Blitar, beritablitar.com - Tiga pasang atlet Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Kota Blitar turut bertanding dalam Open Tournament Domino 101 Piala Kapolresta Malang 2026 yang digelar, Sabtu (31/10/2026) di Stadion Gajayana, Kota Malang.

Dari ketiga pasang yang dikirim, pasangan Lucky Satria Utama dan Arsya Drajat Putra Setiawan berhasil merebut gelar juara pertama dari total 134 tim peserta, melebihi target awal panitia sebanyak 128 tim, yang berasal dari berbagai wilayah Malang Raya dan Jawa Timur.

Kejuaraan ini merupakan agenda utama perhelatan bertajuk “Singo Play‑On 2026”, yang digagas oleh Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Danang Setiyo Pambudi PS dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Bagi Tim ORADO Kota Blitar, keikutsertaan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan hasil pembinaan cabang olahraga domino yang selama ini digalakkan di Kota Blitar, sekaligus mengubah pandangan masyarakat yang masih menganggap domino hanya permainan hiburan semata. ORADO Kota Blitar menegaskan, bahwa domino adalah cabang olahraga prestasi yang mengandalkan strategi, ketelitian, konsentrasi tinggi, dan sportivitas.

Ketua Federasi ORADO Kota Blitar, Mohammad Hardita Magdi melalui Sekretaris Hari Cahyono menyampaikan rasa bangga sekaligus apresiasi kepada seluruh atlet dan pelatih atas pencapaian ini.

"Kemenangan ini sebagai bukti bahwa program pembinaan yang dilaksanakan secara bertahap mulai membuahkan hasil, meskipun domino masih tergolong baru di wilayah Jawa Timur dibandingkan daerah di luar Pulau Jawa," kata Hari Cahyono.

Hari juga menyampaikan, target jangka panjang ORADO Kota Blitar.

“Kami menargetkan agar mereka nantinya dapat mewakili Kota Blitar di Kejurprov dan Porprov, kemudian mewakili Jawa Timur di kejuaraan nasional, PON, bahkan mampu mengharumkan nama Indonesia di ajang Sea Games dan Asean Games,” ujar Hari Cahyono.

Pelatih ORADO Kota Blitar, Sutikno menjelaskan, sebelum bertanding di Malang, tim telah menjalani latihan rutin setiap sore. Pembinaan tetap berjalan secara teratur meskipun salah satu anggota tim sedang menempuh perkuliahan di Malang, melalui jadwal latihan bersama dan komunikasi rutin daring.

“Alhamdulillah, Blitar sungguh sangat terpuji, walaupun permainannya itu belum maksimal mungkin, dan karena apa ilmu yang kita berikan sama teman‑teman itu sama adik‑adik kita, Alhamdulillah dilaksanakan dengan baik dan benar,” jelas Sutikno.

Sutikno menegaskan, bahwa keberuntungan bukan faktor utama kemenangan. Menurutnya, keberuntungan hanya berkontribusi 20 persen, susunan batu 30 persen, sedangkan 50 persen penentu hasil pertandingan adalah keterampilan, strategi, dan konsentrasi pemain.

“Kalau awam orang‑orang lain itu mengatakan faktor dari nasibnya batu. Maksudnya itu kalau batu buruk pasti kalah, kalaupun batu bagus pasti menang. Itu nonsen, bagi saya itu nonsen,” ujar Sutikno.

Sutikno menambahkan, ORADO Kota Blitar terus menyusun program pembinaan jangka panjang, dengan harapan para atlet binaannya mampu bersaing di tingkat provinsi Jawa Timur, bahkan hingga tingkat nasional dan internasional di masa mendatang.

Sementara itu, juara pertama Lucky Satria Utama yang merupakan anggota ORADO Kota Blitar menyampaikan terima kasih kepada pengurus, pelatih, dan sesama anggota ORADO Kota Blitar yang telah memberikan dukungan penuh selama proses latihan hingga kejuaraan.

Ia mengakui jalannya pertandingan terasa berat terutama di babak semifinal, namun berkat bimbingan dan latihan rutin yang diberikan tim pelatih, pasangannya dapat lolos dan akhirnya menjadi juara.

“Terima kasih kepada teman‑teman Domino Kota Blitar yang telah mensupport saya dan partner saya, juga kepada Pak Tek dan Pak Hari atas bimbingan dan arahannya sehingga saya bisa berkembang lebih baik sejauh ini,” tutur Lucky.

Ketua KONI Kota Blitar Elim Tyu Samba juga memberikan apresiasi terhadap upaya ORADO Kota Blitar dalam mengembangkan cabang olahraga domino dan mengharumkan nama Kota Blitar di ajang luar daerah. Pihak KONI berkomitmen untuk mendukung program‑program pembinaan selanjutnya. (jr)