhi

“Kepada korban pelaku mengaku bisa melakukan pengobatan alternatif. Dengan syarat korban harus mau disetubuhi untuk menghilangkan sakit miom yang diderita korban,” kata Leonard M Sinambela, Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, selanjutnya pelaku meminta korban agar tidak berobat di tempat lain, termasuk pengobatan medis. Dengan alasan penyakit yang diderita akan semakin parah jika korban berobat di tempat lain.

“Korban diminta datang untuk pengobatan secara bertahap. Bahkan dari pengakuan persetubuhan sudah dilakukan sebanyak 13 kali,” tandasnya.

Leonard menambahkan, perbuatan pelaku terbongkar saat korban  yang masih berusia 16 tahun meminta uang kepada orang tuanya untuk berobat ke dokter. Namun, karena curiga, ibu korban mendesak korban untuk mengaku.

“Dari sinilah kemudian terbongkar aksi persetubuhan yang dilakukan pelaku terhadap korban,” imbuhnya.

Kapolres Blitar menandaskan, setelah dilakukan pendalaman, ternyata korbannya bukan hanya satu, namun tiga saudara kandung. Bahkan ibu kandung korban juga mengalami hal yang sama.

“Mereka sudah pernah disetubuhi pelaku dengan modus yang sama. Perbuatan pelaku tertutup rapat, karena para korban tidak pernah saling bercerita terkait aksi persetubuhan yang dilakukan pelaku,” pungkasnya.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 81 ayat 2 Undang-Undang RI Nomor  17 tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU RI Nompr 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Fajar AT)

Tim Covid Hunter Polres Blitar Kota Evakuasi 16 Pasien Covid-19 ke Rumah Isolasi Pemkot Blitar

Petugas mengevakuasi pasien Covid-19 dari isolasi mandiri di rumah masing-masih ke rumah isolasi Pemkot Blitar.

BERITABLITAR.COM – Satgas penanganan Covid-19 Kota Blitar dibantu tim Covid Hunter Polres Blitar Kota mengevakuasi 16 pasien Covid-19. Setelah sebelumnya melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, ke 16 pasien tersebut, dibawa ke rumah isolasi yang disediakan Pemkot Blitar di gedung Poltekes Jalan Dokter Sutomo Kota Blitar. 

Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setiawan mengatakan, 16 pasien yang dievakuasi ini berasal dari tiga kecamatan di Kota Blitar. Rinciannya 8 dari Kecamatan Sukorejo, 5 dari Kecamatan Sananwetan dan 3 dari Kecamatan Kepanjenkidul.

“Kami membantu upaya pemindahan pasien Covid-19 dari yang semula isolasi mandiri di rumah masing-masing, ke rumah isolasi Pemkot Blitar,” kata Yudhi Hery Setiawan, Rabu (13/1/2021).

Lebih lanjut Yudhi menyampaikan, pemindahan ini dilakukan untuk memudahkan mengecek kondisi pasien dan menjaga kedisiplinan pasien. Serta sebagai salah satu upaya untuk memutus penularan Covid-19 di hulu untuk mencegah timbulnya klaster keluarga.

“Kita lakukan upaya di hulu untuk memutus penularan. Sehingga perltugas yang ada di hilir seperti  tenaga kesehatan juga terbantu,” jelasnya.

Yudhi berharap, masyarakat di sekitar lokasi pasien Covid-19 tinggal, tidak melakukan tindakan penolakan, tapi terus memberikan dukungann agar pasien cepat sembuh.

“Saya berharap sudah tidak ada penolakan atau semacamnya,” pungkas Kapolres Blitar Kota.

Data Satgas penanganan Covid-19 Kota Blitar, hingga saat ini ada 1.045 kasus komulatif. Dari jumlah tersebut, angka kesembuhan mencapi 868. Sementara 42 meninggal dunia. (Fajar AT)

Bertemu Sandiaga, Bamsoet Ajak Kemenparekraf Kembangkan Sport Automotive Tourism Bersama IMI

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno

Jakarta, Beritablitar.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo yang juga dipercaya sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) berharap ajang olahraga otomotif yang dipadukan dengan objek wisata atau sports automotive tourism akan mampu menarik wisatawan domestik maupun manca negara datang ke Indonesia. Usai pandemi sport automotive tourism diharapkan menjadi salah satu motor penggerak sektor pariwisata di Indonesia.

