BLITAR, beritablitar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali mengeluarkan imbauan waspada terhadap penipuan bermodus calo penerimaan pegawai, menyusul berhasilnya pengungkapan kasus serupa oleh Satreskrim Polres Madiun, Rabu (4/11/2026).

Dalam kasus tersebut, pelaku mengaku sebagai pejabat teknisi KAI, menggunakan atribut palsu, dan meminta uang dengan alasan biaya pelatihan serta tes kesehatan kepada calon pelamar.

KAI Daop 7 Madiun menegaskan bahwa tersangka dalam kasus tersebut bukan merupakan pegawai resmi perusahaan. Seluruh atribut yang dipakai pelaku, mulai dari seragam, kartu identitas, hingga perlengkapan dinas lainnya dipastikan berupa barang palsu yang tidak terdaftar di sistem internal KAI.

Manajer Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan, prinsip dasar seluruh proses penerimaan pegawai KAI yang berjalan secara transparan dan berbasis kompetensi.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada oknum atau pihak‑pihak yang menjanjikan kelulusan dengan dalih bisa memasukkan seseorang menjadi pegawai KAI. Proses rekrutmen KAI sama sekali tidak dipungut biaya apa pun. Tidak ada kewajiban membayar uang muka, biaya administrasi, atau biaya penggantian akomodasi dan transportasi,” kata Tohari.

Peringatan ini disampaikan bersamaan dengan berlangsungnya Rekrutmen Eksternal PT KAI Daop 7 Madiun Tahun 2026 untuk lulusan SLTA, D3, dan D4/S1. Dari total 2.312 peserta yang mengikuti tahap tes kesehatan awal, sebanyak 581 peserta berhasil melanjutkan ke tahap tes psikologi yang dipantau langsung oleh Wakil Presiden PT KAI Daop 7 Madiun, Ali Afandi.

Dari jumlah peserta tes psikologi tersebut, sebanyak 141 orang dinyatakan lolos dan berhak mengikuti tahap selanjutnya yaitu tes wawancara. Pihak KAI mengingatkan para pelamar agar tetap mengandalkan kemampuan diri sendiri dan tidak tergiur janji‑janji kelulusan dari pihak yang tidak berwenang.

PT KAI Daop 7 Madiun juga merinci saluran informasi resmi yang dapat dipercaya oleh masyarakat dan calon pelamar. Seluruh pengumuman lowongan kerja dan tahapan seleksi hanya dipublikasikan melalui situs karier.kai.id. Perusahaan tidak pernah menerima berkas lamaran fisik melalui pos atau pihak luar situs resmi, serta tidak mewajibkan pemesanan akomodasi maupun transportasi melalui agen perjalanan tertentu sebagai syarat kelulusan.

Semua tahapan seleksi mulai dari administrasi, kesehatan awal, psikologi, wawancara, kesehatan akhir, hingga pendidikan dan pelatihan diumumkan secara terbuka melalui akun masing‑masing peserta.

Bagi warga maupun calon pelamar yang menemukan informasi mencurigakan atau indikasi penipuan rekrutmen, pihak KAI meminta untuk segera melaporkannya ke kepolisian terdekat atau melakukan konfirmasi melalui saluran resmi PT KAI guna menghindari kerugian materiil. (jr)