Ringkasan Berita :

- IBCA MMA Jatim Sirkuit 3 di Blitar: 550 Atlet Dijaring Menuju Kejurnas
​
- KONI Blitar: Kompetisi Ruang Pembinaan Karakter Atlet, Bukan Sekadar Menang
​
- Blitar Tuan Rumah IBCA MMA, Peserta Melonjak Jauh di Atas Target
​
- IBCA MMA Kota Blitar Baru Berdiri, Siap Lahirkan Atlet Berprestasi Nasional

BLITAR, beritablitar.com - Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) IBCA MMA Jawa Timur Sirkuit 3 Tahun 2026 resmi digelar di GOR Soekarno Hatta, Kota Blitar, Jumat (18/9/2026).

Ajang perebutan Piala KONI Kota Blitar ini diikuti 550 atlet dari 28 kabupaten dan kota se-Jawa Timur, jumlah yang jauh melampaui kuota awal sebesar 350 peserta.

Tingginya partisipasi menjadi bukti kuatnya perkembangan olahraga MMA di provinsi Jawa Timur.

Plt Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba memberikan dukungan penuh sekaligus menegaskan makna kompetisi lebih luas dari sekadar kemenangan.

"Kompetisi bukan semata arena mencari kemenangan. Namun harus menjadi ruang pembinaan untuk menempa kemampuan, karakter, dan sportivitas para atlet," kata Elim.

Elim meminta para atlet memanfaatkan momen ini untuk mengasah kemampuan menuju jenjang yang lebih tinggi. KONI Kota Blitar siap mendukung kegiatan yang memberi ruang berkembang bagi atlet.

"Semakin banyak kompetisi berkualitas digelar di Kota Blitar, semakin terbuka pula kesempatan atlet daerah mengukur kemampuan dengan lawan dari berbagai wilayah," pungkasnya.

Ketua Umum IBCA MMA Jawa Timur, Arief Budi Prasetyo menjelaskan, kejuaraan ini menjadi tolok ukur sekaligus sarana penjaringan atlet potensial guna persiapan kejuaraan tingkat nasional pada Desember 2026.

"Kejuaraan Provinsi IBCA MMA Sirkuit 3 ini untuk menjaring atlet sebagai persiapan kejuaraan di bulan Desember. Jadi, ini menjadi tolok ukur penjaringan atlet," ujar Arief.

Selain itu, ajang juga menjadi wadah pembinaan atlet pelajar yang diproyeksikan mengikuti POPDA November mendatang serta persiapan Kejurprov 2027 di Surabaya.

"Kami melakukan pembinaan para pelajar yang nantinya diarahkan ke POPDA bulan November, sekaligus persiapan Kejurprov tahun 2027 yang akan berlangsung di Surabaya," jelasnya.

Arief memuji perkembangan atlet tuan rumah. Pada Sirkuit 2 sebelumnya, Kota Blitar menempati posisi kedua klasemen juara umum.

"Saya sangat bangga dengan antusiasme atlet Kota Blitar. Ini menunjukkan kemampuan teknik, mental maupun sportivitas yang telah dibentuk oleh pengurus," tandasnya.

"Pada Sirkuit 2 lalu Kota Blitar berada di posisi kedua juara umum. Saya berharap di Sirkuit 3 bisa mempertahankan, bahkan meningkatkan prestasinya untuk meraih juara umum," imbuhnya.

Dipilihnya Kota Blitar sebagai tuan rumah mendapat sambutan positif dari seluruh kontingen. Arief menilai atmosfer kompetisi di daerah penting untuk membangun pengalaman dan mental bertanding para atlet.

"Saya sangat bangga bisa menyelenggarakan Kejuaraan Provinsi IBCA MMA Sirkuit 3 di Kota Blitar. Dari seluruh kabupaten dan kota juga sangat mendukung pelaksanaan kejuaraan ini," tuturnya.

Keinginan untuk meraih prestasi di manapun berada, khususnya di Kota Blitar, menjadi tolok ukurnya.

"Karena dari Kota Blitar inilah lahir para petarung," pungkas Arief.

Sementara itu, Ketua IBCA MMA Kota Blitar, Agik Yulianto menegaskan, organisasinya tidak sekadar menggelar pertandingan, melainkan membangun sistem pembinaan yang terarah, disiplin, dan berkelanjutan.

"Alhamdulillah, Sirkuit 3 bisa terlaksana di Kota Blitar. Antusiasme peserta luar biasa. Hampir 500 lebih atlet ikut ambil bagian," ujarnya.

Meski IBCA MMA Kota Blitar baru disahkan pada Januari 2026, sejumlah atlet binaannya mulai menorehkan prestasi.

Agik menegaskan pentingnya tempat latihan, program terukur, kedisiplinan, mental bertanding, serta target prestasi yang jelas.

"Yang paling penting adalah bagaimana atlet ini kita bina. Mereka harus punya tempat latihan, program, disiplin, mental bertanding dan target prestasi," tegasnya.

Agik berharap pembinaan berkelanjutan mampu melahirkan petarung muda yang berprestasi hingga tingkat regional dan nasional serta membawa nama baik Kota Blitar. (jr)