Ringkasan Berita :

- Unggahan menyoroti perubahan pengelolaan BUMN arahan Prabowo: hentikan kebiasaan direksi berlagak "raja kecil" dan nikmati bonus meski rugi.

- Ditegaskan BUMN adalah milik seluruh rakyat, bukan milik pribadi atau kelompok.

- Warganet beragam tanggapan: dukung perombakan total, namun ada juga yang ingatkan tantangan pelaksanaan di lapangan.

JAKARTA, beritablitar.com - Penegasan keras datang terkait reformasi pengelolaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Hey, hey! BUMN bukan punya nenek moyangmu!" Demikian pesan yang disampaikan terkait arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membereskan tata kelola perusahaan negara.

Seperti tertuang dalam unggahan di akun instagram @birosuararakyat, disebutkan, selama ini banyak direksi BUMN yang berlagak seperti "raja kecil", menikmati tunjangan dan tantiem meskipun perusahaan dalam kondisi rugi. Hal ini mulai dibenahi secara tegas.

"Tapi Prabowo hentikan semua itu. Bonus disamarkan, ego dilestarikan, habis sudah. Sebab BUMN bukan kerajaan, melainkan milik seluruh rakyat Indonesia," bunyi pernyataan dalam unggahan tersebut.

Poin penting lain yang disentuh adalah penghentian kebiasaan mempertahankan kepentingan pribadi di atas kepentingan perusahaan dan negara.

Pandangan ini memicu beragam tanggapan warganet. Sebagian besar mendukung langkah perombakan total.

Pengguna @irzulkarnainhutasuhut menyampaikan, "Sapu kotor tidak akan bisa menyapu lantai kotor, jadi segera ganti semua sapu kotor itu pak Presiden."

Sementara @safa_rie96 menyarankan, "Saya yakin di dalam BUMN itu banyak mafianya mending pecat semua terus ganti dengan yang baru, ubah masa kerja bukan jabatan seumur hidup."

Namun ada juga yang mengingatkan adanya tantangan pelaksanaan.

Pengguna @irzulkarnainhutasuhut juga menyampaikan kekhawatiran bahwa program seringkali diselewengkan bawahan, dan perlunya menunjuk orang-orang yang bersih serta kompeten.

Di sisi lain, banyak warga menyambut baik keberanian mengubah hal yang sudah lama menjadi kebiasaan buruk.

Pengguna @saharudinss berharap langkah ini konsisten hingga memberantas korupsi di lingkungan BUMN, sementara @malakhim9 mendoakan agar Presiden senantiasa dilindungi dalam menjalankan tugas. (jr)