BLITAR, beritablitar.com — Sebuah gudang Toko Bangunan 999 yang berada di Desa Sukosewu, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, hangus terbakar Selasa pagi (13/10/2026). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp500 juta.
Kebakaran pertama kali diketahui pemilik toko "L" (42), warga setempat, sekitar pukul 09.30 WIB. Saat itu, ia melihat bagian gudang yang menyimpan kayu balau, kayu sengon, dan pipa PVC sudah dilalap si jago merah.
Bangunan gudang yang terbakar berukuran 12 meter x 10 meter. Dindingnya terbuat dari tembok, sementara atapnya menggunakan genteng dengan rangka kayu. Isi gudang yang sebagian besar berupa bahan bangunan yang mudah terbakar membuat api dengan cepat meluas ke seluruh ruangan.
Petugas Polsek Gandusari yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi dan segera memanggil tim pemadam kebakaran. Proses pemadaman dilakukan secara gotong royong oleh kepolisian, anggota Koramil, relawan RSI, perangkat desa, serta warga sekitar.
Api baru berhasil dikuasai dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 11.00 WIB. Meski tidak ada yang terluka, kerugian materi akibat kebakaran ini diperkirakan mencapai Rp500 juta.
Penyebab kebakaran sementara diduga bermula dari aktivitas pembakaran sampah di belakang gudang. Angin yang bertiup cukup kencang diduga membawa api meloncat ke atap bangunan, lalu dengan cepat merambat ke seluruh bagian gudang.
"Angin yang bertiup cukup kencang diduga membuat api dari tumpukan sampah tersebut meloncat dan mengenai atap gudang, lalu dengan cepat merambat ke seluruh bangunan," kata Kasihumas Polres Blitar, Aiptu Saeful Muheni.
Polisi masih mendalami peristiwa ini. Petugas sedang mengumpulkan keterangan dari pemilik dan saksi-saksi yang berada di lokasi saat kebakaran terjadi.
Muheni mengimbau masyarakat untuk lebih waspada.
"Kami menghimbau kepada warga masyarakat untuk selalu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, agar kejadian kebakaran serupa tidak terjadi lagi," ujarnya.
Muheni mengingatkan agar bahan yang mudah terbakar dijauhkan dari sumber api.
"Sebelum meninggalkan rumah, pastikan keamanan, pastikan aliran listrik dalam keadaan aman dan peralatan elektronik lainnya sudah dimatikan," tandasnya.
Masyarakat diminta segera melapor jika melihat hal-hal yang mencurigakan atau darurat.
"Apabila melihat atau mengetahui adanya kejadian yang dapat mengganggu keamanan dan memerlukan bantuan kepolisian, segera laporkan ke kantor polisi terdekat atau hubungi layanan darurat 110," pungkas Muheni. (jr)