Beranda blog

Kasus Pencemaran Lingkungan Tak Dihiraukan, Greenfields Kembali Didemo Warga

BERITABLITAR.COM – Puluhan massa yang tergabung dalam Gerakan Anak Nasionalis (Gannas) melakukan aksi ujuk rasa di depan Balai dusun Sumberarum Desa Tegalasri Kecamatan Wlingi Kabupaten Blitar. Aksi pada Selasa (4/8/2020) tersebut dilakukan, karena PT Greenfields tidak merespon permasalahan pencemaran lingkungan akibat limbah ternak dari PT Greenfgields.

Joko Wiyono, Ketua Gannas mengatakan, sejak dilakukan hearing bersama Komisi 3 DPRD Kabupaten Blitar pada 24 Februari 2020 lalu dan upaya kesepakatan terakhir pada 15 Juli 2020, tidak ada respon positif atau tindakan nyata dari pihak PT. Greenfields untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran lingkungan yang dilakukannya.

“Hingga saat ini tidak ada etikat baik dari PT Greenfields untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran lingkungan ini. Pihak Greenfields hanya memerintahkan karyawannya untuk menghadapi masyarakat. Mereka ini tidak bisa mengambil keputusan, mereka dalam tekanan para big bosnya,” kata Joko Wiyono, Selasa (4/8/2020).

Lebih lanjut Joko menyampaikan, untuk menindak lanjuti kasus ini, pihaknya akan melakukan proses hukum. Diantaranya PTUN, melapor ke Polres Blitar hingga Polda Jatim tentang Undang-undang nomor 32 tahun 2009 pasal 98 ayat 1 dan 2.

“Proses hukum akan tetap kami lanjutkan. Jadi kalau di pasal 98 ayat 1, yang pertama PT Greenfields sudah mencemari air baku tersebut, dan yang kedua ada korbannya yaitu petani-petani ikannya,” tandas Joko.

Joko menambahkan, PT. Greenfields harus menghentikan pembuangan limbah ke sungai, dan memberi ganti rugi kepada para petani ikan yang menjadi korban.

“Ganti rugi atas kematian ikan yang dipelihara warga Desa Tegalasri harus diberi ganti rugi. Dan pembungan limbah harus dihentikan,” tegasnya.

Sementara Widoyo Adi, salah satu Ketua RT sekitar sungai dusun Sumberarum Desa Tegalasri  yang tercemar limbah Greenfields mengaku, permasalahan limbah ini berdampak kepada masyarakat.

“Saat ini masyarakat tidak bisa mencuci pakaian dan mandi lagi di sungai. Selain itu akibat limbah terebut, ikan-ikan milik petani menjadi mati,” jelasnya.

Dia menambahkan, pencemaran lingkungan ini berlangsung sejak Peternakan PT Greenfield dioperasikan.

“Dulunya sungai ini jernih. Namun sejak ada pencemaran limbah kotoran sapi, airnya menjadi hijau dan mengeluarkan bau tak sedap,” pungkasnya.

Dengan adanya peternakan PT Greenfields, selain mencemari lingkungan, hasilnya juga belum bisa dinikmati masyarakat sekitar, seperti CSR tidak berjalan, bahkan jalan dan jembatan yang dilalui truk yang mengangkut susu dan pakan ternak banyak yang rusak, karena kelas jalannya tidak sesuai. (Fajar AT)

Bawaslu Kabupaten Blitar Temukan Dugaan Kesalahan Proses Coklit Data Pemilih

BERITABLITAR.COM – Tahapan Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih Pemilihan (PPDP) Bupati dan Wakil Bupati Blitar Tahun 2020 terus dilakukan. Bawaslu Kabupaten Blitar menemukan berbagai dugaan pelanggaran dalam proses pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih.

Dikatakan koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Kabupaten Blitar, Priya Hari Santosa, coklit yang dilakukan petugas Penyusunan dan Pemutakhiran Daftar Pemilih Pemilihan (PPDP) dari KPU Kabupaten Blitar, ditemukan ada tindakan PPDP yang tidak sesuai regulasi dan prosedur yang ada.

“Kami melakukan audit coklit pada 28 sampai dengan 30 Juli kemarin. Kami menemukan ada kesalahan dalam pelaksanaan coklit. Ini kami lakukan untuk memastikan mengenai pelaksanaan tugas coklit oleh PPDP benar-benar sesuai regulasi dan prosedur yang ada,” kata Priya Hari Santosa, Senin (3/8/2020).

