Ringkasan Berita :

• Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi sampaikan analisis kemungkinan dinamika politik berjalan lebih cepat dari Pemilu 2029 dalam forum bersama mantan Presiden Jokowi.​
• Ucapan yang terekam video menjadi viral; ia mengaitkan hal ini dengan kondisi sosial-ekonomi dan sejarah transisi 1998.​
• Budi Arie mengajak relawan bersiap menghadapi berbagai skenario perubahan politik di masa depan.

JAKARTA, beritablitar.com - Potongan video berisi pernyataan Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, mengenai kemungkinan perubahan situasi politik nasional yang berlangsung lebih cepat dari jadwal Pemilu 2029 menjadi sorotan dan viral di media sosial. Ucapan tersebut disampaikan dalam forum silaturahmi yang dihadiri langsung oleh Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).

Video yang beredar luas dan dibagikan oleh Guru Besar Hukum Tata Negara Denny Indrayana melalui akun Instagram pribadinya ini menampilkan suasana forum yang hangat. Dalam kesempatan itu, Budi Arie menyampaikan bahwa insting politiknya menangkap adanya potensi pergeseran dinamika yang tidak harus menunggu hingga tahun 2029. Ia pun mengaku telah menyampaikan hal ini secara langsung kepada Jokowi.

“Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. ‘Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?’ Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong pemilu 2029- pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?” ujar Budi Arie yang langsung disambut seruan “Siap!” dari para peserta forum.

Budi Arie kemudian mengaitkan pandangannya dengan dinamika kondisi sosial dan ekonomi yang berkembang di masyarakat, serta munculnya berbagai aspirasi di sejumlah daerah. Ia juga menyinggung pengalaman sejarah transisi kekuasaan tahun 1998, di mana perubahan politik turut mendorong percepatan pelaksanaan pemilu yang semula dijadwalkan setelah tahun 1997 menjadi berlangsung pada tahun 1999.

Pernyataan ini memicu beragam tanggapan dan spekulasi di kalangan masyarakat. Pihak terkait kemudian menyampaikan bahwa pernyataan tersebut merupakan wujud diskusi terbuka dan analisis pribadi, bukan merupakan sikap resmi mantan Presiden Jokowi maupun kebijakan politik yang telah ditetapkan.

Meski demikian, wacana ini tetap menjadi bahan pembahasan luas mengenai peta politik nasional yang dinamis menjelang tahun-tahun politik mendatang. (jr)