Blitar, beritablitar com - Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Blitar, Polda Jawa Timur, terus menegaskan komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional. Langkah nyata dilakukan melalui pendampingan aktif kepada warga tani dan masyarakat dalam mengelola serta memanfaatkan lahan pertanian agar tetap produktif, guna mewujudkan kemandirian dan swasembada pangan di tingkat daerah.
Polsek Wlingi melalui peran Bhabinkamtibmas turun langsung ke lapangan mendampingi pengelolaan lahan tanaman sayur di Desa Tembalang, Kecamatan Wlingi, Minggu (31/5/2020). Ini merupakan bukti keseriusan pihak kepolisian memastikan sektor pertanian menjadi tumpuan utama penopang kebutuhan hidup masyarakat.
Kapolres Blitar, AKBP Rivanda mengatakan, pihaknya tidak tinggal diam, melainkan terus mengawasi dan mendorong perkembangan program pemanfaatan lahan pertanian di seluruh wilayah kabupaten. Dukungan ini menjadi prioritas agar potensi pertanian Blitar dapat dimanfaatkan secara maksimal.
"Kami terus berdiskusi dan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian maupun kelompok tani agar tanaman sayur kebutuhan sehari-hari mampu menghasilkan panen yang lebih maksimal," kata AKBP Rivanda.
Selain bergerak langsung di lokasi, sinergi juga dibangun secara kelembagaan. Melalui Bagian Sumber Daya Manusia (Bag Sdm), Polres Blitar aktif melakukan koordinasi dan kerja sama lintas sektor. Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci utama agar hasil panen yang diperoleh masyarakat dapat meningkat dan berkelanjutan.
"Selain itu melalui satuan Bag Sdm Polres Blitar juga aktif koordinasi dan berkolaborasi lintas sektor yang menjadi kunci untuk meningkatkan hasil panen para warga masyarakat," jelasnya.
Rivanda menegaskan, kehadiran personel Polres Blitar di tengah aktivitas pertanian bukan sekadar formalitas atau simbol pengawasan keamanan. Lebih dari itu, kehadiran ini merupakan bentuk dukungan moril dan nyata agar warga semakin bersemangat dan percaya diri dalam mengolah lahan yang mereka miliki.
"Kehadiran Polres Blitar Polda Jatim di tengah aktivitas masyarakat bukan sekadar simbol pengawasan, namun juga bentuk dukungan nyata terhadap para warga agar semakin semangat mengelola lahannya," tandasnya.
Pendampingan ini juga dipandang sebagai langkah strategis jangka panjang. Mengingat sektor pertanian sering kali menghadapi berbagai tantangan, mulai dari perubahan pola cuaca yang sulit diprediksi hingga fluktuasi harga hasil panen di pasar, peran pendampingan ini menjadi sangat penting untuk menjaga stabilitas.
"Program pendampingan tersebut juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah di tengah berbagai tantangan sektor pertanian, mulai dari cuaca hingga fluktuasi harga hasil panen," jelasnya.
Revanda menandaskan, upaya memperkuat ketahanan pangan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan butuh dukungan banyak pihak. Oleh karena itu, Polres Blitar terus berupaya menjembatani kebutuhan petani dengan kebijakan teknis yang tepat sasaran agar kesejahteraan petani meningkat.
"Pendekatan kolaboratif seperti ini kami yakini mampu menjawab kebutuhan petani sekaligus menjaga ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat luas secara berkelanjutan," tandasnya.
Rivanda menegaskan, jika pihaknya untuk terus berinovasi dan menggandeng seluruh elemen masyarakat tani. Sinergitas antara aparat dan warga diharapkan dapat semakin memperkuat pondasi ketahanan pangan daerah, yang pada akhirnya turut menyukseskan program nasional.
"Polres Blitar terus melakukan terobosan menggandeng warga tani untuk turut mensukseskan ketahanan pangan nasional. Kami hadir memastikan setiap jengkal lahan dimanfaatkan demi kesejahteraan bersama," pungkas AKBP Rivanda. (jr).