Blitar, beritablitar.com - Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di kawasan Sumber Air Mbah Bawuk, Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, mendapat apresiasi tinggi dari Anggota DPRD Kota Blitar Tan Ngi Hing. Penilaian itu disampaikan saat ia meninjau langsung lokasi pembangunan jembatan, Jumat (10/7/2026).
Menurut Tan Ngi Hing, yang juga Sekretaris Partai Gerindra Kota Blitar, Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program pembangunan nasional yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Pelaksanaan pembangunannya dikerjakan secara penuh oleh jajaran Tentara Nasional Indonesia, didukung pemerintah daerah serta partisipasi masyarakat setempat.
“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi‑tingginya atas dibangunnya Jembatan Perintis Garuda di area sumber ini, yang merupakan gagasan Bapak Presiden Prabowo dan dilaksanakan oleh bapak‑bapak TNI. Ini salah satu bukti nyata bahwa pemerintahan Pak Prabowo hadir langsung untuk masyarakat hingga ke tingkat bawah,” kata Tan Ngi Hing.
Jembatan yang memiliki bentang panjang sekitar 25 meter dan lebar 1,25 meter ini menghubungkan Kelurahan Karangtengah dengan Kelurahan Plosokerep. Keberadaannya dinilai sangat bermanfaat melancarkan mobilitas warga, mempermudah akses pelajar SMPN 8 Blitar dan SMK, serta mendongkrak daya tarik kawasan itu sebagai destinasi wisata Ruang Terbuka Hijau (RTH) Mata Air Mbah Bawuk.
Tan Ngi Hing menegaskan, pelaksanaan proyek ini sepenuhnya menjadi kewenangan TNI, sehingga posisinya sebagai wakil rakyat tidak memiliki keterkaitan langsung dalam perencanaan maupun pengawasan teknis.
Tan Ngi Hing yang juga Anggota Komisi I DPRD Kota Blitar menyampaikan rasa prihatin setelah melihat kondisi jembatan kayu lama yang masih digunakan warga dan pengunjung. Jembatan tersebut kondisinya rusak parah, lapuk, dan melintasi area persawahan.
“Kelurahan Karangtengah ini merupakan daerah pemilihan saya. Setelah melihat langsung, jembatan kayu tersebut memang mengalami kerusakan serius dan membahayakan. Walaupun saya tidak berada di komisi yang membidangi pembangunan atau sarana prasarana, aspirasi dari masyarakat ini akan tetap kami tampung,” jelasnya.
Menurut Tan Ngi Hing, perbaikan jembatan kayu itu sangat mendesak karena membahayakan keselamatan siapa saja yang melintas, baik warga maupun wisatawan.
Guna mengatasi kondisi tersebut, Tan Ngi Hing berkomitmen memperjuangkan usulan perbaikan melalui jalur resmi lembaga legislatif.
“Upaya perbaikan jembatan kayu di area Sendang Mbah Bawuk ini nantinya akan coba kami perjuangkan melalui usulan program pembangunan dari dana aspirasi atau Pokok‑Pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan,” pungkasnya. (jr).