Hadir mendampingi Ketua Umum IMI, Sadikin Aksa, Rifat Sungkar, Judiarto dan Syamsul Bachri.
 
“IMI dan Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) sepakat bekerjasama untuk mengembangkan sport automotive tourism di Indonesia. Indonesia bisa menjadi salah satu ikon sport automotive tourism dunia karena memiliki kekayaan alam dan budaya yang sangat luar biasa,” ujar Bamsoet saat menerima Menparekraf Sandiaga Uno, di kediamannya di Jakarta, Senin Malam (12/1/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini menuturkan untuk tahap awal IMI beserta Kemenparekraf akan memanfaatkan ajang kejuaraan otomotif internasional MXGP 2021 untuk memadukan pariwisata dan olahraga otomotif. MXGP 2021 rencananya akan dibuka di Oman pada 3 April 2021 dan berakhir di Argentina pada 14 November 2021. Indonesia akan mendapatkan dua seri, yakni pada 4 Juli dan 11 Juli 2021.

“Tanggal 4 Juli 2021 MXGP rencananya akan dilangsungkan di kawasan otorita Candi Borobudur Jawa Tengah. Sementara tanggal 11 Juli 2021 rencana akan dilaksanakan di Bali. Kita sama-sama ketahui di Jawa Tengah dan Bali sangat banyak destinasi wisata yang sangat indah untuk dikunjungi,” kata Bamsoet.

Ketua Umum IMI dan Kemenparekraf juga sepakat akan mengembangkan kawasan ekonomi kreatif modifikasi kendaraan roda dua serta roda empat yang melibatkan ribuan UMKM. Sebab, produk modifikasi Indonesia sangat digemari oleh konsumen nasional serta internasional.

“Untuk mewujudkan sport automitive tourism ditengah pandemi, semua pihak harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Karenanya, perlu dijalankan dengan baik protokol kesehatan pariwisata berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environmental Sustainability) yang menjadi kebutuhan wisatawan dalam era adaptasi kebiasaan baru,” pungkas Bamsoet. (*)

Interpretasi Bentuk Akronim Dalam Penamaan Fanbase K-Pop

Ilustrasi

Oleh : Indah Puji Rukmini Eko Hastuti, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Jurusan : Pendidikan Bahasa Indonesia

Bahasa merupakan media komunikasi yang digunakan oleh masyarakat. Selain itu, bahasa sebagai alat bagi masyarakat dalam memperoleh informasi secara lisan maupun tulis. Seperti yang dikatakan Arisanti (2018) Bahasa merupakan suatu alat yang digunakan oleh manusia untuk berkomunikasi, berinteraksi serta menyampaikan pendapat. Dengan adanya bahasa maka masyarakat menjadi mudah dalam melakukan komunikasi sehingga terjalin suatu interaksi yang baik.

Dalam berkomunikasi masyarakat sebagai penutur bahasa yang beragam. Keragaman bahasa disebabkan oleh faktor dari perkembangan masyarakat di berbagai aspek kehidupan, salah satunya perkembangan iptek (ilmu pengetahuan dan teknologi) yang semakin maju sehingga mengakibatkan adanya perkembangan bahasa. Hal ini menunjukkan bahwa semakin modern suatu bangsa dan kehidupannya, maka akan semakin berkembang pula bahasanya. Salah satu contoh perkembangan bahasa adalah penggunaan pemendekan kata atau akronim.

Arti dari akronim merupakan singkatan dari gabungan huruf atau suku kata sehingga menjadi sebuah kata yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar. Seperti yang dikatakan oleh Arisanti (2018) bahwa akronim ialah salah satu bagian dari abreviasi, yaitu proses pemendekan yang diambil dari tiap kata maupun suku kata yang dapat dibaca sebagai sebuah kata. Selain itu, juga bisa sebagai proses penanggalan bagian-bagian leksem atau gabungan leksem sehingga menjadi sebuah bentuk singkatan, tetapi tidak merubah makna aslinya (Chaer, 2003). Akronim sebagai salah satu gejala perkembangan bahasa yang terjadi akibat dari berkembangnya iptek pada era globalisasi di kalangan masyarakat.

