Ringkasan Berita :

- Komisi III DPRD Blitar sidak ke Taman Ecopark Joko Pangon dan Saluran Jalan Anggrek; BTC Telumpu belum terlaksana.

- Kemajuan Joko Pangon baru 6,8% dari target 10%, anggaran Rp3,8 miliar; diminta perbaiki sumber pasir dan ukuran.

- Saluran Jalan Anggrek di atas 30%, melebihi rencana; PUPR pastikan beton dan besi teruji serta terstandar.

- Target awal Oktober: kemajuan Joko Pangon minimal 20–25%.
​ - Saluran Jalan Anggrek kurangi debit air utara, alirkan ke Sungai Bentis; kontrak berakhir pertengahan Desember 2026.

BLITAR, beritablitar.com - Komisi III DPRD Kota Blitar melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah lokasi pembangunan di Kota Blitar, Rabu (23/9/2026).

Dari rencana lima titik peninjauan, tim hanya meninjau Taman Ecopark Joko Pangon dan Saluran Jalan Anggrek–Melati, sementara proyek BTC Telumpu belum dilaksanakan.

Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto mengatakan, kunjungan ini lebih mengarah pada arahan perbaikan, bukan penemuan pelanggaran.

"Awalnya kita membidik 5 titik, terus karena waktu, hanya 3 titik yakni Joko Pangon, Jalan Anggrek/Melati, sama BTC di Telumpu. Namun BTC Telumpu masih belum dilaksanakan. Jadi kita hanya ke Joko Pangon sama Anggrek. Saya rasa bukan temuan, cuman ada beberapa yang harus diperbaiki," kata Totok Sugiarto.

Totok menegaskan, kualitas bahan konstruksi harus dijaga ketat, khususnya pasir yang wajib diambil dari Sungai Brantas, bukan dari urukan daerah utara. Spesifikasi ukuran pengerjaan juga harus tepat sesuai ketentuan teknis.

"Kualitas bahan, utamanya pasir itu kita minta ambil di Brantas, jangan ambil uruk di daerah utara ya. Terus ada beberapa yang perlu juga diperbaiki terkait sepek ukuran. ukurannya harus tepat," tegasnya.

Kemajuan fisik Taman Ecopark Joko Pangon dengan anggaran sekitar Rp3,8 miliar, saat ini baru mencapai 6,8 persen, padahal sasaran sementara ditetapkan 10 persen. Catatan konsultan pengawas bahkan mencatat angka 5 persen. Komisi III menargetkan pada awal Oktober kemajuan minimal mencapai 20–25 persen.

"Untuk kemajuan pekerjaan di Joko Pangon masih 6,8 persen, masih jauh. Sedangkan targetnya 10 persen, tapi catatan di konsultan pengawas ini masih 5 persen. Yang penting di minggu awal bulan Oktober kita datangi lagi, setidaknya 20–25%," tandasnya.

Sementara itu, untuk Saluran Jalan Anggrek tidak ada catatan khusus karena pekerjaan tinggal pemasangan komponen.

"Sementara untuk saluran jalan Anggrek, tidak ada temuan, karena jadi, jadi tinggal pasang. Tinggal pasang, jadi enggak ada istilahnya pengacoran dan sebagainya," pungkas Totok.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Blitar, Ir. Erna Santi melaporkan kemajuan Saluran Jalan Anggrek telah menembus 30 persen, melampaui rencana.

"Alhamdulillah jalan anggrek ini sudah di atas 30 persen, itu sudah melebihi target yang direncanakan. Ini kontraknya sampai pertengahan Desember, mulainya pertengahan Agustus," kata Erna.

Seluruh material konstruksi wajib melalui uji laboratorium. Pekerjaan berbentuk komponen pabrikasi menjamin kualitas yang terstandar.

"Pasti ada, semuanya kami minta ada uji beton, besinya juga ada uji. Alhamdulillah karena ini pabrikasi ya, tentu terstandar. Nilai kontraknya ini 500 sekian lah dari tender ini kan ya, ini tender," imbuhnya.

Saluran tersebut dibangun untuk mengurangi beban debit air dari arah utara, sehingga pembuangan tidak hanya ke timur, melainkan juga dialirkan ke Sungai Bentis melalui Jalan Melati. (jr)