Ringkasan Berita :
• Babinsa Kedawung Sertu Samsul bantu petani sedot air irigasi di Nglegok, Blitar (5/9/2026).
• Bantuan ditujukan untuk lahan milik Bapak Sigit guna menjaga pasokan air tanaman padi.
• Kegiatan wujud pendampingan TNI demi ketahanan pangan dan kemanunggalan dengan rakyat.
• Petani mengapresiasi kehadiran Babinsa yang meringankan beban operasional pengairan sawah.
BLITAR, beritablitar.com - Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Kedawung, Koramil 0808/05 Nglegok, Sertu Samsul, menunjukkan aksi nyata dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah binaannya. Personel TNI AD tersebut membantu proses penyedotan air untuk mengairi lahan pertanian milik Sigit, warga setempat yang berlokasi di RT 01 RW 06, Desa Kedawung, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan penyedotan air ini dilakukan sebagai respons terhadap kebutuhan irigasi yang mendesak. Pasokan air yang memadai menjadi faktor krusial bagi pertumbuhan tanaman padi, tanpa itu, hasil panen berisiko menurun drastis. Kehadiran Babinsa di tengah terik matahari menjadi solusi cepat bagi petani yang membutuhkan bantuan teknis maupun tenaga untuk mengoperasikan mesin pompa air.
Sertu Samsul menjelaskan, pendampingan kepada para petani merupakan bagian integral dari tugas rutin Babinsa dalam menyukseskan program pemerintah di sektor pertanian. Selain memastikan kelancaran aliran air, kegiatan lapangan ini juga berfungsi sebagai sarana komunikasi langsung.
"Selain mengamankan pasokan irigasi, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat serta mendengarkan langsung kendala yang dihadapi para petani di lapangan," jelas Sertu Samsul.
Apresiasi tinggi disampaikan oleh Sigit selaku pemilik lahan. Ia menilai kehadiran Babinsa yang turut terjun langsung mengoperasikan peralatan sangat berdampak positif terhadap efisiensi kerja.
"Kehadiran Babinsa yang ikut terjun langsung mengoperasikan mesin pompa air sangat membantu mempercepat proses pengairan sawahnya, sehingga pengerjaan menjadi jauh lebih ringan dan efisien," jelas Sigit.
Sinergi kuat antara aparat kewilayahan dan masyarakat petani ini diharapkan dapat terus terjalin. Kolaborasi semacam ini tidak hanya menyelesaikan masalah teknis sesaat, tetapi juga berkontribusi besar dalam mewujudkan kesejahteraan petani serta menjaga stabilitas ketahanan pangan berkelanjutan. (jr)