Dalam perkembangan iptek pada era globalisasi ini memudahkan masyarakat dalam mendapatkan suatu informasi. Globalisasi juga mengakibatkan budaya asing masuk dengan cepat ke dalam suatu negara, tidak terkecuali dengan bahasa. Globalisasi yang ditandai dengan arus komunikasi yang begitu cepat memicu perubahan dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, salah satunya bahasa yang bersifat dinamis sehingga mudah untuk mengalami perkembangan, seperti akronim. Penggunaan akronim ini banyak digunakan oleh generasi muda dalam berkomunikasi dengan kelompok komunitasnya atau sebagai media dalam penamaan nama komunitas. Hal tersebut dapat dilihat dari banyaknya komunitas yang menyukai karya dari budaya asing, salah satunya Korean pop atau disingkat menjadi K-pop. Pada budaya K-pop terdapat komunitas yang digunakan dalam penyebutan para penggemar. Penyebutan komunitas penggemar di dalam budaya K-pop dijuluki sebagai fanbase.

Fanbase merupakan sekelompok atau kumpulan penggemar yang ditandai oleh perasaan empati dan persahabatan terhadap orang lain yang memiliki minat yang sama. Fanbase K-pop memiliki beragam julukan dalam penamaannya sesuai dengan grup yang disukai. Penamaan fanbase K-pop ini digunakan oleh setiap grup K-pop sebagai penyebutan para penggemarnya. Dalam penamaan fanbase K-pop sering dijumpai bahkan sebagian besar menggunakan bentuk akronim dalam penyebutannya yang memiliki tujuan untuk memudahkan dalam pengucapannya. Penggunaan akronim dalam fanbase K-pop ini tidak lain sebagai bentuk ungkapan atau sebutan dari sang penyanyi untuk para penggemarnya.

Akronim dalam penamaan fanbase K-pop diciptakan untuk lebih memudahkan dalam membedakan dalam setiap penggemar dari grup K-pop. Contoh dari nama fanbase K-pop yang tergolong dalam pemendekan kata atau akronim, seperti Army, Shawol, Moa, Reveluv, Atiny, Alice, Fix, dan Fantasy. Dari penamaan fanbase K-pop ini memiliki makna yang penting bagi penyanyi ataupun penggemarnya.

Army merupakan pemendekatan kata dari fanbase boygrup bernama BTS. Penamaan Army merupakan singkatan dari Adorable Representative MC for Youth. Makna dari nama Army adalah sebagai perwakilan suara atau tindakan untuk membangkitkan semangat positif kepada para pemuda dalam menyuarakan dan mewujudkan impiannya menjadi kenyataan dengan cara kerja keras. Selain itu Army juga memiliki arti sebagai tentara atau militer yang dimaksudkan menjadi pelindung BTS dari stereotip, kritik, dan harapan yang menghantam seperti peluru.

Shawol merupakan pemendekatan kata dari fanbase boygrup bernama SHINee. Penamaan fanbase Shawol ini merupakan singkatan dari  The Shinee World. Makna dari nama Shawol berarti penggemar adalah dunia bagi SHINee. Hal ini dikarenakan bagi SHINee, penggemar sebagai rumah bagi mereka untuk bertukar komunikasi dan tempat untuk menghilangkan rasa lelah dari dunia kerjanya sebagai seorang penyanyi.

Moa merupakan pemendekatan kata dari fanbase boygrup bernama TXT (Tomorrow X Together). Nama fanbase Moa merupakan singakatn dari Moments of Alwaysness. Ada 2 makna dari nama Moa, yaitu makna pertama setiap momen yang dibagikan oleh TXT dan fans kami selalu ada dan selamanya. Kedua, TXT dan fans bersama-sama mengumpulkan setiap fragmen mimpi masing-masing untuk melengkapi mimpi kami sendiri menjadi satu impian. Jadi, nama Moa memiliki arti yang saling berhubungan satu sama lain dalam menggapai impian masing-masing dengan berjalan beriringan dan saling mendukung.

Reveluv merupakan pemendekatan kata dari fanbase girlgrup bernama Red Velvet. Nama fanbase ini merupakan singkatan dari Red Velvet and Luv. Makna dari Reve ialah impian dalam bahasa Prancis dan Luv yang berarti penggemar mencintai mereka dengan tulus. Jadi, dengan dinamakan Reveluv ini penggemar dapat membantu mewujudkan impian Red Velvet menjadi sebuah kenyataan dan memberikan cinta serta dukungan secara tulus satu sama lain.

