Batu, beritablitar.com - Sebuah prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kota Blitar, Jawa Timur. Muhammad Salmansyah Mousavi Akhyar, mahasiswa Universitas Negeri Malang (UM) asal Kota Blitar, menjabat sebagai pemimpin tim pengembang atau Lead Developer dalam peluncuran EcoSort.

Peresmian sistem platform digital pengelolaan sampah berbasis data tersebut, dilaksanakan dalam kegiatan Eco Sort Trash Walk di Desa Oro-Oro Ombo, Kota Batu, Minggu (19/7/2026).

EcoSort merupakan hasil kolaborasi strategis antara Program Belajar Bersama Masyarakat Universitas Negeri Malang (UM BBM) dan Program Rasa Daya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UM.

Inovasi ini dirancang secara khusus untuk mengintegrasikan empat aspek utama pengelolaan lingkungan, yakni edukasi, pencatatan, pemantauan, hingga analisis data dalam satu kesatuan sistem yang saling terhubung dan terpadu.

Sebagai penanggung jawab utama pengembangan teknologi ini, Muhammad Salmansyah Mousavi Akhyar yang akrab disapa Salman mengatakan, gagasan pembuatan EcoSort lahir dari pengamatan mendalam terhadap kebutuhan mendesak di lapangan. Menurutnya, penanganan sampah selama ini kerap terhambat bukan hanya pada aspek fisik pengangkutan, melainkan belum adanya sistem yang menyatukan pengelolaan data sekaligus mendorong keikutsertaan warga.

“Kami melihat bahwa persoalan utama bukan hanya tumpukan sampah, tetapi juga belum terintegrasinya data pengelolaan serta rendahnya partisipasi aktif masyarakat. EcoSort dikembangkan sebagai ekosistem digital yang menghubungkan masyarakat, pemerintah desa, TPS, bank sampah, hingga pemerintah daerah sehingga proses edukasi, pencatatan, monitoring, dan evaluasi dapat dilakukan dalam satu platform yang saling terhubung,” kata Salman di sela kegiatan peluncuran.

Melalui sistem yang dikembangkan tersebut, masyarakat umum kini memiliki akses mudah terhadap materi edukasi lengkap mengenai tata cara pemilahan sampah yang benar sesuai standar. Selain itu, warga juga dapat mencatat setiap aktivitas pengelolaan sampah yang telah dilakukan di lingkungan masing-masing secara daring dan terstruktur.

Bagi pihak pemerintah, mulai dari tingkat desa hingga pemerintah daerah, EcoSort menyediakan fitur dasbor pemantauan dan analisis data yang komprehensif. Informasi yang terekam secara otomatis dan akurat ini dapat dijadikan dasar penyusunan kebijakan pengelolaan sampah yang lebih tepat sasaran, efektif, dan berbasis fakta di lapangan.

Prestasi Salman semakin istimewa karena inovasi teknologi yang dipimpinnya telah mendapatkan perlindungan resmi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Sertifikat perlindungan tersebut tercatat atas nama Muhammad Salmansyah Mousavi Akhyar sebagai penanggung jawab utama pengembangannya, yang menjadi pengakuan negara atas orisinalitas dan nilai karya yang dihasilkan mahasiswa tersebut.

Wali Kota Batu, Nurochman, memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kehadiran EcoSort serta kerja keras seluruh tim pengembang. Ia menilai kolaborasi yang dibangun antara unsur mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat merupakan langkah nyata yang melahirkan solusi konkret bagi permasalahan lingkungan hidup yang selama ini dihadapi.

“Kolaborasi mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menyelesaikan persoalan konkret di tengah masyarakat. Pengabdian mahasiswa bukan sekadar rutinitas atau kewajiban kampus, melainkan kolaborasi produktif yang memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan lingkungan,” jelas Nurochman.

Lebih lanjut Nurochman menyampaikan, Pemerintah Kota Batu menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan pengelolaan sampah di wilayahnya tidak akan pernah tercapai jika hanya mengandalkan peran pemerintah semata. Perubahan perilaku seluruh lapisan masyarakat menjadi kunci utama yang menentukan keberhasilan program pengelolaan lingkungan jangka panjang.

“Persoalan sampah di Kota Batu tidak bisa diselesaikan hanya mengandalkan pemerintah. Perubahan justru harus dimulai dari kebiasaan sederhana masyarakat, yakni memilah sampah sejak dari rumah. Tanpa dukungan dan kesadaran warga, berbagai kebijakan yang telah disusun tidak akan berjalan maksimal,” tambahnya.

Kegiatan peluncuran EcoSort sendiri merupakan puncak dari rangkaian panjang kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilaksanakan tim secara bertahap sebelumnya.

Serangkaian aktivitas tersebut meliputi sosialisasi pemilahan sampah ke rumah warga, pendampingan teknis pengelolaan sampah, edukasi di Tempat Pendidikan Al-Qur’an, kampanye lingkungan di kawasan wisata Coban Kaca, hingga aksi kerja bakti memungut sampah bersama warga setempat.

Keberhasilan Salman memimpin pengembangan sistem ini menjadi bukti nyata bahwa generasi muda mampu menghadirkan inovasi berbasis teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga memberikan manfaat luas bagi kepentingan masyarakat banyak.

Diharapkan ke depannya EcoSort dapat terus dikembangkan fungsi dan jangkauannya, serta diimplementasikan di berbagai daerah lain guna mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang modern, partisipatif, dan berbasis data yang akurat. (jr).