Beranda blog

Polres Blitar Kota Musnahkan Ribuan Botol Miras

Pemusnahan ribuan botol miras dan arak Jowo di depan Mapolres Blitar Kota

BERITABLITAR.COM – Menjelang puasa Ramadhan, Polres Blitar Kota memusnahkan ribuan botol minuman keras (Miras), Senin (12//2021).  Sebanyak 2.740 botol miras berbagai merk dimusnahkan di depan Mapolres Blitar Kota. Ribuan botol miras ini hasil operasi Pekat Semeru 2021 dalam rangka cipta kondisi menjelang bulan suci Ramadhan.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Yudhi Hery Setyawan mengatakan, razia miras ilegal ini dilakukan di sejumlah wilayah yang menjadi sarang peredaran miras di wilayah hukum Polres Blitar Kota. Pemusnahan miras ini dilakukan karena, selain merusak kesehatan dan mengancam jiwa yang menkonsumsinya, miras juga menjadi penyebab utama meningkatnya angka kejahatan.

“Pemusnahan miras ini bertujuan sebagai upaya cipta kondisi untuk menjaga situasi Kamtibmas selama bulan suci Ramadhan. Sehingga ke depan wilayah hukum Polres Blitar Kota lebih kondusif,” kata AKBP Yudhi Hery Setyawan.

Lebih lanjut Yudhi menandaskan, diharapkan dengan pemusnahan miras tersebut, kejadian kriminal yang dipicu karena miras dapat diminimalisir.

“Ini komitmen kami dalam rangka menjelang Ramadhan. Semoga di bulan Ramadan situasi Kamtibmas aman terkendali,” terang Yudhi.

Yudhi menambahkan, selain ribuan botol miras berbagai merk, Polres Blitar Kota juga memusnahkan 17 jerigen arak jowo. Peredaran arak Jowo di Blitar, tidak kalah populer dengan miras jenis lain.

“Selain miras botolan, kami juga memusnahkan arak Jowo 17 jerigen. Arak Jowo dianggap lebih berbahaya, karena sering dioplos dengan bahan lain sehingga membahayakan mereka yang mengkonsumsi,” pungkasnya. (Fajar AT)

TNI, Polri Bersama BPBD Kerja Bakti Bersihkan Puing-puing Akibat Gempa

BERITABLITAR.COM – Pasca gempa 6.1 skala richter yang terjadi di Malang, Sabtu (10/4/2021) kemarin, anggota TNI dan Polri bersama BPBD Kota Blitar melakukan kerja bakti (kurve) bersama di beberapa rumah warga dan rumah ibadah. Selain kerja bakti juga memberikan bantuan sembako kepada warga terdampak gempa bumi.

Kegiatan yang dipimpin Kabag Ops Polres Blitar Kota, Kompol Hari Sutrisno itu, dihadiri Wali Kota Blitar Santoso, Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan, Kasdim 0808 Blitar Mayor Inf. Leo Paraukan, perwakilanndari Yonif 511, Ketua BPBD Kota Blitar Hakim Isworo.

Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Hery Setiawan menegaskan, pasca gempa bumi pihaknya bersama TNI (Kodim 0808 dan Yonif 511) terus siaga. Dikhawatirkan adanya gempa susulan.

”Hari ini kita melakukan korve bersama rekan rekan TNI dan tim BPBD Kota Blitar guna membantu warga masarakat yang terdampak gempa bumi,” kata AKBP Yudhi Hery Setiawan, Minggu (11/4/2021).

Yudhi menambahkan, meskipun tidak ada korban jiwa, namun harus tetap waspada sekaligus memberi suport kepada warga masyarakat, sekaligus memberi bantuan.

“Untuk sementara ada kerusakan tempat ibadah, yaitu 2 madjid dan 1 gereja. Saat ini dalam tahap perbaikan,” jelasnya.

Sementara Wali Kota Blitar Santoso menyampaikan, kunjungan ini dilakukan untuk mengetahui dari dekat dampak kerusakan rumah-rumah warga, gedung pemerintah, juga di tempat ibadah yang terdampak gemba bumi.

“Untuk antisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, kemarin sudah kita pasang tenda terpal di beberapa titik posko,” jelas Santoso.

