Madiun, beritablitar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun melaksanakan kegiatan pemeriksaan lintas menggunakan lori dresin, Senin (6/7/2026). Hal ini dilakukan sebagai wujud nyata komitmen berkelanjutan meningkatkan keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.
Inspeksi ini dipimpin langsung oleh Vice President (VP) Daop 7 Madiun Ali Afandi bersama jajaran manajemen untuk meninjau secara rinci kondisi operasional serta kesiapan seluruh prasarana di wilayah kerjanya. Pemeriksaan menyeluruh mencakup kondisi rel, jembatan, persinyalan, hingga fasilitas stasiun.
Kegiatan pengecekan difokuskan pada lintas Madiun–Walikukun, dengan didampingi Manajer Operasi, Manajer Sintel, Manajer Jalan dan Jembatan, Manajer Humas, Manajer Sumber Daya Manusia dan Umum, tim Quality Control, serta para Kepala Unit Pelaksana Teknis terkait.
Sebelum turun ke jalur, seluruh peserta mengikuti pengarahan keselamatan (safety briefing) dan doa bersama yang dipimpin langsung oleh VP Daop 7 Madiun.
Dalam arahannya, Ali Afandi menekankan bahwa keandalan prasarana harus selalu terjaga dan memenuhi standar keselamatan tertinggi guna mendukung kelancaran operasional serta kepuasan pelanggan.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan, kegiatan ini bukan sekadar kewajiban rutin, melainkan langkah pencegahan yang sangat krusial.
“Inspeksi lintas dengan lori dresin ini merupakan komitmen penuh KAI Daop 7 Madiun untuk memastikan bahwa aspek keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api selalu berada di prioritas tertinggi. Kami ingin memastikan setiap jengkal jalur dan fasilitas pendukungnya dalam kondisi prima untuk melayani pelanggan,” kata Tohari kepada wartawan di Madiun, Selasa (7/7/2026).
Aspek yang diperiksa meliputi kondisi jalan rel dan wesel sebagai tumpuan utama perjalanan, kekuatan struktur jembatan serta keandalan area emplasemen stasiun, ketepatan dan kejelasan fungsi fasilitas persinyalan serta telekomunikasi, hingga seluruh prasarana pendukung lainnya yang ada di sepanjang lintas Madiun–Walikukun.
Selain sebagai sarana pengawasan, kegiatan ini juga berfungsi sebagai wadah evaluasi lapangan yang efektif. Melalui pengamatan langsung, tim manajemen dapat segera mengidentifikasi potensi perbaikan, melakukan mitigasi risiko sejak dini, serta memastikan seluruh komponen perkeretaapian berada dalam kondisi andal dan laik operasi.
“Melalui pemeliharaan dan pengawasan yang ketat seperti ini, KAI Daop 7 Madiun optimis dapat terus menghadirkan layanan transportasi massal yang mengutamakan keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan kelancaran bagi seluruh masyarakat pengguna jasa,” pungkas Tohari. (jr).