Lebih lanjut Priya menyampaikan, temuan tersebut antara lain, ada rumah yang sudah di-coklit namun tidak ditempeli stiker, ada PPDP yang tidak meminta pemilih menunjukkan kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) Elektronik, ada rumah dengan satu KK menerima tiga tanda bukti coklit dan tiga stiker, ada pemilih yang tidak bisa menunjukkan KK dan KTP El saat coklit, namun rumah sudah dipasang stiker, adapula pemilih yang tidak mendapatkan A.A 1KWK atau tanda bukti coklit.

Selain itu, juga ditemukan petugas PPDP tidak menggunakan standar protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid 19. Seperti tidak menggunakan face shield, sarung tangan, ada juga beberapa tidak mengenakan masker saat coklit.

“Petugas PPDP langsung ditegur saat itu juga oleh Pengawas Kelurahan/ Desa yang bertugas,” jelas Priya.

Priyo menambahkan, salah satu contoh kasus di Desa/ Kecamatan Kesamben. Pengawas menemukan ada satu rumah dengan satu KK, namun diberikan tiga stiker dan tiga A.A 1 KWK atau tanda bukti coklit. Menurut Priyo, hal ini bisa berdampak kepada data pemilih yang tidak akurat karena terjadi pendataan ganda.

“Proses coklit data pemilih sangat penting untuk penyusunan daftar pemilih. Data yang tidak akurat dan tidak akuntabel tentu bisa berdampak kepada susunan daftar pemilih,” imbuh Priya.

Priya menandaskan, atas temuan para pengawas di lapangan, maka Bawaslu melayangkan surat berisi saran perbaikan kepada KPU Kabupaten Blitar. Sehingga, ke depan PPDP bisa melaksanakan tugas sesuai aturan dan prosedur yang ada.

“Kami berharap masyarakat turut serta menyukseskan coklit dengan menyampaikan informasi yang jujur dan benar kepada PPDP. Serta menyiapkan dokumen seperti KK dan KTP sebagai bahan PPDP dalam coklit,” tandasnya.

Priya menyebut, pengawasan langsung dan melekat akan terus dilaksanakan hingga jadwal coklit kelar pada 13 Agustus 2020 mendatang.

“Karena ini berkaitan dengan hak konstitusional warga Negara, kami mengimbau kepada PPDP untuk benar-benar melaksanakan coklit dari pintu ke pintu dan tak ada yang terlewatkan,” ujarnya.

Priya menghimbau, jika ada warga Negara yang berdomisili di Kabupaten Blitar ada yang belum dicoklit, maka bisa melaporkan ke pengawas terdekat. Bawaslu Kabupaten Blitar juga telah membuka posko pengaduan data pemilih di kantor Bawaslu Kabupaten Blitar, juga di 22 kantor Panwaslu Kecamatan se-Kabupaten Blitar.

“Jika ada warga yang berdomisili di Kabupaten Blitar ada yang belum dicoklit, maka bisa melaporkan ke pengawas terdekat,” pungkasnya. (Fajar AT)

STOP!! Buang Kucing Di Sembarang Tempat

BERITABLITAR.COM – Komonitas Griya Adopsi dan Hibah Kucing Blitar (GAH KB) didirikan sejak satu tahun yang lalu. Adapun tujuan didirikan GAH KB ini, agar tidak ada lagi kucing liar dan terlantar di luar sana.

Koordinator  komunitas Griya Adopsi dan Hibah Kucing Blitar (GAH KB), Dewi Safitri mengatakan, semua ini dilakukannya beserta team juga para pengurus dengan penuh semangat, dengan harapan agar bisa membantu, merawat dan mencarikan tuan baru bagi kuving liar tersebut, agar kucing hidup lebih nyaman tidak terlantar lagi.

“Rasa lelah, letih, lesu kami abaikan. Semua ini kami lakukan dengan satu harapan agar kucing liar ini bisa hidup lebih nyaman tidak terlantar lagi, ada yang merawatnya,” kata Dewi Safitri.

Lebih lanjut Dewi Safitri menyampaikan, dengan berjalannya waktu komunitas GAH KB ini sudah memiliki payung hukum. Namun demikian belum pernah mendapat vasilitas apapun maupun dana dari Pemerintah Daerah. Ini semu mereka lakukan dengan swadaya.

