Beranda blog

Polres Blitar Juara II Lomba Kampung Tangguh Semeru dan Lomba Cipta Lagu Pop Peduli Keselamatan

Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol. Latif Usman menyerahkan kepada Kanit Regident Satlantas Polres Blitar Ipda Irwan Rizki Prakoso

BERITABLITAR.COM – Dua penghargaan diraih Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Blitar dalam lomba Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas ke-65. Satlantas Polres Blitar mendapat Juara II dalam katagori Lomba Kampung Tangguh Semeru Tertib Lalu Lintas dan Lomba Cipta Lagu Pop Peduli Keselamatan. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Dirlantas Polda Jatim, Kombes Pol. Latif Usman kepada Kanit Regident Satlantas Polres Blitar Ipda  Irwan Rizki Prakoso. Hal ini disampaikan Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

“Alhamdulillah Polres Blitar mendapat dua penghargaan menjadi juara II dalam dalam katagori Lomba Kampung Tangguh Semeru tertib lalu lintas dan Lomba Cipta Lagu Pop Peduli Keselamatan. Piagam penghargaan ini diserahkan pagi tadi,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Selasa (6/10/2020).

Lebih lanjut Ahmat Fanani menyampaikan, selain menyerahkan penghargaan, Dirlantas Polda Jatim juga memberi pesan untuk selalu memberi pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Famani menambahkan, kampung tangguh semeru yang meraih juara adalah kampung tangguh di Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan. Sementara lagu karya Satlantas Polres Blitar yang juga meraih juara II berjudul ‘hati-hati’. Lagu tersebut berisi imbauan kepada masyarakat agar tertib lalu lintas. Lagu ciptaan Kasatlantas Polres Blitar AKP Rudi Purwanto ini dinyanyikan para personel Satlantas diiringi Bhayangkara band.

“Mengingat angka kecelakaan cukup tinggi maka dubuatkan himbauan yang dikemas dalam bentuk lagu,” pungkasnya. (Fajar AT)

UU Cipta Kerja Disahkan DPR RI, DPRD Kota Blitar Dapat Kiriman Bunga Duka Cita

Perwakilan Perempuan Peduli Petani dan Buruh Blitar, Khusnul Hidayati meletakkan karangan bunga di depan pintu masuk DPRD Kota Blitar

BERITABLITAR.COM – Perwakilan Perempuan Peduli Petani dan Buruh Blitar memberikan sebuah karangan bunga duka cita ke Kantor DPRD Kota Blitar, Selasa (6/10/2020). Ini sebagai bentuk duka cita dan penolakan atas pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja oleh DPR RI pada Senin (5/10/2020) kemarin.

Perwakilan Perempuan Peduli Petani dan Buruh Blitar, Khusnul Hidayati usai meletakkan karangan bunga di depan pintu masuk DPRD Kota Blitar mengatakan, aksi mengirim bunga secara spontan ini merupakan wujud keprihatinan, karena Omibus Law UU Cipta Kerja sudah disahkan DPR RI dan prosesnya sangat cepat.

“Pengesahan ini terkesan terburu-buru dan lebih memihak pada investor bukan berpihak pada rakyat,” kata Khusnul Hidayati.

Lebih lanjut Khusnul menyampaikan, jika mengacu beberapa negara yang juga pernah mengesahkan Omnibus Law prosesnya cukup panjang. Bahkan pembahasan bisa mencapai lima tahun. Sementara di Indonesia hanya satu tahun. 

“Omnibus Law UU Cipta Kerja tidak hanya berdampak pada buruh dan petani. Tapi, UU ini akan berdampak kepada semua elemen masyarakat. Karena penguasaan lahan dilos untuk investor. Perpanjangan HGU dan sebagainya tidak menghargai proses amdal, tidak menghargai tanah petani, dan tanah adat,” jelasnya.

Khusnul menambahkan, sedangkan dampak terhadap buruh,  UU Cipta Kerja menghilangkan uang lembur, hak cuti, dan outsourcing tanpa batas waktu.

