BLITAR, beritablitar.com - Budaya membaca dan penguatan literasi terus didorong Pemerintah Kabupaten Blitar sebagai fondasi utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Komitmen tersebut diwujudkan melalui Festival Literasi Tahun 2026 yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar, Selasa (8/9/2026), dengan mengusung tema "Literasi Tumbuh, Blitar Sejahtera dan Bermartabat".
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar, Jumali mengatakan, festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mempromosikan keberadaan perpustakaan sekaligus menumbuhkan budaya baca dan literasi di tengah masyarakat, sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Blitar dalam meningkatkan kualitas SDM yang inklusif, berakhlak, serta sehat jasmani dan rohani.
"Festival literasi ini diharapkan menjadi sarana apresiasi sekaligus wadah kolaborasi untuk mendorong kreativitas dan produktivitas masyarakat dalam bidang literasi," kata Jumali.
Jumali menambahkan, penguatan budaya literasi memiliki kaitan erat dengan kemajuan dan peradaban suatu daerah. Budaya membaca yang tumbuh dan mengakar di masyarakat menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk SDM yang memiliki wawasan luas serta mampu beradaptasi menghadapi perubahan zaman.
Karena itu, Festival Literasi 2026 tidak hanya dikemas sebagai hiburan edukatif, tetapi juga menjadi langkah konkret untuk membangun masyarakat yang berpengetahuan, kreatif, produktif, dan memiliki budaya literasi yang kuat.
Jumali juga menyoroti pentingnya pembangunan SDM yang berjalan beriringan dengan pembangunan infrastruktur sebagai bagian dari persiapan generasi menuju Indonesia Emas 2045.
"Pembangunan SDM dan infrastruktur harus berjalan beriringan. Pembangunan SDM tanpa didukung infrastruktur juga tidak akan berjalan optimal," tandasnya.
Festival Literasi 2026 berlangsung selama tiga hari di halaman Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar, melibatkan berbagai unsur mulai dari perwakilan OPD, BUMD, perpustakaan sekolah, perpustakaan desa, komunitas suara sastra, pegiat seni, pegiat literasi, hingga para siswa dari jenjang PAUD, TK, SD, sekolah lanjutan dan masyarakat umum. Keterlibatan lintas sektor ini menegaskan bahwa gerakan literasi membutuhkan kolaborasi bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata.
Melalui festival ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Blitar berharap semangat membaca dan berkarya semakin tumbuh di tengah masyarakat, sehingga lahir SDM Blitar yang semakin berkualitas, berdaya saing, sejahtera, dan bermartabat. (jr)