BLITAR, beritablitar.com - Ribuan warga memadati ruas jalan Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Minggu malam (27/9/2026). Mereka tumpah ke jalan menyaksikan gelaran Exotic Karnival 2026 yang mengubah kawasan itu menjadi panggung raksasa penuh cahaya dan suara.

Sebanyak 34 peserta tampil dengan beragam kreasi kostum, mulai dari karakter animasi, gaun bertingkat, hingga karya kepala dan sayap yang unik. Dentuman puluhan sistem suara berpadu kilatan laser membuat suasana semakin meriah. Karnaval digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi etalase kreativitas warga.

Satu penampilan paling menyedot perhatian, pementasan kisah legenda lokal Lembu Suro dan Dewi Kilisuci. Dalam pertunjukan teater sekitar 10 menit, peserta mengangkat kisah sayembara pembuatan dua sumur di puncak Gunung Kelud, pengkhianatan, hingga sumpah Lembu Suro yang konon menjadi awal mula gemuruh gunung berapi itu.

Cerita yang melahirkan ungkapan “Blitar dadi latar, Kediri dadi kali, Tulungagung dadi kedung” disambut tepuk tangan membahana.

Salah satu dewan juri, Sutrino, mengakui penampilan itu menarik perhatian.

Di balik kemeriahan, karnaval juga membuka ruang ekonomi warga. Ratusan pelaku UMKM membuka lapak di sepanjang jalur parade.

Ketua Panitia sekaligus Koordinator Pemuda Desa Sawentar Bersatu, Farid Fuadi mengatakan, kegiatan ini murni lahir dari semangat para pemuda, tanpa bantuan anggaran pemerintah desa.

"Kami tanpa bantuan pemerintah desa, namun ini atas dedikasi para pemuda Desa Sawentar Bersatu. Tujuan kami membangkitkan perekonomian warga, sehingga ratusan pedagang turut andil dalam berjualan di sepanjang jalan parade festival," kata Farid.

Farid berharap kegiatan serupa tahun depan dapat terselenggara lebih matang dan melibatkan lebih banyak warga.

"Semoga tahun depan lebih kompak dan semarak lagi, karena masyarakat butuh hiburan sekaligus ajang membangkitkan UMKM Desa Sawentar," imbuhnya.

Exotic Karnival 2026 tak hanya meninggalkan gema musik dan cahaya. Di balik keriuhan itu, terlihat kreativitas pemuda, geliat pedagang kecil, serta upaya menjaga cerita rakyat tetap hidup. (jr)