Jakarta, beritablitar.com – Tiga bandara di Indonesia berhasil menembus daftar 10 besar bandara tersibuk di Asia Tenggara pada Juli 2026 berdasarkan data kapasitas kursi penerbangan terjadwal dari penyedia data perjalanan global Official Airline Guide (OAG).
Ketiga bandara tersebut adalah Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, dan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan.
Dari ketiganya, Bandara Soekarno-Hatta menempati posisi tertinggi di urutan kedua se-Asia Tenggara dengan kapasitas 3,32 juta kursi, naik 3,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kenaikan ini membawa Soekarno-Hatta unggul sekitar 170.000 kursi dibandingkan Bandara Kuala Lumpur yang sebelumnya berada di posisi kedua pada Juli 2025,” demikian catatan data OAG yang dirilis Senin (3/8/2026).
Posisi pertama daftar bandara tersibuk masih ditempati Bandara Changi, Singapura dengan kapasitas 3,56 juta kursi. Sementara itu, Bandara Kuala Lumpur turun ke peringkat ketiga.
Dua bandara Indonesia lainnya, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berada di peringkat kesembuhan dengan kapasitas 1,30 juta kursi atau turun 3,5 persen secara tahunan.
Adapun Bandara Internasional Sultan Hasanuddin menutup daftar di urutan ke-10 dengan 953.513 kursi, atau mengalami penurunan sebesar 11,3 persen.
Di kawasan ini, pertumbuhan kapasitas kursi tertinggi dicatat oleh Bandara Hanoi, Vietnam yang naik 8,1 persen. Sementara penurunan terbesar terjadi pada Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Pemerintah menyambut baik capaian ini sebagai bukti kepercayaan dunia penerbangan internasional terhadap kinerja bandara di Indonesia, sekaligus menjadi tantangan untuk terus meningkatkan pelayanan dan kapasitas infrastruktur ke depannya. (*)