Ringkasan Berita :
• Presiden Prabowo ajukan Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori sebagai calon Deputi Gubernur BI.
• DPR jadwalkan uji kelayakan pekan depan setelah masa sidang dibuka 14 Agustus 2026.
• Kedua calon adalah pejabat karier BI dengan pengalaman panjang di bidang moneter, makroprudensial, hingga ekonomi syariah.
JAKARTA, beritanlitar.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajukan dua nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, yakni Solikin M Juhro dan M Anwar Bashori. Keduanya merupakan pejabat karier bank sentral yang memiliki pengalaman lebih dari tiga dekade di bidang kebijakan moneter, makroprudensial, pengelolaan uang, serta ekonomi dan keuangan syariah.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengungkapkan, pemerintah telah mengirimkan Surat Presiden (Surpres) kepada pimpinan DPR terkait pengisian sejumlah posisi strategis di Dewan Gubernur Bank Indonesia. Surpres disampaikan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara kepada pimpinan DPR.
"Kemarin Pak Mensesneg sudah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR dari Presiden. Selain mengusulkan Aida S. Budiman sebagai calon Deputi Gubernur Senior BI, pemerintah juga mengajukan Solikin M. Juhro dan M. Anwar Bashori untuk posisi Deputi Gubernur BI," ujar Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Puan menjelaskan DPR akan memproses seluruh nama yang diajukan sesuai mekanisme dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Uji kelayakan dan kepatutan dijadwalkan berlangsung pekan depan, setelah masa sidang DPR dibuka kembali pada 14 Agustus 2026.
"Karena pembukaan masa sidangnya masih tanggal 14 Agustus, setelah itu akan kami proses nama-nama tersebut," tegas Puan Maharani.
Profil Solikin M. Juhro
Solikin M. Juhro lahir di Surabaya, 10 Oktober 1967. Menyelesaikan Sarjana Ekonomi dan Studi Pembangunan Universitas Airlangga (1991), meraih Master of Economics dari University of Michigan (1998), serta Doktor Ekonomi Moneter Universitas Indonesia (2005). Masuk BI sejak 20 September 1994, kini menjabat Asisten Gubernur sekaligus Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial sejak Juni 2023. Sebelumnya menjabat Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter (2022–2023) serta Kepala Departemen Institut BI (2018–2022).
Profil M. Anwar Bashori
Muhammad Anwar Bashori lahir di Klaten, 1968. Lulus Sarjana Manajemen Universitas Jenderal Soedirman (1989) dan meraih Master of Development Economics dari University of Glasgow (1999). Memulai karier di BI sejak 1994, kini menjabat Direktur Eksekutif–Kepala Departemen Pengelolaan Uang sejak 2025. Pernah menjabat Kepala Departemen Sumber Daya Manusia (2022–2024) serta Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah (2016–2022).
Apabila lolos uji kelayakan dan kepatutan serta mendapat persetujuan rapat paripurna DPR, keduanya akan memperkuat jajaran pimpinan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, serta pengelolaan uang rupiah demi mendukung kebijakan ekonomi nasional. (jr)
Sumber: Liputan6.com