“Komunitas ini sudah berbadan hukum. Namun ini semua masih swadaya kami beserta team, pengurus dan para donatur yang tidak seberapa,” jelasnya.

Dewi berserta team dan pengurus GAH KB berharap,  agar Pemerintah Kabupaten Blitar dan Dinas terkait bisa membantu komunitas pecinta kucing liar ini.

“Dengan adanya kepedulian dan bantua Pemkab Blitar dan Dinas terkait, diharapkan ke depannya kominitas ini lebih maju, berkembang, terarah dan tetap amanah,” harapnya.

Dewi menambahkan, komunitas Griya Adopsi dan Hibah Kucing Blitar (GAH KB) hingga saat ini sudah memiliki 6 tempat penampungan. Meliputi wilayah Purworejo Sanankulon, Sumberejo Sanankulon, Srengat, Nglegok, Talun, Gandusari dan Sutojayan.

“Memang saya akui, kami sangat sangat membutuhkan dana, agar kucing-kucing di penampungan bisa hidup layak. Untuk itu pintu Griya Adopsi dan Hibah Kucing Blitar (GAH KB) terbuka lebar bagi para dermawan dan para donatur yang ingin menyumbangkan rejeki melalui rekening GAH KB,” pungkas Dewi Safitri. (*)

Kapolres Polres Blitar Kota Silaturahmi Dengan Kyai Khos NU Se Jawa timur Melalui Zoom Meeting

Kapolres Blitar Kota silaturahmi dengan Ketua PCNU Kota Blitar dan ketua Pondok Pesantren NU Se Kota Blitar

BERITABLITAR.COM – Dalam rangka silaturahmi dengan Ulama/Kyai Khos NU Se Jawa Timur, Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela bersama PJU mengukuti zoom meeting, Rabu (29/7/2020).

Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, dilaksanakanna zoom meeting ini, guna menjalin komunikasi dan mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif. Khususnya dalam pelaksanaan protokol kesehatan pada rangkaian kegiatan Hari Raya Idul Adha 1441 H.

“Kegiatan Zoom Meeting ini dalam rangka silaturahmi dengan Ulama/Kyai Khos NU Se Jawa Timur, guna menjalin komunikasi dan mewujudkan situasi kamtibmas yang Kondusif dalam rangka pelaksanaan rangkaian kegiatan Hari Raya Idul Adha 1441,” kata AKBP Leonar M Sinambela.

Lebih lanjut Leonard menyampaikan, pelaksanaan rangkaian kegiatan Hari Raya Idul Adha 1441 H di tengah masa pandemi Covid-19 ini, harus tetap melaksanakan protokol kesehatan.

“Untuk itu kita perlu  menjalin komunikasi dan mewujudkan situasi yang kondusif  dan memutus mata rantai penyebaran Covid-19 khususnya di Kota Blitar,” je;asnya.

Dalam kesempatan silahturohmi secara virtual tersebut, Kapolres Blitar Kota juga menggelar kegiatan silaturahmi dengan Ketua PCNU Kota Blitar dan ketua Pondok Pesantren NU Se Kota Blitar.

Kegiatan yang digelar di ruang Rupatama Polres Blitar Kota ini, selain Kapolres Blitar Kota dan para PJU Polres Blitar Kota, juga diikuti Wakapolres Blitar Kota Kompol Nur Halim, Ketua MUI Kota Blitar KH. Subakir, Ketua PCNU Kota Blitar  Dr Habib Bawafi, dan para Ketua Ponpes NU se Kota Blitar. (Fajar AT)

Seorang Dokter Di Kota Blitar Meninggal Dunia, Diduga Terpapar Covid-19

Sony Putrananda , seorang dokter ternama di Kota Blitar meninggal dunia diduga akibat Covid-19

BERITABLITAR.COM – Seorang dokter ternama di Kota Blitar, Sony Putrananda (59), yang sebelumnya dikabarkan diduga terkonfirmasi positif virus Corona atau Covid-19, meninggal dunia. Dokter yang juga warga Kelurahan Tanjungsari Kecamatan Sukorejo Kota Blitar ini, meninggal dunia di RSUD Syaiful Anwar Kota Malang, Selasa (28/7/2020) sekitar pukul 21.50 WIB

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Blitar, Hakim Sisworo membenarkan atas meninggalnya dokter Sony tersebut. Namun pihaknya masih menunggu data hasil tes swab dokter Sony dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) keluar. 