Atiny merupakan pemendekan kata dari fanbase boygrup bernama Ateez. Nama dari Atiny merupakan singakatan dari Ateez and Destiny. Makna dari Atiny ini ialah Ateez dan penggemar telah ditakdirkan untuk bertemu. Maksud dari arti tersebut bahwa antara penyanyi dan penggemar memiliki hubungan yang erat sehingga ditakdirkan bertemu dan menghabiskan waktu yang lama dengan saling bepegangan tangan satu sama lain.

Alice merupakan pemendekatan kata dari fanbase  boygrup bernama Victon. Nama dari Alice ini singakatan dari Always We Love the Voice. Arti dari nama Alice ini ialah penggemar akan selalu menyukai suara mereka. Hal ini berkaitan erat dengan nama asli boygrup tersebut yang diambil dari Voice of New World. Adanya pembentukan nama penggemar yang dinamakan Alice maka penggemar mampu memberikan dukungan penuh kepada lagu yang sudah mereka buat.

FIX merupakan pemendakatan kata dari fanbase boygrup bernama CIX. Nama FIX merupakan singkatan dari Faith in X yang memiliki arti antara penyanyi dan penggemar saling percaya dan terus bersama hingga akhir. Makna yang terkandung dalam nama FIX ini untuk memberikan kepercayaan yang besar terhadap satu sama lain, saling mendukung, dan melimpahkan cinta sampai waktu berakhir.

Fantasy merupakan pemendekan kata dari fanbase boygrup SF9. Nama Fantasy ini merupakan singkatan dari Fantasy Accompany Next Together Affect SF9 You.  Arti dari nama Fantasy itu sendiri menunjukkan bahwa penggemar adalah wujud dari imajinasi mereka dan SF9 akan menjadi bagian dari harapan para penggemar. Selain itu, mereka juga ingin memiliki kenangan indah dengan penggemar yang tidak akan terlupakan. Jadi, dengan nama ini SF9 berharap para penggemar dapat menjadikan mereka sebagai harapan untuk mendapatkan motivasi atau semangat dalam mengejar impian.

Maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan akronim dalam penamaan fanbase K-pop ini memiliki makna yang mendalam antara penyanyi dan penggemar. Makna tersebut sebagai dorongan untuk penggemar mengejar impian dan mewujudkannya dengan bekerja keras seperti yang dilakukan oleh artis K-pop yang disukai. Hal ini diharapkan memberikan dampak positif bagi para pemuda untuk semangat dalam meraih kesuksesan dan melakukan hal-hal yang positif dalam kehidupannya dan lingkungan sekitar. (*)

Anggota Komisi IV DPRD RI Dapil Jatim VI Jaring Aspirasi Petani dan Nelayan Blitar

Ir. Endro Hermono, anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jatim VI dari Fraksi Partai Gerindra, melakukan reses di wilayah pantai Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar

BERITABLITAR.COM – Ir. Endro Hermono, anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jatim VI dari Fraksi Partai Gerindra, melakukan reses di wilayah pantai Serang Kecamatan Panggungrejo Kabupaten Blitar, Selasa (22/12/2020). Acara tersebut dihadiri 50 orang yang terdiri dari petani dan nelayan setempat, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selain menampung aspirasi para petani dan nelayan, Endro Hermono juga mensosialisasikan terkait asuransi nelayan yang dibiayai pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Sedangkan untuk para petani, dijelaskan terkait persyaratan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian.

Sementara dalam kesempatan tersebut, para petani pada umumnya mengusulkan berkaitan dengan pupuk bersubsidi yang sering sulit didapat, dan cara mendapatkan Kartu Tani yang menjadi kendala selama ini.

Endro Hermono mengatakan, pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya untuk menjalankan Undang-Undang Republik Indoneisa Nomor 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudidaya Ikan dan Petambak Garam.

“Hal itu diwujudkan melalui program Bantuan Premi Asuransi Nelayan (BPAN), sebagai salah satu program prioritas KKP yang juga sejalan dengan Nawacita nomor lima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia,” kata Endro Hermono.

Lebih lanjut Endro menyampaikan, BPAN dimaksudkan untuk menjamin kegiatan nelayan yang lebih baik dalam usaha penangkapan ikan. Sehingga hak-hak dan kewajiban nelayan menjadi jelas serta akan terlindungi dalam kegiatan usaha penangkapannya.

