Ringkasan Berita :
• Kemenpar & BPOLBF pantau pascagempa Flores NTT 15 Agustus 2026, utamakan keselamatan wisatawan.
• KSOP hentikan sementara pelayaran wisata, kini telah kembali dibuka setelah evaluasi keselamatan.
• Diimbau tetap waspada gempa susulan, ikuti informasi resmi BMKG, hindari isu tidak bertanggung jawab.
• Hotline BPOLBF: 0811-3879-4555 untuk informasi pariwisata terkini di Labuan Bajo.
JAKARTA, beritablitar.com - Kementerian Pariwisata terus memantau perkembangan pascagempa bumi yang terjadi di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, Sabtu pagi, 15 Agustus 2026. Sejak informasi gempa dan peringatan dini tsunami disampaikan BMKG, Kementerian Pariwisata bersama Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) bergerak cepat melakukan pemantauan situasi serta berkoordinasi intensif dengan pemerintah daerah, pengelola destinasi, dan para pemangku kepentingan terkait.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) sebagai otoritas berwenang menetapkan penghentian sementara operasional pelayaran sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP), standar keselamatan maritim, serta mekanisme peringatan dini yang berlaku. Kementerian Pariwisata dan BPOLBF mendukung penuh langkah kehati-hatian tersebut guna mengutamakan keselamatan para wisatawan.
Saat ini, berdasarkan evaluasi keselamatan dari otoritas pelayaran, aktivitas pelayaran di Labuan Bajo telah kembali dibuka.
"Keselamatan wisatawan tetap menjadi prioritas utama. Kami mengimbau para wisatawan, pelaku usaha pariwisata, operator kapal wisata, serta seluruh masyarakat di kawasan Labuan Bajo dan Flores untuk tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan, selalu mengikuti arahan dari otoritas terkait di lapangan, serta terus memonitor informasi resmi dari BMKG dan tidak terpengaruh oleh isu atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan," demikian bunyi siaran pers Kementerian Pariwisata, Sabtu (15/8/2026).
Kementerian Pariwisata bersama BPOLBF akan terus bersiaga memantau perkembangan di lapangan guna memastikan seluruh aktivitas pariwisata tetap berjalan dengan mengutamakan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan. (jr)