Hakim Sisworo menyebut, hasil laporan tes swab tersebut tertunda, karena dokter Sony awalnya menjalani perawatan di sebuah rumah sakit swasta di Kota Malang yang bukan rumah sakit rujukan Covid-19. Di sana, dilakukan tes swab dengan hasil positif Covid-19 sehingga selanjutnya dirujuk ke RSUD Syaiful Anwar. 

“Hasil tes swabnya positif, namun kami masih menunggu data hasil tes swab dari Kemenkes. Pelaporan hasil tes swab tertunda karena RS Persada Malang yang merawat dokter Sony belum terdaftar sebagai RS Rujukan Covid-19 di Dinas Kesehatan,” kata Hakim Sisworo, Rabu (29/7/2020).

Lebih lanjut Hakim menyampaikan, meski masih menunggu data hasil dari Kemenkes, Gugus Tugas langsung melakukan tracing terhadap orang yang kontak erat dengan dokter Sony. Selain keluarga, sopir dan karyawan tracing juga dilakukan kepada pasien yang terdata sempat berobat ke kliniknya di Jalan Mawar, Kota Blitar terhitung sejak 22 Juli lalu.

“Kami terus melakukan tracing. Keluarga, sopir dan karyawan klinik juga kami swab. Bahkan pasien yang pernah berobat juga kami telusuri. Kliniknya sekarang ditutup. Kami juga akan melakukan penyemprotan di tempat praktik, rumah, dan apotek milik dokter Sony,” jelasnya.

Hakim menambahkan, selain di Jalan Mawar, dokter Sony diketahui juga  praktik di salah satu klinik di wilayah Garum, Kabupaten Blitar. 

“Setahu saya, yang bersangkutan hanya praktik di klinik pribadinya dan di salah satu klinik di Garum, Kabupaten Blitar,” tandasnya.

Hakim menyampaikan, rencana awal jenazah akan dimakamkan di Kota Blitar. Namun, atas permintaan keluarga, jenazah dokter Sony akhirnya dikremasi di Lawang, Malang.

“Jenazah dokter Sony dikremasi di Lawang, Malang. Ini atas permintaan pihak keluarga,” pungkasnya. (Fajar AT)

9 Nakes RSUD Ngudi Waluyo Dinyatakan Sembuh Covid-19

BERITABLITAR.COM – Direktur RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, Endah Woro Utami menyampaikan, sebanyak 9 orang dari total 40 tenaga kesehatan (Nakes) RSUD Ngudi Waluyo Wlingi dinyatakan sembuh dari Covid-19. Mereka terdiri dari 4 perawat, 2 tenaga administrasi dan 3 dokter. Saat ini, ke-9 nakes tersebut, diperbolehkan menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Endah Woro Utami menandaskan, mereka telah menjalani test swab kedua dan hasilnya menunjukkan negatif Covid-19.

“Hasil test swab kedua 9 nakses tersebut, menunjukkan hasil negatif. Sekarang mereka kami perbolehkan pulang untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sebelumnya mereka menjalani isolasi di rumah sakit selama 11 hari,” tandas Endah Woro Utami, Rabu (29/7/2020).

Lebih lanjut Endah Woro menyampaikan, para nakes yang dinyatakan positif Covid-19 tersebut merupakan kasus konfirmasi tanpa gejala. Dimana sesuai SOP Kemenkes mereka dinyatakan sembuh setelah menjalani isolasi selama 14 hari.

“Karena mereka tidak mengalami keluhan klinis, sebenarnya mereka tidak harus melalui tahapan swab test kedua setelah isolasi 14 hari. Namun swab test kedua tetap kami lakukan karena mereka membutuhkan dokumen yang menyatakan mereka negatif saat kembali ke lingkungan masing-masing. Dan setelah swab test kedua ternyata meski belum isolasi 14 hari, hasilnya mereka sudah dinyatakan negatif,” jelasnya.

Endah Woro menambahkan, sementara untuk 31 nakes lainnya saat ini masih dievaluasi.

“Rencananya sebagian akan dipulangkan untuk menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing,” imbuhnya.

Direktur Utama RSUD Ngudi Waluyo mengaku, untuk memastikan tidak ada nakes yang terpapar positif Covid-19, hingga saat ini, pihaknya masih tetap melakukan tracing.

“Diharapkan dengan tetap dilakukan tracing, masyarakat merasa tenang dan aman berobat ke rumah sakit milik pemerintah tersebut,” pungkasnya. (Fajar AT).