“Wakil rakyat yang kami harapkan menjadi tumpuan rakyat untuk menyampaikan aspirasi ternyata nol besar. Karangan bunga ini bentuk duka cita kami terhadap kerja DPR,” pungkasnya. (Fajar AT)

Oknum PNS Dishub Kabupaten Blitar Cabuli Anak Angkat Hingga Hamil

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Donny Kristian Bara Langi

BERITABLITAR.COM – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Blitar diamankan Satreskrim Polres Blitar. Dia diamankan polisi lantaran dilaporkan telah menghamili anak angkatnya hingga berakhir digugurkan. Kasus ini berhasil diungkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Blitar.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Donny Kristian Bara Langi mengatakan, onkum PNS tersebut adalah F alias AAG (56). Dia bertugas sebagai staf Pengujian Kendaraan Bermotor (PKB) Unit II Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar di Kecamatan Wlingi.

“Terungkapnya kasus ini, berawal dari adanya laporan di Polsek Wlingi beberapa hari lalu. Kakak korban melaporkan adiknya baru saja mengalami keguguran. Karena kasusnya menyangkut anak di bawah umur, maka dilimpahkan ke Unit PPA Polres Blitar,” kata AKP Donny Kristian Bara Langi, Sabtu (03/10/2020).

Lebih lanjut Donny Kristian menyampaikan, setelah dilakukan penyelidikan, terungkap pelaku dugaan pencabulan berinisial F (55) warga Jalan Galunggung, Kelurahan Babadan, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar. Pelaku, tercatat sebagai PNS pada Dinas Perhubungan Kabupaten Blitar. Sedangkan korbannya berinisal AY (16), siswi kelas 10 SMA yang merupakan anak angkat pelaku sejak 4 tahun lalu.

“Dari fakta yang kami dapat di lapangan, korban berinisial AY berusia 16 tahun ini disetubuhi oleh ayah angkatnya yang seorang PNS di Pemkab Blitar,” jelasnya.

Donny menambahkan, peristiwa pencabulan terhadap siswi kelas 10 SMA yang merupakan anak angkat ini, terjadi sekitar akhir Juni 2020 lalu. Hingga akhirnya korban AY diketahui hamil, kemudian diduga digugurkan. Kejadian kegugurn ini yang sedang didalami oleh penyidik, apakah keguguran alami atau sengaja dilakukan aborsi.

“Saat itu, pelaku pulang dalam kondisi mabuk, kemudian menuju kamar korban dan terjadilan persetubuhan tersebut. Dan bagaimana sampai bisa terjadi keguguran janin yang diperkirakan berusia sekitar 1,5 bulan tersebut sedang kita dalami lagi,” pungkas Kasat Reskrim Polres Blitar.

Sementara Kepala Dishub Kabupaten Blitar, Toha Mashuri ketika dikonfirmasi atas kejadian tersebut mengatakan, bahwa dirinya belum menerima surat resmi dari kepolisian terkait hal itu.

“Iya memang benar ada staf pengujian di PKB Unit II Wlingi yang berinisial F. Tapi saya belum menerima surat resmi, pemberitahuan dari polisi mengenai kasus tersebut,” jelas Toha Mashuri.

Toha mengaku, pihaknya  masih menunggu surat atau pemberitahuan mengenai status F alias AAG dari kepolisian.

“Apakah ditahan atau tidak, lalu proses hukumnya sudah sejauh mana. Setelah itu baru kami akan lapor ke atasan (bupati)  untuk tindak lanjut berikutnya,” tegas Kepala Dishub Kabupaten Blitar. (Fajar AT)

Dituding Maki Maki Kasat Sabhara, Ini Kata Kapolres Blitar

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya

BERITABLITAR.COM – Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya dituding penyebab mundurnya Kasat Sabhara Polres Blitar, AKP Agus Tri Susetyo sebagai anggota Polri.

Menanggapi tudingan tersebut Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, kejadian tersebut berawal pada 19 September lalu saat pelaksanaan operasi Yustisi di Kecamatan Kanigoro. Saat itu Kapolres Blitar melihat ada salah satu anggota Satuan Sabhara berambut gondrong. Kemudian Kapolres menegur anggota Sabhara tersebut dan menanyakan keberadaan Kasat Sabhara.

“Saya tanya Kasatnya kemana. Ternyata saat itu Kasatnya di Kesamben ikut rombongan lain,

karena malam itu memang ada dua tim saya di Kanigoro dan tim lainnya ke Kesamben. Setelah itu Kasatnya saya tegur lewat HT. Kenapa anggotanya rambutnya panjang. Nah setelah teguran itu sepertinya Kasat Sabhara tidak terima dan tidak masuk dinas mulai tanggal 21 September  sampai hari ini, jadi sudah dua minggu ini,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Kamis (1/10/2020).

