Ringkasan Berita :
1. Hasan Nasbi jelaskan istilah 'Londo Ireng' hanya untuk kelompok tertentu, bukan rakyat umum.
2. Istilah ditujukan pada pihak yang suka membuat kegaduhan dan pesimis terhadap bangsa.
3. Masyarakat diajak bersatu, tingkatkan optimisme dan kepercayaan diri bangsa.
Jakarta, beritablitar.com – Penasihat Khusus Presiden bidang Komunikasi Hasan Nasbi memberikan penjelasan resmi terkait istilah 'Londo Ireng' yang sempat diucapkan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menegaskan istilah tersebut ditujukan kepada kelompok-kelompok tertentu, dan sama sekali tidak merujuk pada masyarakat luas.
"Mengkritik Londo Ireng boleh, dong. Kan enggak ditujukan ke rakyat secara umum. Itu kan ke apa? Kelompok-kelompok kritis yang kita duga sebagai Londo Ireng kan, bukan untuk masyarakat secara umum," kata Hasan kepada wartawan, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (31/7/2026).
Lebih lanjut Hasan menjelaskan, bahwa kelompok yang dimaksud adalah pihak-pihak yang kerap menciptakan kegaduhan, terutama mereka yang senantiasa bersikap pesimis terhadap kondisi dan perkembangan bangsa Indonesia.
"Itu kan istilah saja untuk sebagian orang yang ya sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita. Dan mereka kan ada yang berprofesi seolah-olah sama seperti kita kan, gitu," jelasnya.
Hasan menambahkan, seluruh elemen masyarakat seharusnya bersatu membangun kepercayaan diri terhadap bangsa. Menurutnya, sikap optimis sangat penting diterapkan agar cita-cita bangsa dapat segera terwujud.
"Nah, jadi buat kita ini sebagai pengingat saja, bahwa harusnya kan kita bersama-sama bersatu, ya. Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan, ya," imbuhnya.
Hasan mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengubah pola pikir menjadi lebih positif dan saling mendukung demi kemajuan bersama.
"Kita harus memperbanyak optimisme, mengurangi pesimisme, memperbanyak kepercayaan diri terhadap bangsa kita, dan menghilangkan rasa-rasa pesimis lah. Sehingga kita bisa maju lebih cepat," pungkas Hasan Nasbi. (rm)