Puskesmas Wlingi Blitar Ditutup, Dua Nakes Positif Covid-19

Situasi Puskesmas Wlingi Kabupaten Blitar dalam kondisi Lock down

BERITABLITAR.COM – Setelah IGD RSUD Ngudi Waluyo Wlingi ditutup, menyusul Kantor BNN Kabupaten Blitar dan pasar Tradisional Sutojayan. Kini Puskesmas Wlingi Kabupaten Blitar juga mengalami hal yang sama. Penutupan atau peniadaan pelayanan di Puskesmas Wlingi dimulai sejak Senin 27 Juli hingga Sabtu 1 Agustus mendatang.

Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr Christine Indrawati mengatakan, penutupan Puskesmas Wlingi ini setelah ada dua tenaga kesehatan (Nakes) terkonfirmasi Covid-19.

“Untuk dilakukan general cleaning, memang kami minta untuk menutup dulu pelayanan di Puskesmas Wlingi selama sepekan,” kata dr Christine Indrawati, Selasa (28/7/2020).

Lebih lanjut Christine menyampaikan, dua nakes Puskesmas Wlingi tersebut terkonfirmasi positif tersebut, berawal saat mereka menangani pasien pada Senin 20 Juli lalu. Saat itu mereka menerima pasien dengan gejala mual muntah. Setelah diobservasi di Puskesmas Wlingi pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit. Dua hari di rumah sakit pasien dinyatakan positif Covid-19.

“Awalnya teman-teman Puskesmas Wlingi ini dimintai tolong pak camat untuk merawat salah seorang warga setempat. Kemudian teman-teman menjemput pasien ke rumahnya dan dibawa ke Puskesmas Wlingi.  Nah setelah diobservasi ternyata pasien ini membutuhkan rawat inap. Karena Puskesmas Wlingi bukan Puskesmas yang menyediakan rawat inap, akhirnya pasien dirujuk ke rumah sakit. Kemudian dua hari setelah masuk rumah sakit pasien dinyatakan positif Covid-19,” papar Christine.

Christine menambahkan, selanjutnya enam nakes yang merawat pasien positif tersebut, menjalani test swab dan langsung isolasi mandiri di rumah masing-masing. Dan puskesmas tetap beroperasi seperti biasa.

“Sebenarnya teman-teman di Puskesmas Wlingi sudah memakai APD level tiga. Namun ternyata hasil swab enam teman kami pada Senin (27/7/2020, dua dinyatakan  positif Covid-19,” tandasnya.

Christine menandaskan, setelah dilakukan tracing, ternyata cukup banyak tenaga kesehatan Puskesmas Wlingi melakukan kontak erat dengan nakes yang positif.

“Karena hampir semua dan hanya sedikit yang tidak kontak erat, maka kami meminta mereka untuk tutup dulu,” pungkasnya. (Fajar AT)

Warga Garum Blitar Tersengat Listrik Hingga Tewas Saat Tebang Pohon Bambu

Petugas menunjukan tempat korban tewas akibat tersengat listrik

BERITABLITAR.COM – Warga Lingkungan Tawangsari Kelurahan Tawangsari Kecamatan Garum Kabupaten Blitar digemparkan dengan salah satu warganya yang tewas akibat tersengat listrik. Kejadian naas ini menimpa Katinem (63), saat hendak memotong bambu terlihat ada kabel listrik yang bergelantung di pohon bambu, kemudian korban bermaksud ingin menyingkirkan kabel tesebut.

Kapolsek Garum, Iptu Burhanudin mengatakan, kejadian ini berawal saat korban, Senin (27/7/2020) sekitar pukul 08.00 WIB berpamitan untuk memotong pohon bambu di rumah warga setempat. Saat memotong bamboo, korban melihat ada kabel listrik yang bergelantung di pohon bambu.  Kemudian korban bermaksud ingin menyingkirkan kabel tersebut dengan tangan kiri. Karena tidak tahu kabel tersebut dialiri listrik, korban langsung tersetrum dan terlempar ke sungai yang berada di bawahnya.

“Menurut keterangan saksi yang pertama kali kejadian ini, korban diketemukan sudah dalam posisi terlentang di sungai dengan tangan kiri memegang kabel listrik. Selanjutnya saksi memberitahukan ke warga lainnya, dan bersama-sama mengangkat korban untuk dibawa kerumahnya yang lokasinya dekat dengan TKP,” kata Burhanudin, Senin (27/7/2020).

