Blitar, beritablitar.com - Kegiatan luar kelas (outing class) yang diikuti santri Pondok Pesantren Muhammadiyah Markas Quran Kabupaten Kediri berujung tragedi di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Kamis (11/6/2026).
Tiga orang santri terseret ombak besar, dua di antaranya berhasil diselamatkan, sementara satu lainnya masih hilang dan dalam pencarian tim gabungan.
Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muhaini, membenarkan peristiwa tersebut.
“Benar memang ada peristiwa tersebut. Saat ini tim gabungan dari Polsek Bakung sedang melakukan pencarian secara intensif,” kata Aiptu Saiful Muhaini.
Peristiwa tersebut, terjadi saat ketiga anak itu sedang bermain dan duduk di tepi pantai yang dikenal memiliki karakter ombak besar.
“Secara tiba-tiba, ombak besar datang dan menggulung ketiga santri tersebut hingga terseret ke laut. Dua korban berhasil diselamatkan, sedangkan satu korban masih belum ditemukan,” jelas Saiful Muhaini.
Muhaini menyebutkan identitas korban yang dilaporkan hilang dan yang berhasil diselamatkan.
“Informasi sementara masih satu orang santri yang masih dalam pencarian. Dia adalah Haira, berusia 9 tahun. Sedangkan dua lainnya, Azizul (11 tahun) dan Amira (10 tahun), berhasil diselamatkan,” tandasnya.
Dua korban yang selamat langsung mendapatkan pertolongan medis.
“Azizul berhasil dievakuasi langsung di tepi pantai, sedangkan Amira ditolong nelayan dan saat ini menjalani perawatan di Puskesmas Bakung,” tambahnya.
Muhaini menegaskan, pencarian terhadap korban yang hilang terus dilakukan secara menyeluruh.
“Hingga sore ini, kawasan Pantai Pangi dipenuhi petugas gabungan, relawan, nelayan, dan warga. Mereka menyisir perairan dengan perahu serta memantau dari darat demi menemukan keberadaan Haira,” tegasnya.
Muhaini mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati.
“Kami mengimbau wisatawan, terutama rombongan studi tur, untuk meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi batas aman. Ombak di pantai selatan bisa berubah sewaktu-waktu dan berbahaya,” pungkasnya. (jr).