“Manfaat yang diperoleh antara lain ketentraman dan kenyamanan bagi nelayan, dan meningkatnya kesadaran nelayan untuk melanjutkan asuransi secara mandiri,” jelasnya.

Endro menambahkan, adapun calon penerima bantuan asuransi nelayan merupakan nelayan yang memenuhi ketentuan sebagai berikut: memiliki kartu nelayan, berusia maksimal 65 tahun, menggunakan kapal berukuran paling besar 10 GT, tidak pernah mendapatkan bantuan program asuransi dari pemerintah.

“Sejak digulirkan, KKP telah menerbitkan 143.600 polis asuransi nelayan di 34 provinsi di seluruh Indonesia,” imbuhnya.

Sementara terkait pertanian Endro menandaskan, pemerintah memberikan sejumlah syarat kepada petani miskin yang akan mendapat bantuan. Nantinya bantuan tersebut diberikan dalam bentuk peralatan dan kebutuhan produksi pertanian.

“Ada tiga kategori petani yang akan menerima bantuan. Pertama itu terdiri dari petani serabutan, kedua petani yang berstatus petani buruh tani, dan petani penggarap. Mereka ini yang dalam Covid-19 ini terdampak langsung,” tandasnya.

Endro yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Kota Blitar ini menyampaikan, Kemterian Pertanian telah mengeluarkan program kartu tani yang memiliki manfaat cukup bagus untuk para petani. Karena kartu tani adalah program dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian RI dengan tujuan untuk memudahkan petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Kartu tani merupakan sarana untuk memudahkan petani mendapatkan pupuk bersubsidi dengan harga sesuai HET (harga eceran tertinggi) yang telah ditentukan oleh pemerintah. Bukan hanya itu saja, kartu tani juga dapat dipergunakan para petani untuk berbagai kebutuhan dan keperluan pertaniannya,” jelasnya.

Menurut Endro, dengan memiliki kartu tani, nantinya para petani akan mendapat kepastian dalam memperoleh pupuk bersubsidi dan dapat menggunakannya dalam membeli pupuk bersubsidi.

“Langkah seperti ini juga efektif dalam menyalurkan pupuk bersubsidi tepat sasaran,” ujarnya.

Endro menambahkan, cara mengaktifkan kartu tani tidak sulit dan sangat mudah, pertama petani harus memiliki kartu tani. Selanjutnya petani datang ke bank terkait (bank yang menerbitkan kartu tani, apakah BNI, BRI, BTN atau Mandiri). Kemudian mengisi saldo sesuai dengan ketentuan bank terkait.

“Setelah kartu tani aktif, untuk keamanan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, pemilik kartu tani diharuskan mengubah PIN standar kartu tani. Setelah aktif, kartu tani langsung bisa digunakan untuk pembelian pupuk bersubsidi,” pungkas anggota Komisi IV DPR RI Dapil Jatim VI dari Fraksi Partai Gerindra. (Fajar AT)

Dalam 1 Tahun BNN Kabupaten Blitar Rehabilitasi 13 Pecandu Narkoba

Kepala BNN Kabupaten Blitar, AKBP Bagus Hari Cahyono

Beritablitar.com – Selama tahun 2020, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Blitar merehabilitasi 13 pecandu narkoba. Hal ini diungkapkan Kepala BNN Kabupaten Blitar, AKBP Bagus Hari Cahyono saat menyampaikan hasil kinerjanya selama tahun 2020 kepada wartawan, Rabu (16/12/2020).

Bagus Hari Cahyono menyebut, dari13 orang tersebut, 10 dirawat jalan BNN Kabupaten Blitar karena tingkat kecanduannya sedang. Sedangkan 3 orang dirujuk ke RSJ Lawang Malang untuk mendapatkan perawatan karena tingkat kecanduannya masuk kategori berat.

“Kami menerima permintaan sebanyak 13 layanan rehabilitasi. Dari 13, yang dirawat di BNN ada 10 orang. Kemudian 3 orang kita rujuk ke RSJ Lawang Malang,” kata Bagus Hari Cahyono.

Lebih lanjut Bagus menyampaikan, dari 13 orang tersebut, 4 merupakan limpahan dari Polres. Sementara 9  orang datang sendiri dengan tujuan agar dirinya direhabilitasi.

