BLITAR, beritablitar.com - Wakil Wali Kota Blitar sekaligus Pelaksana Tugas Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba meminta agar tidak menjadikan para atlet sebagai korban sentimen pribadi di kalangan pemimpin daerah, menanggapi isu yang menyebut Wali Kota Blitar menyuruhnya mundur dari jabatan.
Elim menjelaskan, kehadirannya saat aksi unjuk rasa 7 September 2026 di lingkungan DPRD dan Kantor Wali Kota Blitar berlangsung secara spontan. Saat itu rapat paripurna baru saja selesai, dan ia langsung menemui massa yang terdiri dari pengurus KONI, ketua cabang olahraga, pelatih, serta atlet.
“Posisi baru selesai paripurna, segera menemui massa yang yaitu dari KONI Kota Blitar, dari pengurus, ketua cabor, pelatih dan atlet,” jelas Elim Tyu Samba, Kamis (17/9/2026).
Elim berharap Wali Kota juga turun menemui warga yang sudah memenuhi halaman kantor DPRD, namun kenyataannya pimpinan tertinggi Pemkot Blitar justru meninggalkan lokasi saat aksi berlangsung.
“Saya kira Pak Wali mau nemui karena posisi massa sudah memenuhi luar kantor DPRD, ternyata beliau meninggalkan lokasi tepat saat aksi berlangsung,” ujarnya.
Sebagai Plt Ketua KONI, Elim merasa punya amanah untuk memperjuangkan hak-hak atlet yang telah mengharumkan nama Kota Blitar. Ia menyampaikan upaya komunikasi yang dilakukan KONI selama berbulan-bulan tidak mendapat tanggapan dari pemerintah daerah.
“Saya diamanahkan sebagai Plt Ketua KONI merasa harus memperjuangkan hak-hak para atlet yang selama ini sudah berupaya mengharumkan nama baik Kota Blitar. Sangat disayangkan jika selama berbulan-bulan komunikasi dari KONI tidak dihiraukan hingga aksi tidak ditemui, malah berstatemen di beberapa media dan live kegiatan Haornas menyampaikan hal-hal yang tidak untuk kemajuan olahraga, melainkan sentimen pribadi,” paparnya.
Menurut Elim, sikap yang seharusnya diambil pimpinan pemerintahan adalah mengundang pihak terkait duduk bersama mencari solusi, bukan sibuk melakukan klarifikasi di media dan mengumbar ketidaksukaan pribadi.
“Seharusnya pemerintahan yang baik, jika terjadi aksi penyampaian aspirasi, normalnya kita diundang duduk bersama ya mencari solusi. Bukan malah sibuk klarifikasi di media bahkan mengumbar sentimen pribadi kepada kami,” tandasnya.
Elim menegaskan, setiap pemimpin wajib bersikap profesional dan mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.
“Ketika menjadi pemimpin harus profesional, janganlah karena sentimen pribadi atlet jadi korban,” pungkasnya.
Sebelumnya Wali Kota Blitar Syauqul Muhibbin atau akrab disapa Mas Ibin, melontarkan kritik terbuka terhadap Wakil Wali Kota Blitar sekaligus Plt Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, yang ikut memimpin aksi unjuk rasa ratusan atlet dan pengurus KONI Kota Blitar, Senin (7/9/2026).
Aksi tersebut digelar di depan Kantor DPRD dan Kantor Wali Kota Blitar dengan tuntutan pembukaan kembali kantor sekretariat KONI serta percepatan pencairan dana hibah olahraga yang tertunda.
Dalam acara "Ngobras (Ngopi Bareng Mas Wali)", Jumat (11/9/2026) malam, Ibin menegaskan bahwa Elim yang dipilih bersama-sama sebagai pasangan kepala daerah seharusnya menjadi bagian dari solusi, bukan justru ikut memperuncing persoalan di luar jalur pemerintahan.
"Saya kepala daerah, Mbak Elim kepala daerah. Mendaftar lho. Saya mendaftar bersama-sama. Lha kalau sudah tidak ingin jadi kepala daerah, tidak ingin jadi wakil, tidak usah jadi kepala daerah, tidak usah jadi wakil," ujar Ibin. (jr)