Ringkasan Berita :
• DPC LKGSAI Kabupaten Blitar nyatakan dukungan penuh terhadap Aksi Damai GMB tanggal 1 Agustus 2026
• Ketua LKGSAI Yulius Eko Wahyono tegaskan penutupan jalan Lahor merugikan warga dan matikan roda ekonomi
• LKGSAI ajak seluruh elemen masyarakat ikut bersuara secara damai dan konstitusional
• Aksi berlangsung pukul 10.00 WIB di Bendungan Lahor, menuntut jalan tetap berfungsi sebagai jalur perekonomian
• Pihak LKGSAI imbau peserta menjaga ketertiban, hindari tindakan anarkis demi nama baik Blitar
Blitar, beritablitar.com - Gelombang dukungan terhadap penolakan penutupan jalan di atas Bendungan Lahor terus mengalir. Kali ini datang dari Lembaga Komando Garuda Sakti Aliansi Indonesia (LKGSAI) Kabupaten Blitar.
Ketua DPC LKGSAI Kabupaten Blitar, Yulius Eko Wahyono menyatakan dukungan sepenuhnya terhadap rencana aksi damai yang digelar Gerakan Masyarakat Blitar (GMB).
Menurut Yulius Eko Wahyono, jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian warga yang tak boleh diputus sembarangan.
"Atas nama DPC LKGSAI Kabupaten Blitar, kami mendukung penuh Gerakan Masyarakat Blitar. Penutupan jalan di Bendungan Lahor akan sangat merugikan. Itu sama saja memutuskan akses ekonomi, menghambat distribusi barang, dan mematikan usaha kecil masyarakat Blitar," kata Yulius Eko Wahyono, Jumat (31/7/2026).
Eko menegaskan, kehadiran pihaknya murni untuk memperjuangkan hak rakyat, bukan mencari keributan.
"LKGSAI hadir bukan untuk menciptakan keributan, melainkan untuk mengawal aspirasi rakyat secara konstitusional dan damai," tegasnya.
Eko mengajak semua kalangan, baik anggota organisasinya maupun masyarakat umum, untuk turut bersatu menyuarakan kebenaran ini.
"Kami mengajak seluruh anggota LKGSAI dan masyarakat Blitar untuk ikut serta. Mari kita suarakan bersama: LAHOR ADALAH JALAN PEREKONOMIAN, BUKAN UNTUK DITUTUP! Kita jaga Blitar tetap maju dan ekonominya tetap berjalan," tandasnya.
Aksi damai tersebut akan dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai tepat di lokasi Bendungan Lahor. Tuntutan utamanya adalah meninjau kembali kebijakan penutupan jalan demi kelancaran perekonomian warga.
LKGSAI mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar tetap menjaga ketertiban, tidak melakukan tindakan anarkis, dan tetap menjaga nama baik Kabupaten Blitar sebagai daerah yang menjunjung tinggi kedamaian. (jr)