Ringkasan Berita :

• Presiden Prabowo Subianto jelaskan alasan kunjungi NTT baru hari ini, 11 hari pasca gempa berkekuatan M7,7.​
• Ia sengaja menunda kedatangan agar petugas di lapangan fokus layani warga tanpa terpecah perhatian oleh protokol pejabat.​
• Tiba di Nagekeo, Presiden langsung pimpin rapat evaluasi dan penanganan bencana demi efektivitas bantuan.

NAGEKEO, NTT, beritablitar.com - Presiden Prabowo Subianto memberikan penjelasan terkait waktu kunjungan kerjanya ke wilayah terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dilaksanakan baru, Rabu (26/8/2026), padahal bencana terjadi sejak Sabtu (15/8/2026).

Dalam keterangannya di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo, Prabowo menyatakan penundaan awal ini merupakan keputusan sadar demi efektivitas penanganan bencana. Ia sengaja tidak datang di masa awal tanggap darurat agar seluruh instansi dan petugas di lapangan dapat berkonsentrasi penuh pada tugas utama tanpa terbebani urusan penyambutan.

“Memang sengaja saya di awal-awal saya tidak mau datang karena saya mau beri kesempatan semua instansi untuk melayani rakyat langsung,” jelaa Prabowo.

Presiden menekankan bahwa kedatangan banyak pejabat pusat di fase kritis bencana berpotensi mengganggu kinerja di lapangan. Hal ini dapat membebani pejabat daerah yang terpaksa harus membagi fokus antara tugas penanganan korban dengan urusan protokol dan penyambutan tamu.

“Kadang-kadang kalau terlalu banyak pejabat pusat datang terpecah konsentrasi, jadi pejabat daerah harus menjemput dan sebagainya, itu kadang-kadang ada kecenderungan akhirnya bisa menjadi mengalihkan fokus pertama,” tambahnya.

Sesampainya di lokasi, Prabowo langsung memimpin rapat terpadu untuk mengevaluasi progres penanganan bencana serta memastikan kebutuhan warga terpenuhi dan bantuan tepat sasaran. (jr)