“Harapan kita kalau memang ada keluarga yang terkena narkoba  bisa disampaikan ke kita karena kami akan mengobati. Kalau kecanduannya ringan kita tangani disini. Kalau kecanduannya berat akan kita rujuk ke rawat inap ke RSJ Lawang Malang dan di Bogor,” ujarnya. 

Bagus menambahkan, jika dibandingkan tahun 2019, ada penurunan jumlah pecandu yang direhabilitasi. Dimana pada 2019 lalu BNN Kabupaten Blitar merehabilitasi 56 pecandu. 

“Tahun 2019 lalu ada 56 yang kami rehab. Mungkin karena adanya pandemi Covid 13 jadi berkurang. Namun dari 13 itu yang melaporkan diri sendiri ada 9. Kalau dulu  lebih banyak yang dari Polres,” tegasnya.

Kepala BNN Kabupaten Blitar mengaku, selama setahun ini pihaknya berhasil mengungkap dua kasus peredaran narkoba. Dengan barang bukti 7,79 gram sabu. Dari ungkap kasus tersebut berhasil diamankan 2 tersangka.

“Target kami cuma satu, namun kami berhasil mengungkap dua kasus,” pungkas Kepala BNN Kabupaten Blitar. (Fajar)

Mak Rini – Makdhe Rahmat Kalahkan Petahana di Pilbup Blitar

Beritablitar.ComPasangan nomor 2 Rini Syarifah (Mak Rini) – Rahmat Santoso (Makdhe Rahmat) menang dalam Pemilhan Bupati dan wakil Bupati Blitar Tahun 2020  atas pasangan petahana nomor 1 Rijanto – Marhaenis Urip Widodo. Berdasarkan hasil realcount versi Tim IT Pemenangan Paslon No. 2 Rini Syarifah (Mak Rini) – Rahmat Santoso (Makdhe Rahmat) memperoleh suara 56,53 % atau 352.092 suara. Sedangkan Rijanto – Marhaenis memperoleh 39,54 % atau 246.255 suara.

Atas kemenangan tersebut, pasangan yang diusung PKB, PAN dan PKS ini mendeklarasikan di Media Center Tim Pemenangan Mak Rini – Makdhe Rahmat di Jalan Bengawan Solo, Kota Blitar.

Cawabup Rahmat Santoso (Makdhe Rahmat) mengatakan, hari ini Pilkada Kabupaten Blitar sudah selesai, mari semua masyarakat Kabupaten Blitar bersatu kembali.

“Sekarang tidak ada lagi 01 atau 02, kembali kosong-kosong,” kata Makdhe Rahmat, Rabu (9/12/2020).

Lebih lanjut Makdhe Rahmat menyampaikan, pihaknya mengajak semua pihak mengawal hasil Pilbup yang damai dan sejuk.

“Demi masyarakat Kabupaten Blitar, agar bisa Maju Bersama Sejahtera Bersama, ari kita kawal hasil Pilbub yang damai dan sejuk,” jelasnya.

Sementara Panglima lapangan, Heri Romadhon menyampaikan hasil hasil realcount versi Tim IT Pemenangan Paslon Mak Rini – Makdhe Rahmat dari 22 kecamatan, 2.278 Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“InsyaAllah, kami menyatakan diri bahwa paslon No. 2 memenangkan kontestasi Pilkada Kabupaten Blitar,” jelas Heri Romadhon.

Heri Romadhon yang juga Ketua DPD PAN Kabupaten Blitar ini menambahkan, klaim kemenangan ini juga diperkuat hasil realcount per jam 16.00 Wib, dari 22 kecamatan paslon No. 2 menang di 15 kecamatan. Sisanya 7 kecamatan dimenangkan paslon petahana No. 1 Rijanto – Marhaenis Urip Widodo yang diusung PDIP, PPP, Nasdem, Demokrat, Gerindra dan Golkar.

“Sesuai data yang tertabulasikan berdasarkan dari Form C1 dan Plano, paslon No. 1 mendapat suara 39,54 % dan No. 2 mendapat 56,53 %  dan suara tidak sah 3,93 %,” pungkas anggota DPRD Provinsi Jatim ini. (Fajar)

Berita Terpopuler

Cuaca Hari Ini

Blitar, ID
light rain
29.4 ° C
29.4 °
29.4 °
60 %
3.7kmh
100 %
Ming
29 °
Sen
30 °
Sel
30 °
Rab
24 °
Kam
27 °