MADIUN, beritablitar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI resmi menambah frekuensi perjalanan kereta api serta kapasitas angkutan penumpang yang melayani wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus bentuk kesiapan operasional dalam mengantisipasi kondisi eksternal, termasuk aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Penyesuaian layanan ini ditandai dengan pengoperasian tiga kereta api tambahan, salah satunya adalah KA Gajayana Tambahan dengan relasi Malang–Madiun–Gambir. Kehadiran layanan ekstra ini diharapkan memberikan fleksibilitas lebih bagi masyarakat yang membutuhkan akses transportasi menuju ibu kota, tanpa mengorbankan aspek keselamatan dan kenyamanan.

Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan, setiap penyesuaian jadwal tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan pemantauan ketat terhadap pola permintaan perjalanan dan kesiapan infrastruktur.

“KAI terus memastikan masyarakat memiliki akses transportasi kereta api yang aman dan nyaman melalui penyesuaian layanan perjalanan. Setiap pengaturan perjalanan dilakukan dengan memperhatikan kesiapan sarana, prasarana, serta aspek keselamatan,” kata Tohari dalam siaran persnya, Minggu (6/9/2026).

Bagi masyarakat di wilayah eks-Karesidenan Madiun yang berencana bepergian ke Jakarta, berikut adalah rincian jadwal KA Gajayana Tambahan yang melintasi Daop 7 Madiun:

Stasiun Malang: Berangkat pukul 20.15 WIB

Stasiun Blitar: Datang 21.49 WIB, Berangkat 21.51 WIB

Stasiun Kediri: Datang 22.47 WIB, Berangkat 22.50 WIB

Stasiun Madiun: Datang 00.24 WIB, Berangkat 00.29 WIB

Tujuan Akhir: Stasiun Gambir, Jakarta

Tohari menjelaskan, penambahan kapasitas pada sejumlah kereta reguler juga turut dilakukan guna mengakomodasi lonjakan penumpang yang mungkin terjadi seiring dinamika situasi terkini. Koordinasi intensif terus dijalankan untuk memastikan perjalanan tetap berjalan terkendali meskipun terdapat faktor gangguan alam seperti potensi sebaran abu vulkanik.

Sehubungan dengan kondisi aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau, KAI Daop 7 Madiun turut menyisipkan imbauan kesehatan bagi para pelanggan. Meskipun operasional kereta api dinilai tetap aman, kewaspadaan terhadap kualitas udara menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.

“KAI mengajak pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memastikan jadwal perjalanan, serta mengikuti arahan petugas agar perjalanan berlangsung dengan aman dan nyaman,” pungkas Tohari.

Secara spesifik, KAI menyarankan pelanggan yang memiliki sensitivitas terhadap paparan abu vulkanik atau masalah pernapasan untuk menggunakan masker selama dalam perjalanan. Hal ini bertujuan meminimalisir risiko gangguan kesehatan akibat partikel halus yang mungkin terbawa angin ke area lintasan atau stasiun.

Untuk mendapatkan informasi real-time mengenai perubahan jadwal, ketersediaan tiket, atau status operasional akibat kondisi cuaca dan vulkanik, KAI mengimbau masyarakat agar selalu merujuk pada kanal resmi. Aplikasi Access by KAI, situs web kai.id, serta media sosial resmi KAI Daop 7 Madiun merupakan sumber informasi paling akurat dan terpercaya.

Dengan adanya opsi perjalanan tambahan ini, KAI berharap dapat menjaga konektivitas antarwilayah tetap optimal, sekaligus memberikan rasa aman bagi ribuan penumpang yang mengandalkan moda transportasi rel sebagai pilihan utama mobilitas mereka. (jr)