Tulungagung, beritablitar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi keselamatan perkeretaapian secara proaktif di lingkungan sekolah, guna menekan angka kecelakaan serta gangguan keamanan dan ketertiban di sepanjang jalur kereta api.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari berturut-turut, Rabu hingga Kamis (15–16 Juli 2026), dilaksanakan di SMKN 1 Rejotangan, Kabupaten Tulungagung. Program ini disambut antusias oleh seluruh warga sekolah, dengan kehadiran sebanyak 624 siswa dan 22 guru pembina.
Tim pelaksana yang terdiri dari petugas KAI Daop 7 Madiun beserta personel Tim Pengamanan (PAM) menyajikan sesi interaktif yang tidak hanya mengenalkan profesi Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), tetapi juga menyampaikan berbagai materi penting terkait dunia perkeretaapian.
Materi yang disampaikan meliputi pentingnya menjaga keamanan dan keselamatan di sekitar jalur kereta api, bahaya fatal bermain atau beraktivitas di dekat rel, kewajiban mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta kedisiplinan saat melintasi perlintasan sebidang yang menjadi salah satu titik rawan terjadinya kecelakaan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan, langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang yang sebagian besar disebabkan oleh kurangnya kewaspadaan masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami terus mengedukasi masyarakat, khususnya generasi muda, agar membangun kesadaran sejak dini terkait bahaya bermain di sekitaran jalur kereta api. Jalur KA bukanlah area untuk beraktivitas selain kepentingan operasional. Disiplin dalam berlalu lintas di perlintasan sebidang juga menjadi kunci utama keselamatan bersama,” kata Tohari, Minggu (19/7).
Selain menyasar siswa, kegiatan ini juga mengajak peran aktif pihak sekolah. Para guru pembina diimbau untuk secara rutin mengingatkan para siswa agar menjauhi area jalur rel kereta api, serta segera melaporkan kepada petugas jika menemukan potensi gangguan yang dapat mengancam keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api.
Tohari menambahkan, keselamatan perkeretaapian bukan hanya tanggung jawab pihak operator semata, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak sekolah, untuk bersama-sama ikut menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api. Kepatuhan terhadap aturan adalah bentuk nyata kontribusi dalam menciptakan transportasi yang aman dan andal,” imbuhnya.
KAI Daop 7 Madiun berkomitmen akan melanjutkan upaya sosialisasi ini secara berkala di berbagai lokasi strategis, khususnya di daerah yang memiliki potensi risiko keselamatan tinggi.
"Langkah ini merupakan bagian tak terpisahkan dari dedikasi perseroan untuk memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung dengan selamat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat maupun penumpang," pungkas Manager Humas KAI Daop 7 Madiun. (jr).
.