Santoso menambahkan, berdasarkan catatan BPBD Kota Blitar, dampak gempa bumi di wilayah Kota Blitar ada 25 bangunan yang rusak diantaranya, 14 rumah warga, 1 ruangan di RSUD Mardi Waluyo, 3 tempat ibadah dan 2 gedung perkantoran. Dengan total kerugian mencapai Rp 235 juta.

“Selain itu, juga dilaporkan adanya dua orang mengalami luka ringan akibat tertimpa reruntuhan bangunan. Dan saat ini tengah menjalani perawatan di rumah sakit,” pungkasnya. (Fajar AT)

Bupati Blitar Cek Lokasi Paling Terdampak Gempa di Blitar Selatan

Bupati Blitar Rini Syarifah bersama Forkopimda mendatangi lokasi paling parah terdampak gempa bumi 6.1 skala richter yang terjadi di Malang

BERITABLITAR.COM – Pasca gempa bumi 6.1 skala richter yang terjadi di Malang, Sabtu (10/4/2021) kemarin, Bupati Blitar Rini Syarifah bersama Forkopimda mendatangi lokasi paling parah terdampak gempa tersebut.

Wilayah Kabupaten Blitar yang mengalami dampak paling parah adalah Kecamatan Wates di Blitar Selatan. Dimana Kecamatan Wates berada di pesisir Selatan Blitar yang paling dekat dengan pusat gempa bumi di 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 kilometer.

“Kami bersama Forkopimda dan dinas terkait memastikan agar masyarakat tetap tenang. Kami akan melakukan pendataan untuk melakukan langkah selanjutnya,” kata Bupati Blitar Rini Syarifah, Minggu (11/4/2021).

Bupati juga langsung memerintahkan BPBD Kabupaten Blitar segera membuat posko darurat dan pusat komando. Sehingga koordinasi terkait informasi bencana maupun korban bencana bisa dilakukan dengan cepat, serta dapat ditangani secepat mungkin.

“Untuk pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas juga kami minta untuk terus siaga. Sedangkan rumah sakit juga harus siap menerima rujukan,” imbuhnya.

Selain mengunjungi daerah terdampak paling parah di Kecamatan Wates, Bupati Blitar juga memberikan bantuan kepada warga terdampak secara simbolis.

Sementara Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ahmad Cholik mengatakan, pihaknya sedang mendata sekaligus melakukan kajian tingkat kerusakan bangunan. Pemkab Blitar sendiri rencananya akan memanfaatkan dana darurat Rp 8 miliar, untuk membantu perbaikan rumah warga yang terdampak gempa 6,1 skala richter ini.

“Kami lakukan kajian mana saja rumah yang busa diberi manfaat dana darurat ini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, di Kabupaten Blitar tercatat kerusakan 344 bangunan akibat gempa bumi. Dari 344 tersebut, 9 bangunan yang masuk kategori rusak berat, 86 rusak sedang dan 249 rusak ringan. (Fajar AT)

Gempa Malang Rusak 369 Bangunan Di Blitar, Total Kerugian Capai Rp 1,3 M

Salah satu bangunan di Blitar rusak akibat gempa Malang

BERITABLITAR.COM – Wilayah Blitar Raya yang meliputi Kabupaten dan Kota Blitar tercatat 369 bangunan rusak. Ini akibat gempa 6.1 skala richter yang terjadi di Malang, Sabtu (10/4/2021) kemarin, Kerusakan paling parah terjadi di wilayah Kabupaten Blitar dengan total bangunan yang terdampak sebanyak 344. Sedangkan di Kota Blitar bangunan yang rusak sebanyak 25 bangunan.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ahmad Cholik mengatakan, kecamatan yang paling banyak terdampak adalah Kecamatan Wates yang berada di pesisir Selatan Kabupaten Blitar. Karena daerah tersebut, yang paling dekat dengan pusat gempa bumi di 90 kilometer  Barat Daya Kabupaten Malang dengan kedalaman 25 kilometer. Sedangkan dari 344 bangunan, ada 9 bangunan yang masuk kategori rusak berat, 86 rusak sedang dan 249 rusak ringan.

“Akibat kerusakan dari 344  bangunan ini, estimasi kerugian sekitar Rp 1,3 miliar,” kata Achmad Cholik, Minggu (11/4/2021).

