Ringkasan Berita :
- Lomba Gerak Jalan HUT ke-81 RI Kota Blitar makin meriah, RT 2 RW 13 Karanglo tampil dengan kostum Ibu-Ibu Koboi dan Pelari Kalcer.
- Kostum bukan sekadar hiasan, menyampaikan pesan ketangguhan perempuan dan semangat kerja keras hadapi kondisi ekonomi.
- Peserta sengaja belanja kebutuhan dari UMKM lokal sebagai wujud dukung roda ekonomi warga.
BLITAR, beritablitar.com - Suasana meriah menyelimuti Kota Blitar, Sabtu (8/8/2026). Ratusan warga memadati jalanan mengikuti lomba gerak jalan umum dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dilepas dari Alun-alun Kota Blitar.
Di tengah hiruk-pikuk peserta yang tampil berwarna-warni, ada satu kelompok yang langsung mencuri perhatian, yaitu warga RT 2 RW 13 Kelurahan Karanglo, Kecamatan Sananwetan. Mereka tampil beda dengan konsep yang penuh makna!
Para ibu-ibu melangkah gagah dengan kostum koboi lengkap, sedangkan para bapak-bapak mengusung tema 'Pelari Kalcer' dengan semangat gerak aktif dan sehat.
Menurut Ketua RT 2 RW 13, Dono Trisusilo, penampilan ini bukan sekadar ingin menang lomba. Ada pesan mendalam yang ingin disampaikan terkait kondisi saat ini.
"Kostum koboi ini melambangkan betapa tangguhnya perempuan. Mereka harus kuat mengurus rumah, tapi juga harus bisa bantu mencari nafkah. Ibu-ibu ini adalah jantung ekonomi keluarga kita," kata Dono.
Sementara untuk tema 'Pelari Kalcer' bagi kaum pria, ini jadi ajakan agar tidak mudah mengeluh.
"Jangan banyak keluh kesah kalau kondisi sedang sulit. Kita harus terus bergerak, bekerja keras, dan jaga kesehatan supaya tidak tertinggal," tambahnya.
Yang patut diapresiasi, peserta dari lingkungan ini juga menunjukkan kepedulian nyata. Mereka sepakat tidak membawa bekal makanan dari rumah. Semua kebutuhan makan dan minum sengaja dibeli dari pelaku UMKM dan pedagang di lokasi kegiatan.
"Supaya dagangan mereka laku dan roda ekonomi warga tetap berputar. Ini bentuk dukungan kita sesama warga," jelas Dono.
Sebanyak 48 warga ikut serta dalam dua regu ini. Keikutsertaan ini pun sudah dilakukan rutin sejak tahun 2023. Bagi mereka, kemerdekaan harus diisi dengan kebersamaan, kreativitas, dan saling bantu sesama.
"Yang penting kita tetap rukun, semangat, dan merayakan kemerdekaan ini dengan cara yang positif dan bermanfaat," pungkas Dono. (jr)