Burhanudin menambahkan, hasil visum luar yang dilakukan petugas Puskesmas Garum,  terdapat luka lecet pada telapak tangan kiri korban. Diduga kuat bekas tersengat kabel aliran listrik yang menempel di tangan kirinya.

“Pihak keluarga korban dapat menerima kejadian ini sebagai musibah, dan membuat Surat pernyataan diketahui oleh lurah Tawangsari,” pungkas Kapolsek Garum. (Fajar AT)

Dua Tahun Setelah PPDB Zonasi, Sudahkah Semua Sekolah Favorit

Ilustrasi

Oleh : Amelia Jemy, Mahasiswa Universitas Sampoerna

Salah satu cita-cita dari penerapan sistem PPDB secara zonasi adalah menghilangkan kasta dalam dunia pendidikan, sekolah favorit dan tidak favorit. Dua tahun sudah sejak pertama kali PPDB sistem ini dilakukan kembali, namun harapan yang digantungkan tidak segera melebur pada realitas. Pasalnya pandangan publik terhadap sekolah favorit sudah terlalu dominan dan berurat akar sangat lama dalam memori bangsa Indonesia.

Seluruh sekolah seharusnya menyajikan kualitas pendidikan yang sama untuk para siswanya. Lalu mengapa harus ada istilah sekolah terbaik, atau yang lebih dikenal dengan ‘sekolah favorit’? Istilah sekolah favorit dilontarkan masyarakat untuk sekolah yang dianggap memiliki keunggulan akademis.

Masalah PPDB Sekarang

Kini sudah dua tahun lamanya setelah sistem PPDB berbasis zonasi diterapkan di Indonesia. Sistem zonasi yang dicanangkan dapat menghilangkan stigma sekolah favorit nyatanya masih belum cukup untuk mengubah pikiran masyarakat.

Dalam praktiknya banyak keluarga yang rela memalsukan Surat Domisili Keluarga (SKD) agar anaknya dapat masuk ke ‘sekolah favorit’ dengan jalur zonasi. Pada Juni 2020 terdapat 1007 SKD yang terindikasi palsu di Jawa Tengah. Meskipun persentase pemalsuan SKD yang telah terjadi belum dalam skala masif, hal ini menunjukkan bahwa stigma ‘sekolah favorit’ masih melekat di masyarakat.

Kualitas fasilitas secara infrastruktur dan pengajar membuat para wali dan peserta didik masih belum bisa berhenti terobsesi dengan sekolah favorit. Pasalnya dalam pemetaan kualitas sekolah sendiri, sekolah yang berada di daerah yang jauh dari pusat kota terbukti memiliki kualitas lebih rendah daripada sekolah di kota.

Ada 88,8 persen sekolah di Indonesia di jenjang wajib pendidikan 12 tahun belum melewati mutu standar pelayanan minimal. Ada banyak bangunan sekolah yang layak, namun tidak bisa dikatakan nyaman karena renovasi yang tak kunjung usai, bangunan yang terlalu sempit, atau bahkan lingkungan yang kumuh. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas laboratorium sains yang lengkap sehingga kegiatan belajar mengajar tidak bisa dilakukan secara maksimal. Banyak sekolah yang tidak memiliki jumlah buku pelajaran yang memadai sehingga siswa mau tidak mau harus berbagi buku dengan siswa lain atau membeli bukunya sendiri.

Sekolah favorit dipandang dapat menyediakan fasilitas yang wali murid harapkan didapat oleh para peserta didik. Fasilitas yang dimaksud tidak hanya berupa barang-barang seperti teknologi laboratorium dan ruang kelas, namun juga ditentukan oleh kualitas pengajar.

Lama berdirinya sebuah sekolah juga mungkin menjadi faktor yang besar. Sekolah lama lebih berpotensi untuk memiliki citra baik di mata masyarakat. Tidak akan mudah bagi sekolah baru untuk berdiri dengan satu kebanggaan yang sama dengan sekolah-sekolah yang telah ada sejak puluhan tahun lamanya.

Di tahun ini masih ada sebagian masyarakat yang merasakan ketimpangan antara satu sekolah dengan sekolah lainnya. Maka dari itu beberapa orang masih beranggapan bahwa peserta didik harus masuk sekolah tertentu untuk bisa merasakan pembelajaran yang terbaik.

Pemerataan fasilitas dan infrastruktur

Memang, infrastruktur dan kualitas lingkungan fisik bukanlah segalanya, namun hal yang lekat dengan sekolah favorit adalah kualitas dari lingkungan fisik dari tempat belajar.

