BLITAR, beritablitar.com - Dalam waktu kurang dari 24 jam sejak laporan diterima, Polres Blitar Kota bersama Polsek Srengat berhasil mengungkap kasus penemuan seorang bayi laki-laki di Desa Ngaglik, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Hasil penyelidikan menunjukkan fakta yang mengejutkan: perempuan yang ikut "menemukan" sekaligus melaporkan keberadaan bayi tersebut ternyata adalah ibunya sendiri.
Peristiwa bermula, Rabu (14/10/2026) sekitar pukul 23.15 WIB, ketika seorang warga berinisial PNR mendengar suara tangisan bayi dari luar rumahnya. PNR kemudian membangunkan anak perempuannya yang berinisial APH (21) untuk bersama-sama memeriksa sumber suara tersebut.
Di bagian depan rumah, keduanya menemukan seorang bayi laki-laki dalam kondisi tanpa busana dengan bercak darah yang masih menempel pada tubuhnya. Di dekat lokasi penemuan juga ditemukan kantong plastik berisi ari-ari yang telah terpotong. PNR membawa bayi tersebut masuk ke rumah untuk mendapatkan kehangatan, sebelum kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak berwenang.
Namun, hasil penyelidikan Satreskrim Polres Blitar Kota mengungkapkan kenyataan yang berbeda. APH, yang sempat dianggap sebagai penemu bayi tersebut, justru teridentifikasi sebagai pihak yang meletakkan bayi itu di lokasi kejadian.
Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, S.H., menjelaskan, APH sengaja menempatkan bayinya di depan rumah dengan harapan ibunya akan mendengar tangisan tersebut, lalu mengambil dan merawat anak itu.
"Pelaku meletakkan bayinya di lokasi tersebut dengan maksud agar ibunya mendengar tangisan bayi lalu mengambil dan merawatnya. Kedua orang tua pelaku sama sekali tidak mengetahui bahwa anaknya dalam kondisi hamil hingga melahirkan," kata AKP Samsul Anwar, Jumat (16/10/2026).
Polisi menduga proses persalinan dilakukan sendiri oleh APH di dalam rumah. Fakta bahwa kehamilannya tidak diketahui oleh keluarga terdekat menjadi salah satu aspek utama yang sedang didalami dalam kasus ini.
Saat ini, APH masih menjalani perawatan medis di salah satu rumah sakit. Pihak kepolisian belum melakukan pemeriksaan lanjutan karena masih menunggu kondisi kesehatannya dinyatakan stabil dan memungkinkan untuk diperiksa oleh tim medis.
Sejumlah barang bukti telah diamankan, antara lain satu buah gunting berwarna hijau, celana pendek bermotif garis-garis biru kombinasi oranye-putih, kaus hitam, handuk merah kombinasi biru, serta celana dalam berwarna merah marun.
"Pemeriksaan terhadap yang bersangkutan akan dilakukan setelah kondisi kesehatannya membaik. Kami juga akan terus mengumpulkan keterangan dan mendalami bukti-bukti yang ada," tambah Samsul.
Pihak kepolisian menegaskan akan menangani perkara ini secara profesional dengan tetap memperhatikan aspek kemanusiaan. Perkembangan lebih lanjut terkait kasus ini dijadwalkan akan disampaikan pada pekan berikutnya. (jr)