BLITAR, beritablitar.com - Haornas Cup 2 Turnamen Bridge Pasangan Tahun 2026 sukses digelar di Aula SMP Negeri 6 Kota Blitar, Sabtu (26/9/2026).
Turnamen ini digelar Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) Kota Blitar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Blitar, bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional.
Sebanyak 82 pasang pelajar, terdiri dari 42 pasang jenjang Sekolah Dasar (SD) dan 40 pasang jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), berasal dari 28 satuan pendidikan di Kota Blitar, Kota Kediri, Kota Malang, hingga Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Harian GABSI Kota Blitar, Devi Christian mengatakan, kompetisi dibagi menjadi dua kategori, Mini Bridge untuk SD dan Bridge untuk SMP.
"Pembagian ini dilakukan agar peserta dapat bertanding sesuai dengan kemampuan dan pemahaman yang sedang dipelajari di lingkungan sekolah," kata Devi Christian.
Pendaftaran dibuka secara gratis tanpa dipungut biaya, diakses melalui kode QR maupun tautan yang disebarkan panitia.
"Hal ini diharapkan membuka peluang seluas-luasnya bagi pelajar untuk mengenal olahraga ini," tambahnya.
Penyelenggaraan dinilai berjalan sukses. Bahkan ajang yang awalnya ditujukan untuk lingkup kota ini justru menarik peserta dari luar wilayah.
"Kelihatannya kita lumayan sukses. Peserta juga banyak dan semuanya puas dengan hasil juaranya. Yang menarik, hampir semua daerah mendapatkan juara," jelas Devi.
Pada kategori SMP, gelar juara pertama diraih pasangan dari Kota Malang, sementara posisi kedua ditempati perwakilan Kota Blitar. Persaingan di kategori SD pun berlangsung ketat dengan kehadiran peserta dari luar daerah yang memberi perlawanan sengit. Pasangan Kota Blitar meraih juara pertama.
Devi menambahkan, partisipasi dari luar Blitar menandakan olahraga bridge mulai tumbuh di kalangan pelajar. Bahkan dari Gunung Kidul disebut memiliki klub yang cukup aktif dan melahirkan pasangan berprestasi.
"Ke depan kami berharap kegiatan seperti ini terus berjalan. Kalau kegiatan Haornas memang kami buat terbuka, bahkan targetnya bisa melebihi Jawa Timur," ujarnya.
Dukungan juga datang dari para orang tua yang hadir mendampingi anak-anak mereka sepanjang pertandingan.
"Orang tua sangat mendukung. Mereka mulai tahu bahwa bridge bukan sekadar permainan kartu, tetapi olahraga yang membutuhkan kecerdasan dan strategi," tandas Devi Christian.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Blitar, Dindin Alinurdin, A.P., yang hadir langsung di lokasi, menyambut baik inisiatif ini.
"Kami berterima kasih kepada GABSI yang sudah menginisiasi kegiatan ini. Ini menjadi kesempatan bagi anak-anak, khususnya pelajar SD dan SMP, untuk mengembangkan potensinya," kata Dindin.
Kehadiran peserta dari luar kota dinilai memperkaya wawasan dan pengalaman pelajar Blitar. Pihaknya berkomitmen membuka ruang partisipasi bagi seluruh sekolah.
"Kami memberikan kesempatan kepada semua sekolah, baik negeri maupun swasta, SD maupun SMP, agar anak-anak bisa mengikuti kegiatan sesuai bakatnya," tandasnya.
Sinergi antar-pihak diharapkan melahirkan semakin banyak bibit atlet unggul.
"Kalau partisipasi semakin banyak, potensi dan bibit yang lahir juga semakin banyak. Harapannya, atlet-atlet Kota Blitar ke depan juga semakin banyak," tambahnya.
Sementara itu, Ketua KONI Kota Blitar yang juga menjabat sebagai Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan ini.
"Olahraga pikiran seperti bridge sangat penting untuk melatih kecerdasan, ketelitian, dan karakter anak-anak. Kami sangat mengapresiasi inisiatif GABSI dan Dinas Pendidikan yang memperkenalkan olahraga ini secara gratis kepada pelajar dari berbagai daerah," kata Elim Tyu Samba.
Elim menegaskan, pembinaan olahraga tidak hanya soal kekuatan fisik, melainkan juga kualitas berpikir dan karakter generasi penerus.
"KONI Kota Blitar akan terus mendukung olahraga yang membangun kualitas sumber daya manusia, tidak hanya olahraga fisik semata," pungkas Elim Tyu Samba. (jr)