Ahmad Fanani mengaku, jika dirinya baru sekali menegur Kasat Sabhara. Teguran yang dilontarkan pun menurutnya masih wajar seperti disampaikan pimpinan kepada anggota.

“Saat itu, saya hanya mengatakan, kamu mau anggotamu jadi bencong, kok rambut panjang dibiarkan. Saya cuma seperti itu bukan memaki-maki dengan teguran keras,” jelasnya.

Selain memaki-maki, berdasarkan informasi yang berkembang, Kapolres Blitar juga dituding melakukan pembiaran terhadap judi sabung ayam di wilayah hukumnya.  Atas tudingan tersebut Kapolres justru meminta agar hal tersebut ditanyakan balik ke Kasat Sabhara, kenapa membiarkan judi sabung ayam berkembang, padahal dia mengetahuinya.

“Terkait sabung ayam silahkan ditanya ke Kasat Sabhara, kenapa dia mengetahui tapi kok dibiarkan. Berarti disini siapa yang membiarkan. Kalau saya sendiri kalau tidak ada laporan dari anggota atau aduan dari masyarakat, jelas tidak tahu. Artinya dia sendiri sebagai Kasat Sabhara yang harusnya melaporkan ke saya melakukan pembiaran,” tandas Kapolres Blitar.

Kapolres Blitar menambahkan, intinya jika dipanggil ke Polda, dirinya siap datang. Pihaknya memberikan klarifikasi. Bahkan dia mengakui telah menegur Kasat Sabhara karena ada alasannya.

“Banyak kok yang mengetahui kejadian itu. Bahkan saat itu juga ada wartawan yang meliput operasi Yustisi yang dilaksanakan Polres Blitar. Perkara ini ditangani Polda Jawa Timur karena yang bersangkutan berpangkat perwira,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Kasat Sabhara Polres Blitar AKP Agus Tri Susetyo dikabarkan mundur sebagai anggota Polri. Bahkan dia telah mengajukan surat pengunduran diri ke Kapolda Jatim, Irjen Pol Muhammad Fadil Imran, Kamis (1/10/2020).

Dari berbagai informasi yang beredar, AKP Agus mengundurkan diri dengan alasan tidak betah dengan kepemimpinan Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya yang dinilai arogan terhadap anak buahnya. (Fajar)

Curi Perhatian Masyarakat, Satlantas Polres Blitar Bagikan Masker Gratis Dengan Berpakaian Kerajaan

Kasatlantas Polres Blitar bersama petugas yang berpakaian Gajah Mada membagikan masker gratis kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Kantor Bupati Blitar Jalan Kusuma Bangsa Kecamatan Kanigoro

BERITABLITAR.COM Memperingati HUT Polisi Lalu Lintas (Polantas), anggota Satlantas Polres Blitar berpakaian Gajah Mada dan prajurit kerajaan Majapahit. Mereka membagikan masker gratis kepada para pengguna jalan yang melintas di depan Kantor Bupati Blitar Jalan Kusuma Bangsa Kecamatan Kanigoro. Hal ini dilakukan, untuk mengajak masyarakat Blitar selalu menggunakan masker dan mentatati protokol kesehatan ditengah pandemi Covid-19.

Sebanyak 22.965 masker yang dibagikan di sejumlah titik di wilyah hukum Polres Blitar. Dengan pembagian masker dan sosialisasi ini, diharapkan warga Kabupaten Blitar semakin patuh dan mentaati protokol kesehatan untuk memutus penularan Covid-19. 

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, Polres Blitar memilih nuansa kerajaan Jawa kuno untuk melakukan sosialisasi protokol kesehatan dan bagi-bagi masker ini, agar masyarakat lebih terkesan. Sehingga diharapkan, masyarakat selalu ingat dengan pesan yang disampaikan. 

“Karena Kabupaten Blitar juga dikenal sebagai Bhumi Laya Ika Tantra Adhi Raja atau Bumi Persemayaman Raja-Raja Agung Pendiri Bangsa. Maka kami memilih tema Gajah Mada dan prajurit kerjaan Majapahit. Selain itu, kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari lalu lintas ke-65,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Selasa (22/9/2020).

