Ringkasan Berita :


- Harga emas batangan Antam per 2 Agustus 2026 stabil di Rp2.603.000 per gram.
​
- Sepanjang pekan turun sekitar Rp19.000/gram, namun masih naik 4,6% dibanding awal tahun.
​
- Harga buyback Rp2.368.000/gram; selisih jual-beli sekitar Rp235.000/gram.
​
- Pergerakan dipengaruhi harga emas dunia di atas US$4.000 per ons serta kurs rupiah.

Jakarta, beritablitar.com - Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau yang dikenal sebagai Logam Mulia Antam bertahan stabil di level Rp2.603.000 per gram per 2 Agustus 2026.

Data yang dirilis laman resmi Logam Mulia menunjukkan harga tersebut tidak berubah sejak sehari sebelumnya, setelah turun Rp20.000 dari posisi Rp2.623.000 per gram pada 1 Agustus 2026.

Harga pembelian kembali atau buyback juga tetap di angka Rp2.368.000 per gram. Selisih antara harga jual dan harga beli kembali saat ini berada di kisaran Rp235.000 per gram, belum termasuk Pajak Penghasilan Pasal 22 sebesar 0,25 persen bagi pembeli yang memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak.

Pergerakan harga emas Antam dalam sepekan terakhir (27 Juli–2 Agustus 2026) tercatat berfluktuasi dengan kecenderungan melemah. Harga bergerak dari Rp2.622.000 per gram pada 27 Juli, menyentuh titik terendah Rp2.601.000 per gram pada 29 Juli, naik kembali ke Rp2.623.000 per gram pada 31 Juli, sebelum akhirnya menetap di Rp2.603.000 per gram. Secara keseluruhan, harga turun sekitar Rp19.000 per gram atau 0,72 persen dalam satu pekan.

"Meskipun sempat mengalami penurunan dalam sepekan, harga emas Antam saat ini masih mencatat kenaikan sekitar 4,6 persen dibandingkan harga pada awal tahun 2026 yang berada di kisaran Rp2.488.000 per gram," demikian tercantum dalam data tersebut.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang sejarah yang menyentuh Rp3.168.000 per gram pada 29 Januari 2026, harga saat ini masih sekitar 17–18 persen lebih rendah.

Pergerakan harga emas Antam sangat dipengaruhi oleh harga emas dunia yang saat ini bergerak di atas level US$4.000 per ons, serta pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sentimen global seperti kebijakan suku bunga The Federal Reserve, data inflasi Amerika Serikat, dan ketegangan geopolitik turut menjadi faktor pendorong pergerakan harga emas di pasar dalam negeri.

Di tengah fluktuasi harga, minat masyarakat terhadap emas batangan Antam sebagai instrumen lindung nilai dan investasi jangka panjang tetap terjaga tinggi.

Hal ini didukung kemurnian emas mencapai 99,99 persen serta bersertifikasi LBMA (London Bullion Market Association), sehingga menjadi salah satu pilihan investasi emas yang paling dipercaya masyarakat Indonesia.

"Harga emas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti pergerakan harga emas dunia dan nilai tukar rupiah," jelas keterangan resmi Antam. (*)