MADIUN, beritablitar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar inspeksi malam menyeluruh di perlintasan sebidang dan stasiun sepanjang lintas Blitar‑Kediri guna memastikan keselamatan perjalanan dan kualitas pelayanan bagi penumpang. Kegiatan dipimpin langsung Wakil Kepala Daerah Operasi (Deputy VP) Alam Prasetyo pada dini hari Sabtu (24‑10‑2026).
Tim inspeksi terdiri dari jajaran manajemen Daop 7 Madiun, termasuk manajer pengamanan, sumber daya manusia, tim pengawas kualitas operasi serta Kepala Stasiun Besar Blitar. Mereka memeriksa tiga titik perlintasan sebidang utama yakni JPL 211, JPL 214, dan JPL 215 di petak Rejotangan‑Blitar.
Pemeriksaan difokuskan pada kelayakan sarana‑prasarana, kelengkapan peralatan pengamanan, serta kesiapsiagaan penjaga perlintasan yang bertugas pada jam malam. Manajemen juga melakukan pengecekan bebas alkohol dan memberikan bingkisan apresiasi kepada petugas lapangan.
Setelah peninjauan perlintasan, tim melanjutkan pengecekan ke sejumlah stasiun di jalur Blitar‑Kediri. Selain kepatuhan prosedur operasional, tim memverifikasi kondisi fasilitas penumpang agar memenuhi Standar Pelayanan Minimum yang berlaku.
Deputy VP KAI Daop 7 Madiun Alam Prasetyo menegaskan, bahwa kepatuhan terhadap prosedur adalah dasar utama keselamatan perkeretaapian.
“Setiap petugas wajib melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai dengan SOP yang berlaku. Tidak boleh ada prosedur yang diabaikan atau dilaksanakan hanya sekadar formalitas,” tegas Alam Prasetyo.
Alam menambahkan, budaya kerja 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin) harus benar‑benar diterapkan di setiap unit kerja untuk mendukung keselamatan operasional.
“Budaya 5R harus dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, bukan hanya untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan tertata, tetapi juga untuk membangun kedisiplinan, meningkatkan efisiensi, serta mendukung keselamatan operasional,” imbuhnya.
Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari mengatakan, inspeksi malam menjadi sarana manajemen melihat kondisi nyata di lapangan, bukan hanya laporan tertulis dari kantor.
“Melalui pengecekan langsung, kami dapat melihat kondisi nyata di lapangan, mengevaluasi penerapan prosedur, sekaligus memastikan kesiapan petugas dan fasilitas pendukung keselamatan maupun pelayanan pelanggan,” kata Tohari.
Menurut Tohari, pengawasan menyeluruh dari perlintasan hingga stasiun bertujuan mencegah risiko kecelakaan dan meningkatkan keandalan jalur kereta api.
"Keselamatan tidak boleh hanya tertulis di dokumen, melainkan harus diwujudkan oleh setiap petugas di lapangan," tegasnya
Selama kegiatan, tim juga memberikan pengarahan agar petugas meningkatkan kewaspadaan pada jam‑jam rawan malam dan segera melaporkan setiap kelainan fasilitas yang ditemukan.
Dari hasil pengecekan umum, sarana‑prasarana di lintas tersebut dinyatakan layak beroperasi, meskipun masih ada beberapa hal kecil yang harus segera diperbaiki sesuai arahan tim inspeksi.
Pihak KAI Daop 7 Madiun berkomitmen melanjutkan inspeksi mendadak secara berkala guna memelihara budaya keselamatan dan meningkatkan mutu pelayanan kereta api wilayah Madiun. (jr)