Ahmat Fanani menegaskan, untuk menekan angka penularan Covid 19, TNI, Polri dan Pemkab Blitar terus melakukan penegakan disiplin protokol kesehatan sesuai Inpres No 6 tahun 2020 yang ditindaklanjuti dengan dasar aturan Perda Provinsi Jatim No 2 Tahun 2020, Perda Provinsi No 1 Tahun 2019 dan Pergub No 53 Tahun 2020.

“Disamping melakukan penegakan pendisiplinan protokol kesehatan, kami juga melakukan upaya sosialisasi tentang protokol kesehatan,” tandasnya.

Menurut data Satgas Covid-19 Kabupaten Blitar, hingga saat ini Kabupaten Blitar masih masuk di zona oranye dengan resiko penularan sedang. Jumlah komulatif kasus Covid-19 sudah mencapai 527. Dari jumlah komulatif tersebut, 431 dinyatakan sembuh. Sisanya 54 orang masih menjalani karantina di rumah karantina, karantina mandiri dan karantina di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, dan 42 dinyatakan meninggal dunia. (Fajar AT)

Tegakan Prokes TNI, Polri dan Pemkab Blitar Gandeng Relawan

BERITABLITAR.COM – Polres Blitar bersama, TNI dan Pemerintah Kabupaten Blitar, menggandeng komunitas yang ada di Blitar untuk menjadi relawan penegak Protokol Kesehatan (Protkes). Ini sebagai upaya untuk menekan penyebaran virus Corona atau Covid-19 di lingkungan kerja se Kabupaten Blitar.

Apel sekaligus lounching komunitas/relawan penegak protokol kesehatan, Sabtu (19/9/2020)di halaman Mapolres Blitar ini, dipimpin langsung Komandan Kodim 0808 Blitar, Letkol Arh Dian Musriyanto. Hadir juga dalam acara tersebut, Wakapolres Blitar, Kompol Himawan, Kasat Pol PP Kabupaten Blitar, Rustin, Kepala Bakesbangpol Kabupaten Blitar, Dicky Cubandono, perwakilan BPBD, Dishub jajaran camat, kapolsek dan PJU Polres Blitar. Usai apel, secara simbolis dilanjutkan penyerahan dan pemasangan rompi Relawan Komunitas Penegak Disiplin Protkes, kepada perwakilan komunitas.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, hingga saat ini meskipun di Kabupaten Blitar tingkat kesembuhan Covid 19 cukup tinggi, namun penyebaran Covid-19 juga masih cukup tinggi. Untuk itu penyebaran Covid 19 ini harus ditekan, jika memungkinkan hingga zero. Dengan demikian perlu adanya kerjasama antara TNI-Polri, Pemkab Blitar serta seluruh stake holder.

“Mengingat jumlah personil TNI-Polri dan pemkab jika semua harus diturunkan mengendalikan Covid-19 masih tidak akan cukup. Untuk itu perlu adanya kerjasama dengan seluruh stake holder,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Sabtu (19/9/2020).

Lebih lanjut Ahmad Fanani menyampaikan, keberadaan relawan dari berbagai komunitas  yang peduli dengan kesehatan ini, sangat membantu tugas TNI, Polri dan Pemkab Blitar untuk menejan penyebaran Covid 19 di tengah masyarakat Kabupaten Blitar.

“Relawan ini, selain dari bermacam-macam kelompok atau komunitas, juga dari karang taruna, bapak-bapak dan ibu-ibu. Nantinya mereka disebar di berbagai titik keramian seperti pasar, tempat pariwisata, kampung, perkantoran dan tempat ibadah,” jelasnya.

Fanani menambahkan, jumlah relawan ini mencapai ratusan dari berbagai komunitas yang tersebar mulai dari tingkat kecamatan hingga  RT, RW. Mereka akan menggunakan rompi warna hijau terang menyala, agar masyarakat mudah mengenalimnya.

“Dengan didampingi Bhabinkamtibmas dan Babinsa, yang ada di tiap desa/kelurahan, mereka diharapkan sebagai ujung tombak untuk memberikan pemahaman dan mensosialisasikan Protkes kepada lingkungan sekitarnya,” pungkas Kapolres Blitar. (Fajar AT)

Langgar Protokol Kesehatan, Petugas Gabungan Bubarkan Kegiatan Di Kantor Kecamatan Talun Kab Blitar

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya menindak tegas kegiatan pentas seni di balai Kecamatan Talun Kabupaten Blitar, karena melanggar protokol kesehatan

BERITABLITAR.COM – Petugas gabungan TNI, Polri, Satpol PP, BPBD, Dinkes dan Dishub Kabupaten Blitar menggelar operasi yustisi protokol kesehatan (prokes), Selasa (15/9/2020). Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya memimpin langsung kegiatan penegakkan disiplin protokol kesehatan ini, mulai pukul 20.00 WIB.

