Ringkasan Berita :
- TPP tetapkan 2 calon ketua KONI Blitar, proses kurang kondusif karena salah satu calon bawa massa di luar cabor.
- Elim Tyu Samba bantah isu intervensi; belum ada kantor KONI, penetapan digelar di PAPSI.
- Musorkotlub dijadwalkan 22 September 2026; harap kondusif, sportif, bebas campur tangan pihak luar.
- Masa tugas Elim sebagai Plt Ketua KONI berlaku hingga akhir September 2026.
BLITAR, beritablitar.com - Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Kota Blitar telah menetapkan bakal calon Ketua Umum KONI Kota Blitar periode 2026–2030 dalam rapat yang digelar pukul 22.00 WIB, Kamis (17/9/2026).
Proses penetapan dihadiri perwakilan kedua calon, namun berjalan kurang lancar karena salah satu calon mendatangkan massa yang yang jumlahnya besar dan diketahui bukan berasal dari lingkungan cabang olahraga yang bernaung di KONI. Kehadiran kelompok tersebut membuat suasana kurang kondusif.
Menanggapi hal ini, Plt Ketua KONI Kota Blitar, Elim Tyu Samba, menyampaikan rasa keberatannya dan menyayangkan kejadian tersebut.
"Ketika penetapan ini dihadirkan oleh perwakilan calon ketua umum 2 orang, ternyata ada salah satu calon yang membawa massa luar biasa. Dan itu di luar daripada cabang-cabang dalam naungan KONI. Sangat disayangkan sekali, itu yang membuat situasi yang kurang kondusif," kata Elim Tyu Samba.
Kini seluruh persiapan difokuskan menuju Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) yang akan menjadi ajang pemilihan resmi.
Elim menyampaikan, meski demikian, keputusan penetapan tetap diambil dan dinyatakan sah. Persiapan kini berlanjut menuju Musyawarah Olahraga Kota Luar Biasa (Musorkotlub) yang dijadwalkan digelar pada 22 September 2026 mendatang.
"Tapi itu adalah dinamika, tidak masalah. Yang penting penetapan berjalan lancar sudah ditetapkan. Dan kita bersiap untuk menuju Musorkotlub pada tanggal 22 September 2026," jelasnya.
Terkait isu yang beredar menyebut adanya intervensi atau campur tangan dirinya terhadap kinerja TPP, Elim membantah tegas.
Elim menjelaskan peran pihaknya sebatas menjawab pertanyaan terkait tempat pelaksanaan, mengingat janji fasilitasi kantor dari Dinas Pemuda dan Olahraga hingga kini belum terwujud.
"Nah mengenai isu-isu yang di luar sana mengenai TPP yang diduga saya ada intervensi atau campur tangan dan lain-lain sebagainya. Sebetulnya tidak ya, karena kami selaku Plt Ketua Umum KONI yang masih aktif sampai dengan akhir bulan September," tegasnya.
Kondisi belum adanya kantor tetap KONI menjadi kendala tersendiri yang dihadapi menjelang penetapan. Tempat pelaksanaan akhirnya diputuskan di lokasi lain agar proses tetap dapat berjalan.
"Kita kemarin dari Dispora menyampaikan fasilitasi tempat, fasilitasi kantor KONI. Ternyata sampai hari ini kita belum mendapat kantor. Jadi itu menjadi pikiran baru untuk kami, di mana tempat penyampaian penetapan tersebut. Tapi Alhamdulillah acara sudah berjalan lancar dan diadakan di PABBSI," jelasnya.
Elim mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, mulai dari pengurus KONI, anggota TPP, hingga para calon. Ia berharap momentum Musorkotlub nanti tidak lagi diwarnai hal-hal yang mengganggu ketertiban.
"Mudah-mudahan nanti Musorkotlub berjalan kondusif. Jangan seperti yang sudah terjadi saat penetapan, ada banyak sekali campur tangan dari pihak-pihak luar, kami tidak menginginkan itu," ujarnya.
Elim menandaskan, KONI adalah wadah keolahragaan yang harus menjunjung sportivitas dan keterbukaan. Tujuannya satu, terpilih sosok terbaik yang mampu memajukan olahraga di Kota Blitar.
“Kami menginginkan ketua umum yang betul-betul terbaik untuk olahraga kota kita,” pungkasnya. (jr)