MADIUN, beritablitar.com -PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun kembali menggelar program Eduspoor sebagai wujud komitmen menanamkan pemahaman tentang transportasi kereta api yang aman dan nyaman sejak usia dini. Kegiatan edukatif ini diikuti oleh 42 peserta didik dari SD dan SMP Istana Bina Bangsa School Tulungagung, Kamis (17/9/2026).
Rangkaian kegiatan diawali dengan perjalanan menggunakan Kereta Api Malabar dari Stasiun Tulungagung menuju Stasiun Madiun. Setibanya di tujuan, para peserta disambut langsung oleh jajaran manajemen KAI Daop 7 Madiun, antara lain Manajer Angkutan Penumpang Asih Purwati, Manajer Komersial Non-Angkutan Cicih, dan Manajer Humas Tohari.
Para siswa kemudian diperkenalkan secara langsung berbagai profesi di lingkungan perkeretaapian beserta tugas dan peran masing-masing, mulai dari petugas layanan pelanggan, petugas loket, petugas keamanan, hingga petugas operasional stasiun.
Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari memberikan pemaparan mengenai tata cara pembelian tiket melalui aplikasi resmi, proses naik kereta, serta pengenalan fasilitas yang tersedia di stasiun maupun di atas kereta.
Ia juga menekankan pentingnya keselamatan di sekitar jalur rel, bahaya pelemparan batu ke arah kereta, larangan beraktivitas di area jalur, serta kewaspadaan saat melintas di perlintasan sebidang.
“Keselamatan adalah nilai mutlak yang harus ditanamkan secara berkelanjutan sejak usia dini,” kata Tohari.
Kegiatan Eduspoor kali ini memiliki keistimewaan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kota Madiun. Setibanya di kota tujuan, para peserta disambut langsung oleh Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun, yang menyapa para siswa sebelum rombongan berkeliling menggunakan bus wisata ikonik Kota Madiun, Mabour.
Dalam perjalanan tersebut, para siswa diajak mengenal sejarah Kota Madiun, latar belakang gedung Balai Kota, profil para pemimpin kota yang pernah menjabat, serta kekayaan budaya dan kuliner khas setempat.
Dikemas dengan pendekatan interaktif dan diselingi tanya jawab berhadiah suvenir, kegiatan ini terbukti membangkitkan antusiasme para peserta. KAI Daop 7 Madiun berharap pengalaman ini tidak sekadar memperkenalkan moda transportasi kereta api, melainkan membentuk kesadaran berkelanjutan di kalangan generasi muda.
“Kami mengambil langkah proaktif menyasar generasi muda secara berkesinambungan. Harapannya, para siswa dapat turut serta menjaga sarana dan prasarana KA sebagai aset bangsa, sehingga tercipta perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi semua,” tutup Tohari.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara KAI dan pemerintah daerah dalam menghadirkan edukasi yang tidak hanya bermanfaat bagi pelajar, tetapi juga mempererat rasa cinta terhadap warisan sejarah dan sarana transportasi nasional. (jr)