Petugas gabungan langsung menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan. Kegiatan ini menyasar cafe, pujasera, tempat nongkrong/keramaian, pertokoan dan kerumunan massa yang melanggar Prokes di wilayah hukum Polres Blitar.

Dalam operasi yustisi protokol kesehatan ini, petugas gabungan berhasil menindak tegas 8 cafe dan tempat makan yang tersebar di 4 kecamatan. Diantaranya Kecamatan Garum 1 titik, Talun 3 titik, Wlingi 2 titik dan Kecamatan Kanigoro 2 titik. Tempat-tempat tersebut, karena terbukti melanggar protokol kesehatan, maka langsung ditutup dengan garis polisi. Selain itu ada 11 pelanggaran tipiring dan 17 pelanggaran lalu lintas oleh masyarakat. Mereka tidak memakai masker ketika keluar rumah dan bergerombol tidak menjaga jarak.

Kapolres Blitar, AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, tindakan tegas yang dilakukan dalam Operasi Yustisi protokol kesehatan ini, mulai dari tilang tindak pidana ringan (tipiring), pembubaran kegiatan pengumpulan massa dan menutup pusat keramaian atau pengumpulan massa yang melanggar protokol lesehatan.

“Kami tidak segan, akan menutup cafe, tempat nongkrong, tempat makan yang masih ada kerumunan dan tidak menyediakan fasilitas protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan menjaga jarak,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya.

Lebih lanjut Ahmad Fanani menyampaikan, Operasi Yustisi Protokol Kesehatan ini, sebagai tindak lanjut Inpres nomor 6 Tahun 2020, Perda Provinsi Jatim nomor 2 Tahun 2020/ Pergub nomlr 53 TAhun 2020 dan Perbup nomor 40 Tahun 2020 tentang protokol kesehatan.

“Sesuai dasar peraturan yang ada, kami sebagai aparat penegak hukum, langsung mengambil tindakan tegas. Ini sebagai tindakan pendisiplinan dan penindakan pelanggar protokol kesehatan,” jelasnya.

Fanani menambahkan, dalam operasi ini petugas tidak tebang pilih, siapapun yang melangar protokol kesehatan akan di tindak tegas. Bahkan petugas membubarkan kegiatan pagelaran seni di Kantor Kecamatan Talun. Karena selain tidak mengantongi ijin, juga mengundang kerumunan warga tidak menerapkan protokol kesehatan. Diharapkan operasi yustisi ini, bisa membuat masyarakat sadar tentang artinya protokol kesehatan.

“Meskipun kegiatan itu milik Pemkab Blitar, yang diadakan di Balai Kecamatan Talun, terpaksa kami bubarkan. Karena selain tidak memiliki izin juga melangar protokol kesehatan. Kami tidak akan mentolelir siapapun yang melanggar protokol kesehatan akan kami tindak tegas,” tandas Kapolres Blitar.  (Fajar AT)

Polres Blitar Gelar Deklarasi Bermasker Bersama Pasbacalon Bupati dan Wakil Bupati Blitar

Pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar, Kapolres Blitar, KPU dan Bawaslu Kabupaten Blitar serta tokah masyaeakat dan agama mendeklarasikan Gerakan Bersama Pakai Masker.

BERITABLITAR.COM – Selama tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, diharapkan setiap pasangan bakal calon kepala daerah mampu meyakinkan pendukungnya untuk tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai Inpres nomor 6 tahun 2020 tentang pendisiplinan protokol kesehatan. Untuk itu Polres Blitar bersama pasbacalon Bupati dan Wakil Bupati Blitar mendeklarasikan Gebrak Masker (Gerakan Bersama Pakai Masker).

Kapolres Blitar AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya mengatakan, sebagai upaya untuk menekan penularan Covid-19 selama gelaran Pemilihan Bupati 2020, salah satunya melalui kegiatan Gebrak Masker (Gerakan Bersama Pakai Masker). Acara yang diinisiasi Polres Blitar ini digelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wlingi, Kamis (10/9/2020). Kegiatan ini menghadirkan dua pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Blitar.

