Ringkasan Berita :

- Kebakaran rumah warga terjadi di Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Blitar, Rabu (5/8/2026) pagi.

- Dipicu kompor gas yang menyambar bensin; 3 orang satu keluarga luka bakar dan dirawat.

- Kerugian ditaksir capai Rp300 juta, api berhasil dipadamkan pukul 06.00 WIB.

- Polisi imbau warga tingkatkan kewaspadaan dan jaga jarak bahan mudah terbakar dari sumber api.

BLITAR, beritablitar.com - Sebuah rumah milik warga di Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Blitar, hangus terbakar, Rabu (5/8/2026) pagi sekitar pukul 04.30 WIB. Peristiwa ini menimbulkan tiga korban luka bakar dari satu keluarga dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp300 juta.

Kasi Humas Polres Blitar, Aiptu Saiful Muheni menjelaskan, kejadian bermula saat Sdri S (73 tahun) hendak menggoreng kopi dengan menyalakan kompor gas. Secara tiba-tiba api menyambar bensin yang disimpan di sekitar lokasi, sekaligus membakar lengan kanan pemilik rumah.

"Korban sempat berlari meminta bantuan adiknya untuk memadamkan api di lengannya dan berhasil. Namun api di titik awal kebakaran justru membesar dan cepat menjalar ke seluruh isi rumah hingga menghanguskan perabot dan barang-barang yang ada di dalamnya," jelas Saiful Muheni.

Warga sekitar segera dikerahkan untuk membantu memadamkan api sekaligus melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian dan petugas pemadam kebakaran. Api baru berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 06.00 WIB.

Tiga orang yang mengalami luka bakar, yaitu Sdr S, Sdr J, dan Sdr W, semuanya satu keluarga, kini mendapatkan perawatan medis di RS Wafa Kesamben. Sementara kerugian materi akibat peristiwa ini diperkirakan mencapai Rp300 juta rupiah.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan sementara saksi-saksi, dugaan penyebab utama kebakaran adalah kelalaian pemilik rumah dalam menyimpan bahan mudah terbakar dekat sumber api. Pihak kepolisian masih mendalami keterangan saksi dan keluarga untuk kelengkapan penyelidikan.

Polres Blitar mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan kehati-hatian dalam menggunakan alat api maupun bahan bakar. Selalu jauhkan bahan-bahan yang mudah terbakar dari kompor atau sumber panas, serta pastikan aliran listrik dan peralatan elektronik dalam kondisi aman sebelum meninggalkan rumah.

"Apabila warga melihat atau mengetahui kejadian yang mengganggu keamanan dan membutuhkan bantuan, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau layanan darurat 110," pungkas Saiful Muheni. (jr)