Lebih lanjut Cholik menyampaikan, selain kerusakan bangunan juga ada 11 warga yang dilaporkan mengalami luka-luka. Semua luka ringan dan sudah menjalani perawatan.

“Mereka rata-rata mengalami luka karena terkena runtuhan bangunan,” jelasnya.

Sementara Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Hakim Sisworo menyebut, di Kota Blitar 25 bangunan yang rusak diantaranya, 14 rumah warga, 1 ruangan di RSUD Mardi Waluyo, 3 tempat ibadah dan 2 gedung perkantoran. Dengan total kerugian mencapai Rp 235 juta.

“Pagi tadi kami bersama TNI dan Polri langsung melakukan kerja bakti membersihkan bangunan yang terdampak. Estimasi kerugian Rp 235 juta. Selain itu juga tercatat 2 orang luka-luka., namun sudah mendapat penanganan karena hanya luka ringan,” ujar Hakim Sisworo. (Fajar AT)

Gempa Bumi Malang Akibatkan, 200 Lebih Rumah Warga di Blitar Rusak, 11 Orang Luka-luka

Rumah warga di Kabupaten Blitar rata dengan tanah akibat gempa bumi di Malang

BERITABLITAR.COM – Akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 skala richter yang terjadi di Kabupaten Malang, 11 orang warga Kabupaten Blitar dilaporkan mengalami luka-luka. Selain itu ada 200 lebih rumah warga mengalami kerusakan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Achmad Cholik.

“Ada 200 lebih rumah warga rusak, dan 11 orang yang dilaporkan mengalami luka-luka  akibat gempa,” kata Kepala BPBD Kabupaten Blitar Ahmad Cholik.

Lebih lanjut Cholik menyampaikan,  menurut data BPBD Kabupaten Blitar ada 203 rumah warga Kabupaten Blitar dilaporkan rusak akibat gempa bumi di Malang.

“Kerusakan bangunan tersebut, mulai dari rusak ringan, sedang hingga berat,” jelasnya.

Lebih rinci Cholik menyebut, bangunan yang mengalami kerusakan hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Blitar. Berikut data terkini yang dirilis BPBD Kabupaten Blitar :

-Kecamatan  Panggungrejo : 15 rumah rusak ringan

-Kecamatan Gandusari : 5 rumah rusak sedang

-Kecamatan Sutojayan : 6 rumah 1 ringan 5 sedang

– Kecamatan  Talun : 28 rumah, 18, sedang 9 ringan

– Kecmatan Selorejo : 4 rumah rusak sedang

– Kecamayan Wlingi : 2 rumah rusak ringan

– Kecamatan Wonotirto : 10 rumah, 3 sedang 7 ringan

– Kecamatan Garum : 5 rumah rusak ringan

– Kecamatan  Sanankulon : 1 rumah rusak sedang

– Kecamayan Ponggok : 3 rumah rusak ringan

– Kecamatan Kanigoro : 14  rumah rusak, 8 sedang 6 ringan

– Kecamatan Kademangan : 5 rumah, 2 sedang 3 ringan

– Kecamatan Wates : 13 rumah 1 sedang 12  ringan

-Kecamatan  Binangun : 18 rumah rusak, 10 sedang 8 ringan

-Kecamatan  Kesamben : 8 rumah rusak, 2 berat, 5 sedang dan 1 ringan

– Kecamatab Selopuro : 5 rumah rusak 1 berat 1, 2 sedang , 2ringan 2

-Kecamatan Srengat :   27 rumah rusak, 3 berat, 17 sedang, 7 ringan

-Kecanatan Udanawu : 1 rumah rusak ringan

-Kecamatan Doko : 3 rumah rusak

– Kecamatab Nglegok : 1 rumah rusak ringan

– Kecamatan Bakung : 21 rumah rusak, 3 sedang, 18 ringan

-Kecamatan Wonodadi : 8 rumah rusak ringan

“Mayoritas ringan, ada beberapa yang berat. Nanti kita lakukan kajian apakah bisa menjadi kategori tanggap darurat atau tidak. Kalau bisa masuk tanggap darurat Bupati akan memerintahkan untuk segera melakukan tindakan pelaksanaan kedaruratan,” tandas Kepala BPBD Kabupaten Blitar.

