Ringkasan Berita :

• Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter di atas puncak pada Minggu pagi.

• Status gunung api tetap Level II (Waspada) dengan rekomendasi larangan aktivitas dalam radius 1 km dari kawah.

• PVMBG mengimbau kewaspadaan terhadap bahaya awan panas guguran dan lahar di sepanjang aliran sungai berhulu Semeru.

LUMAJANG, beritablitar.com - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya.

Pada Minggu pagi (6/9/2026), gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Api (PPGA) Semeru, letusan ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 90 detik. Kolom abu yang keluar berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan condong bergerak ke arah barat.

Posisi dan Tinggi Letusan

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat bahwa ketinggian kolom abu tersebut setara dengan 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Mengingat puncak Gunung Semeru berada di ketinggian sekitar 3.676 mdpl, maka tinggi semburan abu relatif terhadap puncak adalah 1.000 meter.

Meskipun terjadi letusan, status aktivitas Gunung Semeru hingga saat ini masih ditetapkan pada Level II (Waspada). Penetapan status ini didasarkan pada evaluasi mendalam terhadap data kegempaan dan visual lapangan.

Rekomendasi Keselamatan

Menyikapi aktivitas tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah imbauan ketat bagi masyarakat dan pendaki. Otoritas teknis merekomendasikan agar tidak ada aktivitas apapun dalam radius 1 kilometer dari kawah atau pusat aktivitas erupsi.

"Masyarakat agar mewaspadai potensi bahaya berupa awan panas guguran (APG), guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru," demikian bunyi pernyataan resmi PVMBG.

Bahaya sekunder berupa lahar dingin menjadi perhatian khusus, terutama jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah hulu. Material vulkanik yang menumpuk di puncak berpotensi terbawa arus air membentuk aliran lumpur panas yang merusak.

Kondisi Terkini

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur maupun korban jiwa akibat erupsi tersebut. Situasi di sekitar pos pengamatan terpantau kondusif, meskipun warga di beberapa desa penyangga dilaporkan meningkatkan kewaspadaan.

Kepala Bidang Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Yudhi Cahyono mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun siaga.

"Kami terus berkoordinasi dengan PVMBG. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan resmi dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya," kata Yudhi Cahyono.

Aktivitas pendakian ke puncak Gunung Semeru saat ini masih ditutup sesuai dengan ketentuan status Waspada. Para calon pendaki disarankan untuk memantau informasi terkini melalui kanal resmi PVMBG atau BPBD setempat sebelum merencanakan perjalanan. (jr)