Jakarta, beritablitar.com - Presiden Prabowo Subianto secara khusus memerintahkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk segera mengambil langkah terukur bersama PT PLN (Persero) guna menyelesaikan persoalan pemadaman listrik yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan.
"Kami harus akui di beberapa wilayah khususnya di Kalimantan masih ada pemadaman beberapa titik. Karena itu Bapak Presiden memerintahkan kepada saya untuk segera melakukan langkah-langkah yang terukur dengan PLN agar bisa menyelesaikan dengan baik," kata Bahlil usai menemui Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (4/8/2026).
Menteri ESDM menjelaskan, berdasarkan data yang diterima dari manajemen PLN, gangguan tersebut lebih banyak berkaitan dengan pekerjaan pemeliharaan dan kendala pada jaringan induk, bukan karena kelangkaan pasokan energi.
"Menurut informasi dari PLN, itu terkait dengan pemeliharaan. Bukan persoalan energinya, energinya tidak ada masalah.
Jadi ada pemeliharaan yang terjadi, bahkan ada beberapa terkait dengan jaringan induk juga. Tapi kami akan selesaikan dalam waktu dekat," jelasnya.
Sebagaimana diketahui, pemadaman listrik bergilir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah sempat memicu aksi protes warga di Kantor PLN UP3 Palangka Raya pada 28 dan 29 Juli lalu.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalselteng Iwan Soelistijono menjelaskan, masalah timbul akibat penurunan kemampuan pasokan daya pada sistem interkoneksi yang disebabkan gangguan pada tiga unit pembangkit listrik secara berurutan.
Ketiga gangguan itu meliputi kerusakan generator PLTU Asam-Asam pada 23 Juli, kebocoran pipa ketel uap pada salah satu unit pembangkit IPP PLTU di Gunung Mas, serta gangguan sistem pelumasan turbin pada PLTU IPP PT Tanjung Power Indonesia di Tabalong.
"Berdasarkan kemajuan pemulihan saat ini, salah satu unit pembangkit PLTU di Tabalong dengan daya 100 MW sudah beroperasi kembali pada 28 Juli atau dua hari lebih cepat dari rencana," kata Iwan dalam keterangannya di Palangka Raya, Kamis (30/7/2026).
Iwan menambahkan, upaya perbaikan terus dipercepat sehingga rata-rata durasi pemadaman yang awalnya mencapai enam jam kini telah berkurang menjadi sekitar tiga jam per hari.
Perbaikan unit pembangkit di Gunung Mas yang tertahan pada kapasitas 100 MW ditargetkan tuntas pada 5 Agustus 2026.
"Dengan perkembangan yang ada saat ini, kami menargetkan sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah akan berangsur pulih sepenuhnya mulai minggu pertama Agustus 2026," pungkas Iwan. (*)