Cholik menambahkan, sebelas orang yang mengalami luka-luka tersebut diantaranya, 1 orang di kecamatan Wates, 1 orang di Kecamatan Sutojayan, 2 orang di Kecamatan Bakung, 1 orang di Kecamatan Doko, 2 orang di Kecamatan Wonodadi, 1 orang di Kecamatan Selopuro, 1 orang di Kecamatan Selorejo, Kademangan 1 orang dan 1 orang di Kecamatan Kesamben.

“Mereka semua sudah mendapat penanganan. Ada yang di bawa ke Puskesmas, ke rumah sakit daerah dan fasilitas kesehatan lainnya,” jelasnya.

Hingga kini BPBD Kabupaten Blitar terus mendata kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan  6,1 SR yang terjadi di perairan laut 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang, Sabtu (10/4/2021) sekitar pukul 14.15 WIB.  (Fajar AT)

Pasien Dievakuasi, 3 Kamar RSUD Mardi Waluyo Blitar Rusak Akibat Gempa

Pasien i ruang Cempaka langsung dievakuasi. Mereka diturunkan dari ruang Cempaka yang di lantai 2 menuju ruang Seruni

BERITABLITAR.COM – Tiga kamar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar mengalami kerusakan. Ketiganya adalah kamar di ruang Paviliun Cempaka rumah sakit plat merah tersebut. Ini terjadi akibat gempa bumi berkekuatan 6,7 skala richter yang terjadi di perairan laut 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang dan 95 kilometer Tenggara Kabupaten Blitar, Sabtu (10/4/2021) sekitar pukul 14.15 WIB.

Wakil Direktur Bidang Pelayanan RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, dokter Herya Putra mengatakan, kerusakan terjadi di lamar 3, 8 dan 11 paviliun Cempaka. Dari tiga kamar tersebut, hanya kamar 3 yang di dalamnya ada pasien yang sedang menjalani perawatan.

“Ini laporan teman-teman ruangan, saya sendiri belum ngecek karena rumah saya juga terdampak. Kamar Cempaka yang parah itu kamar 11. Kebetulan yang ada pasien kamar 3 tapi tidak kena material cuma kena debu saja. Alhamdulillah yang parah kosong semua,” kata dr Herya Putra.

Lebih lanjut dr Herya menjelaskan, pasien yang masih berada di ruang Cempaka langsung dievakuasi. Mereka diturunkan dari ruang Cempaka yang di lantai 2.

“Pasien kita turunkan ke bawah. Kita carikan tempat baru di ruang Seruni.  Ruang Cempaka itu bukan ruang isolasi, tapi ruang perawatan biasa untuk kelas I,” tandasnya.

Herya memastikan, selain di ruang Cempaka tidak ada laporan kerusakan di ruangan lain. Termasuk ruangan isolasi pasien Covid-19. (Fajar AT)

Digoyang Gempa Malang, Kantor DPRD Kabupaten Blitar Rusak

Ruan rapat paripurna DPRD Kabupaten Blitar rusak akibat gempa bumi di Malang berkekuatan 6,7 skala richter

BERITABLITAR.COM – Gempa bumi berkekuatan 6,7 skala richter yang terjadi di Malang juga merusak Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blitar dan Kantor Pemkab Blitar di Kecamatan Kanigoro.

Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Blitar, Wasis Kunto Atmojo mengatakan, kantor DPRD Kabupaten Blitar yang mengalami kerusakan adalah ruang paripurna, ruang rapat fraksi dan ruang rapat komisi.

“Kondisinya genteng rontok. Ruang paripurna plafonnya runtuh kemudian ruang rapat fraksi dan komisi juga rusak. Kerusakan hampir 70 persen kondisinya hancur,” kata Wasis Kunto Atmojo, Sabtu (10/4/2021).

Lebih lanjut Wasis menyampaikan, beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, karena saat kejadian kondisi kantor kosong. Dia juga memastikan setelah kejadian, berkas, dokumen dan barang-barang berharga lainnya langsung dievakuasi.

“Alhamdulillah tidak ada korban. Karena hari Sabtu kebetulan libur. Tadi beberapa berkas, dokumen dan barang-barang berharga juga telah diselamatkan,” ujarnya.