Mengapa tidak meratakan ini ke seluruh sekolah? Kualitas lingkungan fisik yang setara akan membuat anggapan bahwa Sekolah A lebih baik dari Sekolah B hilang bertahap.

Kelengkapan alat dan bahan mengajar juga akan menunjang kualitas sebuah sekolah. Dinas Pendidikan harus memastikan bahwa setiap sekolah memiliki kesetaraan alat penunjang pendidikan. Setiap siswa di sekolah layak untuk mendapatkan laboratorium sains dan komputer hingga bahan bacaan yang sama. Sudah semestinya seluruh sekolah memiliki kesetaraan teknologi dan bahan pustaka.

Upaya pemerintah dalam pemerataan pembangunan sekolah di Kota Blitar beberapa tahun belakangan terbilang cukup drastis. Penambahan beberapa gedung baru dan perbaikan kerusakan masih menjadi prioritas. Upaya pemerintah untuk menyamaratakan pendidikan masih harus terus berlanjut.

Pemerataan kualitas guru

Sekolah favorit juga identik dengan memiliki guru yang berkualitas. Seorang gurulah yang memiliki peran paling penting dalam mengawal peserta didik menimba ilmu. Artinya, pengajar merupakan seseorang yang kompeten melakukan tugasnya untuk mencerdaskan peserta didik.

Memiliki guru yang berkualitas menjadi kunci kenyamanan belajar siswa. Tidaklah berarti lingkungan fisik apabila tidak diimbangi dengan iklim sekolah. Seorang guru yang tidak kompeten dapat membuat kegiatan belajar mengajar tidak efektif.

Pasalnya, seorang guru yang tidak kompeten menangani kelasnya menimbulkan atmosfer tidak nyaman. Hal ini tentu bertentangan dengan tujuan pemerataan kenyamanan kegiatan belajar mengajar.

Dalam hal ini Dinas Pendidikan perlu menggalakkan pelatihan guru. Bukan hanya dalam penyampaian materi sebagai sebuah pengetahuan, guru juga perlu pelatihan untuk menanamkan pendidikan karakter pada siswa.

Dukungan minat dan bakat siswa

Salah satu anggapan masyarakat tentang ‘sekolah favorit’ adalah sekolah tersebut mampu menjadi ‘sekolah juara’ dalam berbagai bidang. Terwujudnya hal ini tentu saja dikarenakan adanya dukungan sekolah kepada siswa. Terfokusnya beberapa sekolah dalam satu atau dua bidang ekstra atau bahkan hanya fokus ke akademik saja bisa membuat potensi siswa menemukan bakatnya semakin tipis.

Setiap siswa berhak untuk mendapatkan bantuan terhadap kesulitan yang dihadapinya secara akademik maupun non-akademik. Sekolah tidak seharusnya menjadi alasan mengapa seorang siswa melepaskan kegemaran atau keahliannya di bidang tertentu. Justru sekolah harus mendukungnya dengan memberi arahan dan memfasilitasi siswa.

Hal ini bisa diwujudkan melalui kegiatan ekstrakurikuler dengan fasilitas dan guru pembimbing yang sesuai. Sekolah semestinya menyediakan fasilitas penunjang ekstrakurikuler seperti alat kesenian, alat olahraga, dan lain-lainnya. Guru pembimbing harus mampu menjawab dan mengarahkan siswa dalam bidang yang diminatinya.

Guru dan sekolah juga harus mendorong siswa untuk dapat aktif mengikuti kompetisi di bidang yang disukainya. Berlatih untuk sebuah kompetisi akan membuat siswa menjadi lebih disiplin dan berkomitmen terhadap minatnya. Selain dapat menambah pengalaman siswa, memenangkan perlombaan juga akan menaikkan nama sekolah di mata publik. Pun apabila siswa belum berhasil memenangkan perlombaan tersebut, siswa dan sekolah sudah memiliki kesiapan diri dan karakter yang kuat untuk menjadi juara.

Memperbaiki cara berpikir

Meratakan pendidikan bukanlah hal yang mudah, banyak kendala yang harus dilalui berbagai pihak yang terlibat. Dalam hal ini peran orang tua dan lingkungan diperlukan untuk tidak membuat peserta didik merasa gagal untuk masuk ke sekolah yang bergengsi.