“Kegiatan deklarasi penggunaan masker ini, melibatkan dua paslon bupati dan wakil bupati untuk ikut mengkampanyekan penggunaan masker,” kata AKBP Ahmad Fanani Eko Prasetya, Kamis (10/9/2020).

Lebih lanjut Ahmad Fanani menyampaikan, diharapkan gerakan ini, nantinya selama tahapan Pilkada serentak 2020, kedua bakal pasangan calon bupati dan wakil bupati Blitar ikut serta mengajak para pendukung untuk mematuhi protokol kesehatan.

Gerakan Bersama Pakai Masker tersebut, selain dihadiri kedua pasangan bakal calon Bupai dan Wakil Bupati Blitar, juga dihadiri dihadiri KPU dan Bawaslu Kabupaten Blitar.

“Penyelenggara dan pengawas Pilkada , diminta tidak ragu mengingatkan. Bahkan memberi teguran maupun sanksi tegas kepada calon kepala daerah yang melanggar protokol kesehatan,” jelasnya.

Deklarasi Gebrak Masker (Gerakan Bersama Pakai Masker) yang dugelar di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Wlingi ini, diakhiri dengan pembagian masker kepada para pengguna jalan yang melintas RTH tersebut. Bahkan pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar, Kapolres Blitar, KPU dan Bawaslu Kabupaten Blitar juga turun membagikan masker kepada para pengguna jalan. (Fajar AT)

Bakal Cawali dan Cawawali Kota Blitar Ikuti Tes Kesehatan di RS Saiful Anwar Malang

Kedua bakal calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Blitar yaitu pasangan Santoso - Tjutjuk Sunario dan Henry Pradipta – Yasin Hermanto menjalani tes kesehatan rohani di RS Saiful Anwar Malang

BERITABLITAR.COM – Setelah melakukan pendaftaran di KPU Kota Blitar kedua bakal calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Blitar yaitu pasangan Santoso – Tjutjuk  Sunario dan Henry Pradipta – Yasin Hermanto menjalani tes kesehatan di RS Saiful Anwar Malang. Kedua pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar tersebut, menjalani tes pemeriksaan kesehatan rohani , Rabu (9/9/2020) mulai pukul 07.00 WIB.

Hadir dalam proses tes pemeriksaan kesehatan rohani tersebut, Komisioner KPU Kota Blitar Div. Sosdiklih Parmas dan SDM Rangga Bisma Aditya dan Divisi Pencegahan, Humas dan Hubal Bawaslu Kota Blitar, Abdul Azis Al Kaharudin. Kedatangan Komisioner KPU Kota Blitar ini untuk melakukan Pengawasan Melekat (Waskat) dalam Kegiatan tersebut.

Sebelumnya pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Blitar Santoso Tjutjuk Sunario telah mendaftar di KPU Kota Blitar, Jumat (4/9/2020) sekitar pukul 15.30 WIB usai menggelar deklarasi. Sedangkan pasangan Henry Pradipta Anmar – Yasin Hermanto mendaftar  di KPU pada Sabtu (5/9/2020) sekitar pukul 10.00 WIB usai menggelar deklarasi di depan monomen Peta Blitar.

Komisioner KPU Kota Blitar Divisi Sosdiklih Parmas dan SDM, Rangga Bisma Aditya mengatakan, jadwal tes pemeriksaan kesehatan untuk Bapaslon Pilwali Kota Blitar sendiri digelar selama 3 hari yaitu pada tanggal 8 September hingga 10 September 2020.

“Jadwal Tes Pemeriksaan Kesehatan Jasmani Bapaslon Henry-Yasin digelar pada 8 September 2020, kemudian Tes Pemeriksaan Kesehatan Rohani Bapaslon Santoso-Tjutjuk dan Bapaslon Henry-Yasin yang digelar bersamaan pada 9 Desember 2020. Dan terakhir Tes Pemeriksaan Kesehatan Jasmani Bapaslon Santoso-Tjutjuk pada 10 Desember 2020 besuk,” kata Rangga Bisma Aditya, Rabu (9/9/2020).

