Blitar, beritablitar.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui Unit Kerja BRI Blitar terus mempercepat transformasi digital sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat.

Langkah utama yang dilakukan adalah mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi andalan, BRImo. Sebagai super apps, aplikasi ini menyatukan berbagai kemudahan transaksi perbankan dalam satu genggaman dan menunjukkan tren peningkatan pengguna yang sangat positif.

Hingga periode April 2026, tercatat jumlah pengguna aktif BRImo di wilayah kerja BRI Blitar telah mencapai 210.496 orang. Angka ini menjadi bukti nyata tingginya kebutuhan masyarakat akan layanan keuangan yang praktis, sekaligus mencerminkan tingkat kepercayaan yang kuat terhadap layanan digital perseroan.

Pemimpin BRI Blitar, Yudika Hanafi mengatakan, kehadiran BRImo merupakan wujud komitmen BRI menghadirkan layanan yang inklusif dan mudah diakses seluruh lapisan masyarakat. Melalui aplikasi ini, nasabah bisa bertransaksi dengan mudah, cepat, dan aman tanpa harus datang ke kantor cabang.

"BRImo merupakan wujud komitmen BRI dalam menghadirkan layanan perbankan digital yang mudah diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Melalui BRImo, nasabah dapat memenuhi berbagai kebutuhan transaksi keuangan hanya melalui satu aplikasi," kata Yudika Hanafi, Minggu (31/5/2026).

Lebih lanjut Yudika menjelaskan, fitur yang tersedia sangat lengkap dan menjawab kebutuhan sehari-hari. Mulai dari transfer antar-rekening, pembayaran tagihan, pembelian pulsa dan paket data, pembayaran lewat QRIS, pengisian dompet digital, hingga kemudahan membuka rekening baru dan berinvestasi secara daring semuanya tersedia dalam satu pintu.

Meski menawarkan kemudahan luar biasa, BRI juga gencar mengedukasi masyarakat agar tetap waspada. Menurutnya, kemudahan bertransaksi digital harus beriringan dengan pemahaman yang baik soal keamanan data pribadi agar terhindar dari berbagai modus kejahatan siber yang berkembang.

"Kemudahan transaksi digital harus diimbangi dengan peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap berbagai modus kejahatan siber. Oleh karena itu, kami terus mengingatkan nasabah untuk menjaga kerahasiaan data perbankan dan hanya menggunakan saluran resmi BRI," imbuhnya.

Secara khusus, Yudika menghimbau seluruh nasabah dan masyarakat luas untuk tidak pernah memberikan informasi rahasia seperti username, password, PIN, maupun kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengatasnamakan petugas BRI. Langkah pencegahan lain yang disarankan adalah menghindari tautan tidak jelas dan tidak mengunduh aplikasi dari sumber tidak resmi.

"Langkah pencegahan lain yang disarankan adalah tidak mengakses tautan yang sumbernya tidak jelas serta menghindari pengunduhan aplikasi dari luar toko aplikasi resmi," ujarnya.

Pihak BRI pun menegaskan kebijakan perseroan yang tegas, di mana BRI tidak pernah meminta data rahasia perbankan melalui telepon, pesan singkat, media sosial, maupun aplikasi percakapan apa pun. Keamanan nasabah menjadi prioritas utama dalam pengembangan layanan ini.

"Kami mengajak masyarakat untuk semakin cerdas dalam memanfaatkan layanan digital. Dengan penggunaan BRImo yang bijak dan aman, masyarakat dapat menikmati kemudahan transaksi sekaligus terlindungi dari berbagai potensi kejahatan digital," tegas Yudika.

Ke depannya, BRI berkomitmen terus menghadirkan inovasi layanan digital yang canggih, mudah digunakan, namun tetap aman dan andal.

"Langkah ini diambil guna mendukung percepatan transformasi digital serta peningkatan inklusi keuangan di seluruh Indonesia, termasuk di wilayah Blitar dan sekitarnya," pungkasnya. (jr).