Sementara Kapolsek Kanigoro AKP Suprapto mengatakan, di Kantor Pemkab Blitar kerusakan terjadi di lantai 3. Plafon dan genteng ruang rapat runtuh.

“Di kantor Pemkab Blitar genteng dan plafonnya runtuh. Tepatnya di ruangan rapat Candi Simping di lantai 3,” tandas AKP Suprapto. (Fajar AT)

Gempa Malang Berkekuatan 6,7 SR Goncang Blitar

Ruang Candi Simping Kantor Pemkab Blitar di lantai 3 rusak akibat gempa bumi di Malang berkekuatan 6,7 skala richter

BERITABLITAR.COM – Akibat gempa bumi 6,7 skala richter, sejumlah bangunan di wilayah Blitar mengalami kerusakan, Sabtu (10/4/2021). Diketahui pusat gempa di perairan laut 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Malang dan 95 kilometer Tenggara Kabupaten Blitar.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Blitar, Achmad Cholik mengatakan, informasi yang diterima BPBD kerusakan dilaporkan, terjadi di Kecamatan Kesamben, Wates, Wlingi, Sutojayan dan Binangun. Kerusakan bervariasi mulai dari teras roboh, genteng rontok hingga bangunan roboh.

“Iya kami dapat laporan  kerusakan sejumlah bangunan. Diantaranya di Kecamatan Kesamben, Wates, Wlingi, Sutojayan dan Binangun. Saat ini petugas masih mengecek ke lokasi untuk memastikan. Nanti informasi lebih lanjut akan kami sampaikan,” kata Achmad Cholik.

Lebih lanjut Cholik menyebut, sementara berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, kerusakan lainnya, juga dilaporkan terjadi di sejumlah kantor instansi Pemkab Blitar. Diantaranya Kantor DPRD Kabupaten Blitar dan Kantor Pemkab Blitar di Kanigoro.

“Kalau untuk kantor DPRD sama kantor Pemkab kami pastikan dulu benar atau tidak yang beredar di Medsos itu. Kami pastikan dulu,” pungkas Cholik. (Fajar AT)

Petugas Temukan Pasangan di Bawah Umur Di Kamar Kos

Pasangan mesum dibawah umur mendapat pembinaan di kantor Kecamatan Sananwetan

BERITABLITAR.COM – Menjelang bulan Ramadhan, petugas gabungan menggelar razia ke sejumlah rumah kos di Kota Blitar, Jumat (9/4/2021). Sejumlah pasangan bukan suami istri berhasil terjaring razia. Mereka terjaring saat penggerebekan di sejumlah rumah kos di kawasan Kelurahan Sananwetan dan Bendogerit. Ada 15 pasangan di Kelurahan Sanan Wetan dan 7 pasangan di Kelurahan Bendogerit.

Mereka yang terjaring razia juga dirapid antibodi. Hasilnya dua orang dinyatakan reaktif dan langsung dibawa ke Puskesmas Sananwetan untuk dilakukan tes swab.

Camat Sanan Wetan Heru Eko Pramono mengatakan, selain untuk menciptakan suasana kondusif menjelang bulan suci Ramadhan, razia ini juga sebagai langkah antisipasi pasca kasus prostitusi online  yang melibatkan enam pelajar di Kecamatan Sanan Wetan.

“Dalam razia ini, rumah kos yang ada kasus prostitusi online lemarin juga kita datangi. Ada juga penghuni kos yang kami bawa,” kata Heru Eko Pramono.

Lebih lanjut Heru menegaskan, jika pihaknya juga mengecek kondisi rumah kosn yang mendukung untuk terjadinya hal-hal negatif.

“Yang jelas ini menjadi semacam peringatan kepada pemilik kos apabila kita operasi lagi dan terjadi lagi kita usulkan ijinnya dicabut,” tegasnya.

Heru menambahkan, dari puluhan pasangan tersebut, ada yang masih di bawah umur yaitu baru berusia 14 tahun. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, seluruh pasangan mesum dibawa ke Kantor Kecamatan Sanan Wetan untuk dilakukan pembinaan.

