Trenggalek, beritablitar.com - Bolone Mase Indonesia (BMI) Korwil Jawa Timur menggelar gerakan Turun ke Bawah (Turba) yang menjangkau 14 kabupaten dan kota di wilayah Mataraman.

Kegiatan yang berlangsung mulai 1 hingga 6 Juni 2026 ini, bertujuan membuka ruang dialog bersama generasi muda, sekaligus memperkuat literasi digital agar anak muda mampu menghadapi maraknya penyebaran hoaks dan disinformasi di media sosial.

Mengusung tema "Dialog Gen Z: Menolak Hoaks, Membangun Ruang Digital yang Sehat dan Produktif", gerakan ini menyasar wilayah Nganjuk, Kediri Raya, Trenggalek, Blitar Raya, Tulungagung, Ponorogo, Pacitan, Magetan, Madiun Raya, Bojonegoro, hingga Ngawi.

Madjid menegaskan, kehadirannya ini, bertujuan membangun kesadaran anak muda agar cerdas dan bertanggung jawab dalam bermedia sosial.

Menurut Madjid, Generasi Z memiliki posisi yang sangat strategis karena kedekatannya dengan teknologi. Oleh karena itu, kelompok inilah yang diharapkan menjadi garda terdepan menjaga keamanan informasi di ruang maya.

"Generasi Z merupakan kelompok yang paling dekat dengan perkembangan teknologi dan media sosial. Karena itu mereka harus menjadi pelopor dalam melawan hoaks, ujaran kebencian, serta disinformasi yang dapat mengganggu persatuan bangsa," kata Madjid Widigdo.

Madjid menilai tantangan terbesar saat ini bukan hanya derasnya arus informasi, melainkan rendahnya kemampuan masyarakat dalam menyaring mana yang benar dan bermanfaat. Kondisi ini membuat gerakan edukasi seperti Turba ini menjadi sangat relevan dan mendesak untuk dilakukan.

"Kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana hoaks dan informasi yang belum terverifikasi begitu mudah tersebar melalui media sosial. Kami berharap Dialog Gen Z ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya anak muda, agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi," jelas Madjid.

Lebih lanjut, Madjid menandaskan, bahwa kehadiran Bolone Mase di berbagai daerah juga bertujuan untuk konsolidasi organisasi serta memperkuat jaringan. Pihaknya berkomitmen penuh mendukung setiap program yang mampu membentuk masyarakat yang kritis dan berdaya saing tinggi di era digital.

"Bolone Mase Jawa Timur berkomitmen mendukung program-program literasi digital yang bertujuan membangun masyarakat yang kritis, cerdas, dan berdaya saing. Langkah ini kami lakukan agar edukasi menyebar merata hingga ke tingkat akar rumput," tegasnya.

Ia juga mengingatkan peran aktif yang harus diambil oleh kaum muda. Menurutnya, anak muda tidak boleh lagi hanya pasif menerima informasi, melainkan harus turut berperan serta membangun suasana digital yang positif dan membangun.

"Anak muda tidak boleh hanya menjadi konsumen informasi. Mereka harus menjadi produsen narasi positif yang mampu menjaga persatuan, memperkuat optimisme, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa," tambahnya.

Madjid berharap, dari 14 wilayah yang disambangi, lahir individu-individu yang nantinya berperan sebagai penggerak perubahan di lingkungannya masing-masing.

"Melalui kegiatan ini, kami ingin melahirkan agen-agen literasi digital di berbagai daerah. Mereka yang nantinya akan menjadi contoh dalam menyebarkan informasi yang benar serta mengedepankan narasi yang menyejukkan dan membangun," tandasnya.

Madjid menegaskan, gerakan ini adalah bukti nyata kehadiran organisasi. Ia berjanji akan terus konsisten membawa program-program yang edukatif, kolaboratif, dan konstruktif demi kemajuan generasi muda.

"Ini adalah bukti komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat. Kami akan terus bergerak lewat gerakan yang edukatif, kolaboratif, dan konstruktif demi terciptanya ruang digital sehat serta generasi muda yang tangguh menghadapi tantangan zaman," pungkas Madjid Widigdo. (jr).