Pada dasarnya sekolah adalah sebuah institusi berintegritas yang berdiri dengan landasan membangun pendidikan bangsa, dan karena itu seluruh sekolah memiliki hakikat yang sama terlepas dari bagaimana pandangan seseorang terhadapnya. Menanamkan cara pikir seperti ini sangat diperlukan demi menghapus istilah ‘sekolah favorit’ dari anggapan masyarakat. (*)

Hampir Sebulan Jalani Isolasi Mandiri, Warga Rembang Gelar Tumpengan

Sebagai ucapan rasa syukur atas kesembuhan dari Covid-19 ini, warga Jalan Waru menggelar syukuran dengan makan tumpeng bersama.

BERITABLITAR.COM ­– Hampir satu bulan warga Jalan Waru Kelurahan Rembang Kecamatan Sananwetn Kota Blitar menjalani isolasi mandiri, lantaran 10 warganya dalam 1 RW dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19. Dari 10 orang yang terpapar Covid-19 tersebut, 1 orang meninggal dunia, sementara 9 orang lainnya menjalani isolasi mandiri, dan hari ini, Senin (27/7/2020) mereka dinyatakan negatif semua (sembuh).

Wali Kota Blitar, Santoso bersama Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, secara simbolis melepas portal isolasi mandiri (lockdown) di gerbang masuk Jalan Waru Kelurahan Rembang Kecamatan Sananwetan

Sebagai tanda bebasnya atau kesembuhan dari Covid-19 warga Jalan Waru Kelurahan Rembang ini, Wali Kota Blitar, Santoso bersama Kapolres Blitar Kota, AKBP Leonard M Sinambela, secara simbolis melepas portal isolasi mandiri (lockdown) di gerbang masuk Jalan Waru.

Wali Kota Blitar Santoso berharap, apa yang telah dilakukan warga Kelurahan Rembang yang terdampak Covid-19 ini bisa dicontoh. Karena ketika ada warga yang kena musibah, warga lainnya gotong royong saling membantu.

“Mudah-mudahan seluruh warga di sini seterusnya sehat dan tidak lagi terjangkit Covid-19. Pesan saya meski sudah sembuh semua jalankan terus pola hidup bersih dan sehat. Jalankan protokol kesehatan,” kata Santoso, Senin (27/7/2020).

Sementara Camat Sananwetan, Heru E. Purnomo menyampaikan, sebagai ucapan rasa syukur atas kesembuhan dari Covid-19 ini, warga Jalan Waru menggelar syukuran dengan makan tumpeng bersama. Syukuran ini digelar sepanjang Jalan Waru, namun tetap menerapkan protokol kesehatan. Semua warga yang hadir terlihat menggunakan masker. Mereka nampak kompak  menyambut warga yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19 untuk  kembali menjalankan aktivitas sosial.

“Di sini, warga yang terpapar Covid-19 ada 10 orang. Mereka tinggal dalam satu RW. Dari 10 orang tersebut, 1 meninggal dunia. Sedangkan 9 orang lainnya hari ini sudah dinyatakan negatif semua,” jelas Heru E. Purnomo.

Lebih lanjut Heru menandaskan, sebelum 9 warga dinyatakan sembuh, 5 diantaranya sempat di rawat di rumah sakit. Sedangkan yang lainnya diisolasi mandiri di rumah isolasi yang disediakan pemerintah.

Heru menambahkan, kasus positif Covid-19 di Jalan Waru yang kemudian disebut sebagai klaster Rembang ini, berawal dari seorang tenaga kesehatan (nakes) di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Kabupaten Blitar, juga ayah mertuanya yang dinyatakan positif Covid-19. Kemudian Gugus Tugas percepatan pencegahan Covid-19 Kota Blitar melakukan tracing kontak erat.

“Dari tracing pertama ditemukan tambahan dua pasien positif. Setelah itu kembali dilakukan tracing kedua dan kembali ditemukan 6 warga terkonfirmasi Covid-19. Selanjutnya dilakukan tracing ketiga untuk menelusuri kontak erat 6 pasien positif yang terakhir. Hasil tracing ketiga ini semua kontak erat dinyatakan negative,” pungkas Camat Sananwetan. (Fajar AT)

Berita Terpopuler

Cuaca Hari Ini

Blitar, ID
overcast clouds
23.3 ° C
23.3 °
23.3 °
84 %
3.8kmh
95 %
Rab
29 °
Kam
29 °
Jum
29 °
Sab
29 °
Ming
30 °