Lebih lanjut Rangga menyampaikan, dengan penerapan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ditetapkan dalam SOP RSSA, seluruh jadwal dan agenda tes kesehatan berada di bawah koordinasi Tim Kesehatan Rumah Sakit Saiful Anwar Malang.

“Selama menjalani tes kesehatan tetap diberlakukan standar protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Termasuk peraturan, bahwa masing-masing Bapaslon hanya diperbolehkan didampingi oleh satu orang pendamping  yang sebelumnya wajib menjalani tes Swab di Laboratorium yang telah ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan,” pungkasnya. (Fajar AT)

KPU : Paslon Perseorangan Pilwali Kota Blitar Keberatan, Karena Hanya Tidak Paham Proses Verfal Dukungan

Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam

BERITABLITAR.COM – Lisminingsih – Teteng RC, pasangan calon (paslon) jalur perseorangan atau independen dalam Pilwali Kota Blitar 2020 mengajukan keberatan atas keputusan KPU Kota Blitar. Paslon jalur perseorangan ini dinyatakan tidak lolos jumlah syarat dukungan minimal sejumlah 11.355 oleh KPU Kota Blitar.

KPU Kota Blitar mencatat, dari jumlah syarat dukungan minimal sejumlah 11.355, paslon Lisminingsih – Teteng RC pada tahap pertama, hasil verifikasi faktual (verfal) hanya  mengumpulkan 5.469 dukungan. Kemudian pada tahap perbaikan kedua, paslon Lisminingsih – Teteng RC berhasil mengumpulkan 12.186 dukungan. Namun setelah proses verfal hasilnya yang lolos 10.018 atau kurang 1.337 dari jumlah minimal dukungan untuk lolos calon independen dalam Pilwali Kota Blitar sebanyak 11.355.

Ketua KPU Kota Blitar, Choirul Umam mengatakan, adanya laporan keberatan paslon Lisminingsih – Teteng RC ke Bawaslu Kota Blitar terkait adanya dugaan hilangnya dukungan dalam proses verfal yang dilakukan oleh KPU Kota Blitar. Ada 6 keberatan yang disampaikan kepada Bawaslu.

“Semua keberatan itu sudah kami siapkan penjelasan berikut datanya. Adanya laporan keberatan tersebut, karena tidak paham proses verifikasi faktual (verfal) dukungan. Sehingga muncul dugaan dukungannya dihilangkan,” kata Choirul Umam, Selasa (8/9/2020).

Choirul Umam menandaskan, hilangnya dukungan tersebut terjadi karena tidak paham proses verfal dukungan yang dilakukan oleh petugas PPS. Sehingga muncul dugaan-dugaan yang sebenarnya tidak benar

“Contoh, adanya kehilangan dukungan di salah satu kelurahan sebanyak 20 orang. Ini berawal dari pendukung yang didatangkan tim paslon, misalnya 90 orang. Namun sesuai daftar hadir yang datang sebanyak 80 orang. Sedangkan dari 80 orang tersebut tidak semuanya menyatakan mendukung paslon tersebut. Misalnya ada 10 yang tidak mendukung atau namanya tidak masuk Daftar Pemilih. Hal seperti ini yang tidak dipahami,” papar Umam.

Umam menambahkan, sedangkan 15 orang yang tidak mendukung tersebut, juga sudah diminta untuk membuat pernyataan.

“Jika tidak masuk daftar pemilih, kita juga verifikasi ke Dispendukcapil. Kalau tidak dikeluarkan Berita Acara notifikasi dari Dispendukcapil, tetap kita verfal juga. Jadi semuanya sudah sesuai mekanisme dan aturan yang ada. Hal seperti ini yang dipersoalkan paslon Bu Lisminingsih dan Pak Teteng,” imbuhnya.

Choirul Umam menyebut, agar bisa memahami proses verfal dukungan, serta bagaimana prosesnya, sebenarnya pada tahap awal juga sudah dilakukan sosialisasi dan Bimtek kepada tim paslon.

“Untuk menjawab semua keberatan yang diajukan ke Bawaslu, kami sudah menyiapkan semua data dan dokumen, serta penjelasan,” pungkas Ketua KPU Kota Blitar. (Fajar AT)

Berita Terpopuler

Cuaca Hari Ini

Blitar, ID
overcast clouds
24.8 ° C
24.8 °
24.8 °
89 %
2.7kmh
100 %
Rab
25 °
Kam
30 °
Jum
31 °
Sab
30 °
Ming
30 °