Ringkasan Singkat :

• Kepala BGN benahi tata kelola MBG, fokus disiplin, transparansi, dan penanganan dugaan korupsi.
​• BGN perbaiki MBG: bersih dari penyimpangan, sistem lebih baik, dan bertanggung jawab.
​• Sudaryono pastikan MBG berjalan bersih dan berkualitas.
​• Pilihan 4: BGN perkuat pengawasan dan mutu layanan Program MBG.

Jakarta, beritablitar.com – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono menegaskan komitmennya untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.

Pembenahan ini difokuskan pada penegakan disiplin, penguatan pengawasan, serta peningkatan transparansi guna menjaga kualitas layanan yang dirasakan masyarakat di seluruh Indonesia.

“Kami berkomitmen penuh untuk membenahi setiap aspek penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis. Fokus utama kami adalah menegakkan disiplin, memperkuat sistem pengawasan, serta meningkatkan transparansi, sehingga kualitas layanan bagi penerima manfaat di seluruh wilayah Indonesia dapat terjaga dengan baik,” kata Sudaryono.

Lebih lanjut Sudaryono menyampaikan, BGN memfokuskan langkah pembenahan pada tiga isu utama yang menjadi prioritas.

Pertama, penanganan serius terhadap dugaan korupsi yang muncul dalam pelaksanaan program.

Kedua, perbaikan menyeluruh tata kelola internal penyelenggaraan MBG agar lebih tertib dan terstandar.

Ketiga, peningkatan keterbukaan informasi publik agar masyarakat dapat memantau dan mengawasi jalannya program.

“Tiga hal ini menjadi landasan utama kami dalam melakukan perbaikan. Penanganan dugaan korupsi, perbaikan tata kelola internal, serta peningkatan keterbukaan informasi publik adalah kunci agar program ini berjalan sesuai tujuan dan amanah yang diberikan,” tambahnya.

Selain itu, Sudaryono menegaskan, akan memastikan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bertindak tegas sebagai aparatur negara yang bertanggung jawab penuh atas standar mutu layanan di setiap unit dapur yang menjadi tanggung jawabnya.

Sudaryono menekankan, setiap unsur yang terlibat dalam penyelenggaraan program harus memahami tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya.

Sebagai aparatur negara, Kepala SPPG memiliki peran sentral dalam menjaga kualitas gizi, kebersihan, serta keamanan makanan yang disajikan kepada jutaan penerima manfaat.

“Kami memastikan seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi bertindak tegas sebagai aparatur negara yang bertanggung jawab penuh atas standar mutu layanan di setiap unit dapur,” tegas Sudaryono.

Pembenahan tata kelola ini juga dilakukan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program MBG yang menyasar jutaan anak dan kelompok rentan di seluruh penjuru negeri.

BGN berharap langkah perbaikan yang dilakukan dapat membuat program ini berjalan lebih efektif, efisien, dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat Indonesia.

Sudaryono mengimbau seluruh pihak terkait untuk bersinergi dan mendukung langkah pembenahan ini. Setiap masukan dan pengawasan dari masyarakat juga sangat diharapkan guna menyempurnakan penyelenggaraan program yang merupakan wujud kepedulian negara terhadap kesejahteraan rakyat.

Dengan langkah-langkah nyata yang dilakukan, BGN menargetkan penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih profesional, akuntabel, dan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang. (jr)