Blitar, beritablitar.com - Nama Jonathan Wahyu Christia Nanta (19), kini mencatatkan namanya di panggung olahraga bridge nasional. Putra asli Kota Blitar ini bersama pasangannya Rachel Abiyu Setiawan berhasil menaklukkan ajang Ubaya Bridge Competition XI Tahun 2026 yang berlangsung Minggu, 19 Juli 2026 di Auditorium Perpustakaan Universitas Surabaya.

Pasangan muda ini keluar sebagai juara Kelompok A dengan perolehan 86,72 Victory Point (VP), unggul tipis hanya 0,46 VP dari pasangan senior Ronny Eltanto dan Ferrynardo Surya Tjandra. Sementara posisi ketiga diraih Joko Purnomo dan Zona Prayogo dari Kabupaten Pasuruan.

Turnamen tahunan ini diikuti total 86 pasangan dari berbagai daerah di Indonesia, melibatkan pemain senior, mahasiswa, hingga pelajar. Peserta dibagi dua kelompok: Kelompok A berisi 52 pasangan dengan format Swiss Pairs enam sesi, sedangkan Kelompok B diikuti 34 pasangan menggunakan skema Top Bottom Mitchell Movement. Prestasi ini bukan keberuntungan semata, melainkan hasil perjalanan panjang yang dimulai sejak masa sekolah.

Jonathan, yang kini menempuh pendidikan Teknik Industri Universitas Surabaya (Ubaya), menceritakan pertama kali mengenal bridge saat SD namun sempat berhenti, baru kembali menekuni secara serius sejak masuk SMA tahun 2022.

“Awal mulanya waktu SD saya sempat diajari bermain bridge, lalu berhenti. Mulai lagi dan serius main waktu masuk SMA, jadi harus mulai dari nol lagi. Selama satu tahun rutin berlatih dan ikut lomba, hasilnya mulai terlihat dan saya sering meraih juara,” kata Jonathan.

Konsistensi latihan membawanya mewakili Kota Blitar di ajang Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur, hingga berkesempatan mengikuti pelatihan nasional di Bogor. Puncaknya, prestasi olahraga membuka jalan bagi Jonathan diterima di Universitas Surabaya lewat jalur prestasi dan mendapatkan beasiswa penuh 100 persen.

“Bagi saya, ini bukti bahwa olahraga tidak hanya mengajarkan kompetisi, tetapi juga bisa membuka jalan menuju pendidikan dan masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Sebelumnya, pasangan Jonathan dan Rachel juga meraih Juara Beregu U-21 sekaligus Juara Pasangan U-26 di Balikpapan Bridge Open Tournament 2026. Belum lama ini, Jonathan juga menambah koleksi medali emas dari kategori Beregu Campuran.

Jonatan mengakui persaingan sangat ketat, tak hanya dari atlet seumuran di Jawa Timur seperti Pasuruan, namun juga dari Sumatera Barat, Manado, hingga Kalimantan Selatan.

“Harapan saya ke depannya adalah terus meningkatkan kemampuan, menjaga konsistensi berlatih, dan meraih lebih banyak prestasi. Saya ingin menjadi atlet bridge nasional yang bisa mewakili Indonesia di ajang internasional, serta mengharumkan nama daerah dan universitas,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Harian sekaligus pelatih Cabor Bridge Kota Blitar, Devi Chriatian menjelaskan, Jonathan masuk angkatan 2022 yang beranggotakan enam anak dengan jadwal latihan hingga empat kali seminggu. Antusiasme mereka menjadi kunci bisa bersaing di tingkat provinsi dalam waktu kurang dari satu tahun.

“Tahun kedua mereka sudah sering juara, dan tahun ketiga tak pernah melewatkan kompetisi. Lima atlet dari kelompok ini dilirik Universitas Surabaya, dan tiga di antaranya kini diterima dengan beasiswa penuh 100 persen. Semuanya berangkat dari Kota Blitar,” jelas Devi.

Devi menandaskan pembinaan bridge di Kota Blitar terus berjalan berkelanjutan. Saat ini jenjang SD berlatih di SD Sentul dan SD Pakundian 2 setiap Senin dan Rabu pukul 15.00–17.00 WIB, sedangkan SMP, SMA, dan umum berlatih di base camp Pasar Lagi setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu pukul 15.30–18.00 WIB.

“Kami terus berupaya menjaring atlet baru, namun sejauh ini masih sangat kekurangan atlet kelompok umum. Kami berharap semakin banyak masyarakat tertarik bergabung. Kami juga mengucapkan terima kasih atas dukungan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Blitar,” ujar Devi.

Dalam waktu dekat, sekitar bulan September tanggal 12 atau 19, Cabor Bridge Kota Blitar akan menggelar ajang peringatan Hari Olahraga Nasional untuk jenjang SD dan SMP di SMP Negeri 6 Kota Blitar. Ajang ini rencananya diikuti peserta dari wilayah eks-Karisidenan Kediri serta Kota Malang.

Prestasi Jonathan Wahyu Christia Nanta bersama rekannya menegaskan bahwa olahraga bridge bukan sekadar permainan, melainkan sarana melatih ketajaman berpikir dan membuka peluang masa depan yang lebih cerah bagi generasi muda. (jr).