Ringkasan Berita :
• KAI Daop 7 Madiun bekerja sama dengan komunitas railfans Pecel +63 dan PPI Madiun menghias lokomotif KA Manja bernuansa Merah Putih.
• Kegiatan di Depo Lokomotif Madiun dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI, wadah kembangkan kreativitas dan rasa nasionalisme generasi muda.
• Seluruh peserta tetap patuhi standar keselamatan kerja selama berada di area operasional depo.
• Sinergi KAI dan komunitas diharapkan memperkuat kecintaan terhadap perkeretaapian nasional dan NKRI.
MADIUN, beritablitar.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun mengajak komunitas pencinta kereta api (railfans) Pecel +63 Madiun serta siswa Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun untuk bersama-sama menghias lokomotif KA Madiun Jaya atau yang akrab disapa KA Manja dengan nuansa Merah Putih.
Kegiatan ini berlangsung di Depo Lokomotif Madiun, Minggu (16/8/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dengan tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur".
Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Tohari menyebut kegiatan ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan wadah untuk mendorong generasi muda semakin mencintai dunia perkeretaapian nasional.
"Kegiatan ini kami laksanakan sebagai wadah sekaligus upaya dalam mendukung kegiatan positif bagi generasi muda agar semakin cinta kepada kereta api. Melalui kegiatan menghias lokomotif menggunakan ornamen nuansa Merah Putih ini, kami ingin menumbuhkan kecintaan terhadap transportasi kereta api sekaligus memperkuat rasa nasionalisme terhadap NKRI," kata Tohari.
Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta tetap mematuhi standar keselamatan kerja. Mereka dilengkapi rompi keselamatan dan berada di bawah pengawasan langsung petugas depo lokomotif.
Partisipasi aktif dari Pecel +63 Madiun dan PPI Madiun menjadi bukti sinergi antara pihak perusahaan dan komunitas yang tumbuh di tengah masyarakat.
Tohari berharap, kolaborasi ini dapat menjadi sarana yang tepat bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme.
"Lebih dari itu, kegiatan ini juga menjadi refleksi atas semangat para pejuang kemerdekaan dalam menjaga kedaulatan, persatuan, dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas Tohari.(jr)