MADIUN, beritablitar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menerima kunjungan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dari 48 mahasiswa Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) guna mempelajari sistem operasional dan perawatan lokomotif, Kamis (29/10/2026). Kegiatan ini menjadi wujud sinergi antara dunia industri dan pendidikan untuk mencetak tenaga kerja perkeretaapian yang kompeten.

Kegiatan dipandu langsung oleh Manager Sarana Daop 7 Madiun, Antang Tri Cahyono bersama jajaran tim Depo Lokomotif Madiun. Sebelum memasuki area operasional, seluruh peserta mengikuti apel dan pengarahan keselamatan kerja yang wajib dipatuhi di lingkungan depo kereta api.

“Keselamatan adalah hal utama di area depo, sehingga kami pastikan setiap mahasiswa memahami batas‑batas keamanan sebelum melihat peralatan secara langsung,” kata salah satu pengawas lapangan Daop 7 Madiun.

Setelah sesi pengarahan, tim ahli dari Daop 7 Madiun memberikan pemaparan materi teori. Materi yang disampaikan meliputi komponen transmisi listrik, tata letak bagian‑bagian lokomotif diesel‑elektrik, serta pengenalan komponen utama lokomotif. Pemaparan disampaikan oleh QC Sarana 7A, Asisten Manajer Lokomotif dan KRD, serta Supervisor Los Depo Lokomotif Madiun.

Bagi para mahasiswa, sesi teori ini menjadi jembatan untuk menghubungkan pengetahuan yang telah dipelajari di kelas dengan kondisi nyata di lapangan. Selanjutnya, peserta diajak turun langsung ke area Depo Lokomotif Daop 7 Madiun untuk mengikuti praktik lapangan dengan pendampingan intensif petugas berpengalaman.

Manager Humas KAI Daop 7 Madiun, Tohari menyampaikan apresiasi atas semangat belajar para mahasiswa PPI selama kegiatan berlangsung. Ia menilai kerja sama antara industri dan pendidikan sangat penting untuk menyiapkan sumber daya manusia perkeretaapian yang andal di masa mendatang.

“Melalui kegiatan KKL ini, kami berharap para mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori di ruang kelas, tetapi juga bisa melihat dan memahami secara langsung teknologi, komponen, serta perawatan lokomotif di lapangan,” jelas Tohari.

Daop 7 Madiun selalu terbuka untuk mendukung dunia pendidikan sebagai bagian dari komitmen dalam memperkenalkan sarana operasional perkeretaapian demi mencetak generasi penerus yang kompeten di bidangnya.

"Program semacam ini akan terus dilanjutkan guna menjembatani kebutuhan tenaga kerja perkeretaapian dengan kualitas pembelajaran di perguruan tinggi," pungkas Tohari.

Para mahasiswa juga berharap bisa menerapkan pengalaman yang didapat saat memasuki dunia kerja nanti. (jr)