“Hari ini kami melaksanakan operasi kos menjelang bulan suci Ramadhan. Sasarannya sampling di wilayah yang jumlah rumah kosnya banyak yaitu Sananwetan dan Bendogerit. Mereka yang kita bawa ke kecamatan adalah pasangan yang secara usia masih di bawah umur. Karena tadi ada beberapa yang usianya masih belasan tahun. Kita bawa kita lakukan pendalaman dam pembinaan kenapa mereka bisa kos satu kamar,” kata Heru Eko Pramono. (Fajar AT)

Pencanangan Program Orang Tua dan Saudara Asuh warga Papua di Blitar Raya

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela bersama saudara asuhnya, yaitu Ibu Tresia Kristina dan putranya Marco, warga dusun Wungukerep Desa/Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar.

BERITABLITAR.COM – Polres Blitar bersama Polres Blitar Kota, Kodim0808 dan Pemerintah Daerah mencanangkan Program Orang Tua dan Saudara Asuh warga Papua di Blitar Raya di Ruang Pusat K3I Sarja Arya Racana Polres Blitar Kota, Jumat (9/4/2021).

Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI, Polri dan pemerintah daerah terhadap warga Papua yang merantau dan menuntut ilmu ke Blitar. Dengan pencangan tersebut, kini pelajar dan warga asal Papua yang tengah merantau dan menempuh pendidikan di Blitar sudah memiliki orang tua dan saudara asuh.

Usai penyerahan orang tua dan saudara asuh, dalam kegiatan tersebut Kapolres Blitar juga menerbitkan SIM C gratis kepada 2 orang warga Papua yaitu, anggota Yonif 511 Blitar dan Ibu Tresia Kristina yang tinggal di Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar, yang sebelumnya telah mengikuti prosedur ujian teori dan praktek.

Kapolres Blitar, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, program orang tua dan saudara asuh warga Papua yang ada di Blitar Raya, merupakan bentuk kepedulian TNI-Polri dan pemerintah daerah.

“Ini adalah bentuk kepedulian TNI, Polri dan pemerintah daerah terhadap warga Papua yang sudah jauh-jauh merantau dan  menuntut ilmu ke Blitar, atau bekerja meninggalkan keluarganya,” kata AKBP Leonard M Sinambela, Jumat (9/4/2021).

Selanjutnya  mereka diserahkan kepada orang tua asuhnya,  yang tak lain adalah Forkopimda Blitar Raya. Diantaranya, Rian Boy Marweri (18), pelajar kelas XI Bahasa SMAK Diponegoro, Kota Blitar diserahkan kepada orang tua asuhnya  yaitu  Walikota Blitar Santoso. Anselmus Iyai (19), pelajar kelas XII IPS 2 SMAK Diponegoro, Kota Blitar kepada Kapolres Blitar Kota AKBP Yudhi Heri Setyawan. Grivel Eden Bindosano (18), pelajar kelas XI IPA 1 SMAK Diponegoro, Kota Blitar kepada Pgs Dandim 0808 Blitar, Letkol Arm M Muslikh. Sedang saudara asuh, yaitu Ibu Tresia Kristina (33) warga dusun Wungukerep Desa/Kecamatan Wonotirto, Kabupaten Blitar dan putranya Marco diserahkan kepada Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela.

Sementara Wakil Wali Kota Blitar, Tjujuk Sunario yang mewakili Wali Kota Blitar Santoso mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu langkah positif dalam rangka menunjukkan Kebhinekaan di Blitar Raya. Keberadaan Siswa Papua ataupun warga Papua di Blitar haruslah mendapatkan perlakuan sama dengan warga Blitar ataupun warga dari daerah lain.

“Kedepannya kami berharap kegiatan ini dapat di tindak lanjuti lebih jauh. Kami berharap program ini selain bisa terjalin silaturahmi dan komunikasi yang baik, juga bisa membantu meringankan beban mereka, selama hidup jauh dari orang tua dan keluarga,” kata Tjujuk Sunario.. (Fajar AT)

Berita Terpopuler

Cuaca Hari Ini

Blitar, ID
clear sky
27 ° C
27 °
27 °
76 %
1.1kmh
0 %
Sel
30 °
Rab
30 °
Kam
30 °
Jum
30 °
Sab
30 °